Blusukan di Pasar 26 Ilir, Istri Ganjar Dengar Keluhan Harga Bahan Pokok tidak Stabil

- Redaksi

Jumat, 12 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Siti Atikoh Suprianti blusukan ke Pasar 26 Ilir, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), pada Jumat (12/1/2024). Istri Calon Presiden Republik Indonesia, Ganjar Pranowo, mendapat keluhan dari pedagang tentang harga bahan pokok yang tidak stabil.

Atikoh sempat sarapan Mie Celor sebelum blusukan ke pasar. Sekitar pukul 08.04 WIB, Atikoh didampingi istri Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel Giri N. Kiemas, Ayu, dan anggota DPRD Sumsel Rita Suryani, menyapa masyarakat di pasar.

Ibu dari Muhammad Zinedine Alam Ganjar itu pun, menyapa para pedagang di Pasar 26 Ilir. Tak hanya menyapa, Atikoh juga berdialog dan membeli dagangan pedagang yang dia datangi. Mulai sembako, pedagang cabai, bawang putih, bawang merah, sayur-mayur, ikan hingga tahu dan tempe.

Di pedagang sembako, Atikoh mendapat keluhan soal harga yang naik. Terutama bahan pembuatan pempek yang dikenal sebagai makanan khas Palembang.

“Di sini tadi sayur-sayuran ternyata naik juga. Terutama bahan untuk pembuatan pempek, seperti timun, itu kan hampir setiap hari mereka pakai, terus sagu, ikan,” kata Atikoh.

Selain itu, Atikoh juga menerima aspirasi dan keluhan para pedagang. Menurutnya, banyak pedagang yang menyampaikan soal harga sejumlah kebutuhan pokok yang tidak stabil.

“Tadi sembari saya itu memantau harga, ada beberapa yang menyampaikan aspirasi seperti itu. Tapi ada juga pedagang, ya sama sih seperti di tempat lain. Ingin adanya kestabilan harga, sehingga mereka akan lebih mudah menerapkan harga-harga jual,” jelasnya.

Terkait pangan, kata Atikoh, pasangan Capres-Cawapres, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, bakal berfokus pada manajemen pangan yang baik. Terutama memastikan rantai pasokan pangan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga harga di pasaran akan lebih stabil.

“Misalnya ketika panen raya, itu harapannya ada gudang. Sekarang sudah ada bulog-bulog tapi kan tidak menyerap seluruh kebutuhan, lebih difokuskan kepada beras, tapi itu juga efek dominonya kepada yang lain juga panjang,” tegasnya. (ANA)

Berita Terkait

Kunjungan Kerja Pansus Perkebunan DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke Satgas PKH di Jakarta
Kunjungan Kerja Pansus Perkebunan DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke BPK RI
Komisi I DPRD Sumsel Diterima Bupati OKU Timur, Bapak Ir H Lanosin, ST.,MT., MM dalam Kunjungan Kerja Koordinasi Pemerintahan Daerah di OKU Timur
KOMISI III DPRD SUMSEL PELAJARI STRATEGI OPTIMALISASI PAD DAN PENGELOLAAN FISKAL DI DPRD DIY
Perjuangan Masyarakat Banyuasin Berbuah Hasil, Komisi II DPR RI Desak Pencabutan HGU PT Melania Indonesia
Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan Dalam Rangka Peringatan Hari Jadi Ke-80 Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026
Ketua DPRD Provinsi Sumsel Hadiri Panen Raya Jagung Serentak di OKU Selatan
Ketua DPRD Sumsel dan Unsur Buruh Audiensi ke Kemenaker RI dan DPR RI Jakarta, 12–13 Mei 2026

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:38 WIB

Kunjungan Kerja Pansus Perkebunan DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke Satgas PKH di Jakarta

Senin, 25 Mei 2026 - 19:24 WIB

Kunjungan Kerja Pansus Perkebunan DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke BPK RI

Senin, 25 Mei 2026 - 18:45 WIB

Komisi I DPRD Sumsel Diterima Bupati OKU Timur, Bapak Ir H Lanosin, ST.,MT., MM dalam Kunjungan Kerja Koordinasi Pemerintahan Daerah di OKU Timur

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:16 WIB

KOMISI III DPRD SUMSEL PELAJARI STRATEGI OPTIMALISASI PAD DAN PENGELOLAAN FISKAL DI DPRD DIY

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:36 WIB

Perjuangan Masyarakat Banyuasin Berbuah Hasil, Komisi II DPR RI Desak Pencabutan HGU PT Melania Indonesia

Berita Terbaru