Belajar Tatap Muka Kembali Ditunda

- Redaksi

Senin, 5 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Hasan Basri

Photo: Hasan Basri

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) yang ingin diterapkan di Palembang pada 12 Juli mendatang, dipastikan tidak dapat terlaksana. Penerapan ini belum dapat dilakukan karena masih tingginya kasus penyebaran virus corona (COVID-19).

“Pemerintah kota Palembang bersama stakeholder terkait sepakat untuk menunda (PTM pada 12 Juli 2021), mengingat tren angka kasus terkonfirmasi COVID-19 masih terus meningkat dan fluktuatif,” ungkap Walikota Palembang, Harnojoyo, usai melakukan rapat koordinasi persiapan tatap muka di Rumah Dinas Walikota Palembang, Senin (5/7/2021).

Menurut Harnojoyo, kota Palembang saat ini masih zona merah COVOD-19 dan angka tingkat hunian rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) pun sudah mencapai 70 persen.

“Kenaikan BOR ini cepat sekali karena itu kita juga mempertimbangkan hal ini untuk menggelar tatap muka. Jadi kita masih memberlakukan sekolah dengan tetap daring yang masih berlaku saat ini,” jelas dia.

Lanjut dia, pembelajaran daring ini dilakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan atau sambil menunggu sampai situasi yang benar-benar membaik.

“Untuk vaksin guru kita sudah 80 persen tapi kita akan lakukan percepatan vaksinasi untuk anak-anak kita mulai usia 12 hingga 17 tahun,” jelas dia.

“Ini akan diupayakan secepat mungkin, jika antibodi kuat maka proses belajar mengajar akan segera dapat dilakukan. Akan kita koordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk melakukan vaksinasi anak-anak ini. Intinya kita masih lakukan daring dan yang terpenting kita sehat semua,” tegas dia.

Sementara itu, Kepala Dinas pendidikan Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan setelah mendapatkan masukan dari semua pihak dari Dinkes, Ikatan Dokter dan lain sebagainya akhirnya rekomendasi tak didapatkan untuk tatap muka ini digelar 12 Juli mendatang.

“Rekomendasi ini tidak kita dapatkan dan kita pastikan guru dan siswa untuk divaksin,” jelas dia.

Untuk guru, kata dia, telah dilakukan dan untuk siswa saat ini akan dilakukan sambil menunggu vaksin. “Kita akan mulai vaksin buat siswa. Jika sudah terpenuhi nanti juga akan kita tinjau ulang. Yang pasti saat ini kita mengutamakan keselamatan, kesehatan yang sangat penting,” jelas dia.

“Karena itu dengan mohon maaf bahwa tatap muka ini kita tunda sampai menunggu situasi yang betul-betul baik dan vaksin dilaksanakan dan pembelajaran kita tetap daring,” tambah Zulinto. (ANA)

Berita Terkait

Launching Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Mendisdakmen RI Abdul Mu’ti: Wujudkan Generasi Indonesia Unggul Berkualitas
Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan
Satu-satunya Perguruan Tinggi di Sumatera, UMP Raih Nominator Mitra Klinik Hukum Terbaik
Ratu Dewa Pastikan Sekolah Rusak Diperbaiki Tahun Depan
Fakultas Hukum Unsri Jajaki Kemitraan dengan Leiden Law School Belanda
Mahasiswa Hukum Harus Jadi Pemimpin Tangguh, Siap Hadapi Tantangan Zaman
Wakil Ketua DPRD PALI: Guru Pilar Utama Dalam Dunia Pendidikan
Dorong Motivasi Belajar Siswa, IBL Percantik Lapangan Basket MAN 1

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:36 WIB

Launching Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Mendisdakmen RI Abdul Mu’ti: Wujudkan Generasi Indonesia Unggul Berkualitas

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:15 WIB

Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan

Senin, 1 Desember 2025 - 15:29 WIB

Satu-satunya Perguruan Tinggi di Sumatera, UMP Raih Nominator Mitra Klinik Hukum Terbaik

Senin, 1 Desember 2025 - 12:25 WIB

Ratu Dewa Pastikan Sekolah Rusak Diperbaiki Tahun Depan

Kamis, 27 November 2025 - 12:29 WIB

Fakultas Hukum Unsri Jajaki Kemitraan dengan Leiden Law School Belanda

Berita Terbaru