500 Emak-emak Akan Geruduk Kantor Gubernur, Ini Penyebabnya

- Redaksi

Sabtu, 16 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapublik.id, Lahat – Setidaknya 500 emak-emak yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Merapi Area Bersatu (AMMAB), dalam waktu dekat ini, akan melakukan demonstrasi di Kantor Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

 

Tiada lain, Menuntut dan mendesak Gubernur Sumsel untuk mencabut izin toleransi yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumsel tertangg 8 November 2018, yang ditanda tangani oleh Kadishub Sumsel, Nelson Firdaus MM pada saat itu.

 

Ketua AMMAB Rozi Ardiansyah membenarkan, bahwasanya pihaknya dan emak-emak perwakilan dari masing-masing Desa dari Kecamatan Merapi Barat dan Merapi Timur, yang dilintasi Houling Batubara.

 

“Ada 500 massa akan berangkat menggunakan bus, akan menggelar aksi demo di halaman Kantor Gubernur Sumsel pada 18 April 2022,” jelasnya, Sabtu (16/4/2022).

 

Dikatakannya, pihaknya (AMMAB) sudah mendapat dukungan dari kepala desa (Kades) di Kecamatan Merapi Barat dan Merapi Timur terdiri dari delapan kades membubuhkan tanda tangan, yang terdampak langsung houlding batubara ini.

 

“Meminta kepada Gubernur Sumsel, H Herman Deru SH MM, agar izin toleransi yang sudah berjalan empat tahun minta dicabut, dikarenakan sudah banyak korban meninggal dunia dijalan umum, khususnya angkutan batu bara yang melintas mulai dari kota Lahat hingga ke Muara Lawai, ribuan truk batubara, dan truk peti kemas, memadati jalan lintas Sumatera mulai pukul 18.00 wib,” terang Rozi seraya menegaskan dampak debu batubara setiap hari dihirup warga di pinggir jalan, ini bahaya bagi kesehatan masyarakat di Merapi.

 

Senada, Misra Koordinator Aksi mengaku, ijin Surat pemberitahuan aksi demo sudah kita sampaikan ke Polda Sumsel, Poltabes Palembang sebagai tembusan.

 

“Aksi ini murni masyarakat Merapi Area, untuk mendesak agar ijin toleransi yang sudah berjalan empat tahun, segera dicabut, sudah tidak sesuai lagi, dikeluarkan oleh Dishub Provinsi Sumsel. Berdasarkan pergub tahun 2018,” tuturnya.

 

Senada, Tokoh Pemuda Merapi Area, Heriyadi mengaku, transfortir yang perduli dengan masyarakat cuma PT Tiga Putri bersaudara yang nilai sosialnya tinggi.

 

“Sangat peduli dengan lingkungan dan mobilnya penerpalanya rapi, cuma transfortir TPB yang peduli dengan masyarakat yang terdampak houling batubara,” tegasnya.

Berita Terkait

Polisi Dalami Karhutla 350 Hektare di Bukit Senubut Lahat
Perkuat Sinergi Strategis dengan Pemerintah Daerah, Bank Sumsel Babel Dukung Akselerasi Perekonomian Kabupaten Lahat
Intel TNI Turun Tangan Obrak-Abrik Sarang Narkoba di Lahat
Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing
Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157
DPRD Lahat Gelar Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-157, Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Pembangunan Daerah
Begal Motor Pelajar di Muara Payang Diringkus Tim Gabungan, Satu Pelaku Masih Buron
PWI Lahat Resmi Dilantik, Siap Perkuat Profesionalisme dan Sinergi Daerah
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:41 WIB

Polisi Dalami Karhutla 350 Hektare di Bukit Senubut Lahat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:20 WIB

Perkuat Sinergi Strategis dengan Pemerintah Daerah, Bank Sumsel Babel Dukung Akselerasi Perekonomian Kabupaten Lahat

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:58 WIB

Intel TNI Turun Tangan Obrak-Abrik Sarang Narkoba di Lahat

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:28 WIB

Sultan Muda Goes to Lahat, BSB Dorong Anak Muda Jadi Penggerak UMKM Berdaya Saing

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dongkrak Digitalisasi UMKM, Bank Sumsel Babel Gelar Promo Belanja Rp157 Spesial HUT Lahat ke-157

Berita Terbaru