Belasan Ekor Kerbau di Lahat Mati Terjangkit Penyakit Ngorok

- Redaksi

Selasa, 29 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Effendy. Foto: Tia

Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Effendy. Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID,. PALEMBANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatra Selatan mencatat ada sebanyak 18 ekor kasus kematian kerbau di Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat.

Sebelumnya, dari kabar yang beredar ada sebanyak 40 hingga 50 ekor kerbau yang mengalami kematian mendadak di wilayah tersebut.

“Jadi memang ada kerbau mati, tapi jumlahnya yang puluhan itu kan akumulasi dari bulan Maret atau dari waktu puasa sudah ada yang mati. Hingga kini belum ada laporan resmi terkait jumlah pastinya berapa kerbau yang mati. Akan tetapi dari konfirmasi dinas terkait jumlahnya hanya mencapai 18 ekor,” ujar Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Effendy saat dikonfirmasi pada, Selasa (29/4/2025).

Menurutnya, kematian kerbau itu disebabkan oleh bakteri Speticaemia Epizootica (SE) atau dikenal dengan sebutan penyakit ngorok.

“Bakteri ini timbul apabila cuaca tidak mendukung seperti hujan, sehingga kelembaban tinggi. Tetapi kalau panas bakteri mati, namun bibitnya masih ada. Makanya kita salurkan vaksin,” imbuhnya.

Ia mengatakan perkembangan bakteri SE juga cenderung semakin tinggi saat kondisi cuaca tidak kondusif atau pancaroba.

“Untuk mencegah hewan ternak utamanya sapi dan kerbau terjangkit penyakit ngorok, perlu dilakukan vaksin mulai dari enam bulan sekali atau satu tahun sekali,” katanya.

Diketahui, wilayah yang memang banyak bakteri SE atau penyakit ngorok yaitu seperti Merapi di Lahat, Empat Lawang, Ogan Komering Iir (OKI) dan Musi Rawas Utara (Muratara).

“Kita sudah salurkan vaksin seperti di Lahat itu sudah 500 vaksin, dan karena populasi juga tinggi di OKI kita berikan 2.000 vaksin,” ungkap dia. (Tia)

Berita Terkait

Feby Herman Deru: PMR Bukan Sekadar Ekskul, tetapi Garda Terdepan Kemanusiaan
Polisi Geruduk Tempat Hiburan Malam Elite di Palembang, 50 Pengunjung di Tes Urine 
Diduga Aniaya Sopir di Workshop, Direktur Perusahaan di Palembang Jadi Tersangka
Ribuan Jemaah Padati PSCC, Ratu Dewa Hadiri Tabligh Akbar Bersama Habib Syech
Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 
Proyek Pipa Transmisi Rp21 Miliar di PALI Belum Dibayar, Publik Desak Penanganan Hukum Transparan
Padamkan Karhutla Muratara, Helikopter Lakukan 19 Kali Water Bombing
FESyar Sumatera 2026, Perkuat Sinergi dan Transformasi Digital untuk Akselerasi Ekonomi Syariah Regional

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:44 WIB

Feby Herman Deru: PMR Bukan Sekadar Ekskul, tetapi Garda Terdepan Kemanusiaan

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:15 WIB

Polisi Geruduk Tempat Hiburan Malam Elite di Palembang, 50 Pengunjung di Tes Urine 

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:01 WIB

Diduga Aniaya Sopir di Workshop, Direktur Perusahaan di Palembang Jadi Tersangka

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:31 WIB

Ribuan Jemaah Padati PSCC, Ratu Dewa Hadiri Tabligh Akbar Bersama Habib Syech

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:29 WIB

Diduga Cemburu, Suami Aniaya Istri hingga Bibir Pecah 

Berita Terbaru