SUARAPUBLIK.ID, OKU TIMUR – Mengantisipasi potensi bencana alam akibat intensitas curah hujan yang tinggi, jajaran Polsek Buay Madang Timur melaksanakan monitoring berkala terhadap debit air di area pemukiman sepanjang bantaran Sungai Macak dan Aliran Irigasi Bendungan Komering (BK), Minggu (17/05/2026).
Kegiatan tanggap bencana yang dimulai sejak Pukul 11.45 WIB ini dilaksanakan oleh Anggota Piket Sabhara Polsek Buay Madang Timur, Aipda Sahrul Munir.
Pengecekan difokuskan pada sejumlah titik rawan luapan air, termasuk aliran Sungai Macak di Desa Sukoharjo, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatra Selatan.
Kapolsek Buay Madang Timur, Iptu Swisspo, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pantauan di lapangan, debit air di Sungai Macak memang mulai mengalami kenaikan akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut pada waktu yang tidak menentu.
Meski demikian, kondisi aliran air saat ini dipastikan masih dalam kategori normal dan aman dari area pemukiman warga.
“Patroli dan monitoring ini akan terus kami lakukan secara berkala. Unit Intelijen dan Bhabinkamtibmas juga telah diinstruksikan untuk berkoordinasi intensif dengan perangkat desa setempat guna memetakan serta mengantisipasi potensi area rawan banjir maupun tanah longsor,” jelas Iptu Swisspo.
Selain melakukan pengecekan fisik, pihak kepolisian turut memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat yang tinggal di seputaran bantaran sungai.
Warga diminta untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai, menghentikan penebangan pohon demi menjaga wilayah resapan air, serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jembatan di musim penghujan.
Secara khusus, para orang tua juga diimbau untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka agar tidak bermain di sekitar bantaran Sungai Macak maupun sepanjang aliran irigasi guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Kegiatan monitoring yang berakhir pada Pukul 12.00 WIB ini berjalan dalam situasi yang aman, lancar, dan kondusif.
Penulis : Mamat
Editor : Aan Wahyudi

















