Banyak Hewan Kurban Belum Cukup Umur: Sapi 7,9 Persen dan Kambing 60 Persen

- Redaksi

Kamis, 15 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah Peternakan Sapi di Jalan Demang Lebar Daun. (Photo: Reza Mardiansyah)

Rumah Peternakan Sapi di Jalan Demang Lebar Daun. (Photo: Reza Mardiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) masih menemukan hewan kurban di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang tidak sesuai standar. Hal ini terungkap usai PDHI melakukan pemeriksaan hewan kurban di seluruh wilayah Sumsel.

Menurut Ketua PDHI Sumsel, Jafrizal, jika dari pemantauan ia dan timnya yang secara bergantian mulai dari Ogan Ilir, Banyuasin, Prabumulih, dan hari ini di Palembang, pihaknya menemukan ada 7,9 persen Sapi kurban yang dijual tidak memenuhi standar, umumnya belum cukup umur.

“Jadi umurnya itu belum cukup sebagai standad syariat Islam, Sapi minimal sudah harus berumur dua tahun,” kata Jafrizal, saat mengecek salah satu rumah pertenakan sapi di Jalan Demang Lebar Daun, Kamis (15/7/2021).

Sementara itu, ditemukan juga sekitar 60 persen Kambing Kurban yang juga belum mencukupi umur. Untuk itu ia pun sudah memberikan arahan kepada masyarakat, dan peternak untuk membeli dan menjual hewan sesuai anjuran Majelis Ulama Indonesia (MUI), di mana hewan yang dijual adalah hewan yang sudah cukup umur.

“Untuk menentukan umur hewan kurban tidak bisa melalui kasat mata. Bahkan, ada hewan yang badanya besar, namun umurnya masih di bawah standar kurban,” katanya.

Jafrizal menjelaskan, jika untuk mengetahui umur hewan kurban, kita bisa melihat dari pertumbuhan atau pergantian Gigi depan hewan tersebut. Selain mengecek syarat hewan kurban yang dijual, pihaknya memastikan kesehatan kurban tidak membawa penyakit ke manusia.

“Adapun beberapa jenis penyakit hewan kurban yang diantisipasi adalah, Cacing hati, Antaraks, Salmonella, Leptospirosis, Brucellosis, dan lainnya. Untuk hewan kurban biasanya mereka melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem. Dari sisi kesehatan tidak ada masalah,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Saksi Bantah BAP di Sidang Korupsi Dana Desa Lubuk Muda, Hakim Beri Peringatan
Perkuat Peran Perempuan dan Ketahanan Keluarga, TP PKK Sumsel dan IIPK Bank Sumsel Babel Berkolaborasi dalam Pengajian Rutin
Dorong Pemerataan Sepak Bola di 17 Kabupaten/Kota, Ini 8 Program yang Diusung Didi Yanto
Pelaku Penembakan Briptu Hamdi Mengaku Gunakan Senpira Peninggalan Paman
Ditinggal Anak dan Cucu, Nenek Asal Selapan Nyaris Lompat dari Jembatan Ampera
Sekda Palembang Aprizal Hasyim Tegaskan BUMD Harus Profesional, Tingkatkan Kinerja dan Kontribusi PAD
13 Hari Pasca-Pengeroyokan Jurnalis Palembang, Koalisi Pers Sumsel Pertanyakan Kinerja Mapolda Sumsel
Kanit Samapta Polsek BMT Jadi Pembina Upacara di Sekolah Charitas 03, Sosialisasikan Program POLIDIK

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Saksi Bantah BAP di Sidang Korupsi Dana Desa Lubuk Muda, Hakim Beri Peringatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Perkuat Peran Perempuan dan Ketahanan Keluarga, TP PKK Sumsel dan IIPK Bank Sumsel Babel Berkolaborasi dalam Pengajian Rutin

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Dorong Pemerataan Sepak Bola di 17 Kabupaten/Kota, Ini 8 Program yang Diusung Didi Yanto

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Pelaku Penembakan Briptu Hamdi Mengaku Gunakan Senpira Peninggalan Paman

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Sekda Palembang Aprizal Hasyim Tegaskan BUMD Harus Profesional, Tingkatkan Kinerja dan Kontribusi PAD

Berita Terbaru

Foto : 2 pelaku diamankan

Kota Palembang

Pelaku Penembakan Briptu Hamdi Mengaku Gunakan Senpira Peninggalan Paman

Selasa, 27 Okt 2026 - 12:12 WIB