22 PKS Tanpa Kebun di Sumsel Dinilai Berpotensi Ganggu Stabilitas Industri Sawit

- Redaksi

Selasa, 9 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi saat rakor penanganan gangguan usaha perkebunan sawit, Selasa (9/12/2025). Foto: Tia

Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi saat rakor penanganan gangguan usaha perkebunan sawit, Selasa (9/12/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Keberadaan 22 pabrik kelapa sawit (PKS) tanpa kebun inti di Sumatera Selatan dinilai dapat mengganggu stabilitas rantai pasok industri sawit dan meningkatkan risiko peredaran tandan buah segar (TBS) ilegal.

Sumsel memiliki total 1,04 juta hektare lahan perkebunan, di mana 997.559 hektare di antaranya merupakan perkebunan sawit dengan 277 perusahaan yang tersebar terutama di Banyuasin, Musi Banyuasin, dan OKI.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi menyampaikan bahwa 22 PKS tanpa kebun inti itu tersebar di Banyuasin (6 unit), Muara Enim (6 unit), Musi Rawas (5 unit), dan Musi Banyuasin (5 unit).

“Secara perizinan mereka ada, tetapi jaminan suplai berdasarkan kepemilikan kebun tidak ada,” ujar Andi saat diwawancarai usai rakor penanganan gangguan usaha perkebunan sawit, Selasa (9/12/2025).

Andi mengatakan bahwa ketidakpastian pasokan di PKS non-kebun membuka peluang persaingan tidak sehat dalam perebutan TBS dan mendorong munculnya praktik ilegal.

“Kondisi ini dapat memicu munculnya ram sawit atau rantai alternatif yang menjadi tempat transaksi TBS ilegal,” katanya.

Ia menyebut bahwa pergerakan minyak dari jalur ram di Sumsel diperkirakan mencapai 40 ribu ton per hari, sehingga pengawasan terhadap pasokan sawit menjadi semakin penting.

“Salah satu tantangan besar kita adalah tren pencurian TBS yang terus meningkat,” imbuhnya.

Sepanjang 2025, terdapat 373 kasus pencurian TBS, dengan Musi Banyuasin dan Musi Rawas menjadi wilayah dengan kasus terbanyak.

“Dari seluruh kasus tersebut, 262 sudah diselesaikan dengan menetapkan 456 tersangka,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman, Deru menuturkan peningkatan kasus pencurian TBS dikhawatirkan berdampak pada minat investor di sektor perkebunan.

“Bisa saja investor takut kalau buah sawit diambil, tetapi motivasi pelaku juga harus dilihat, apakah karena ingin kaya atau karena kebutuhan,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pencurian TBS kini menjadi masalah besar, terlepas dari apakah hal itu berkaitan langsung dengan keberadaan PKS tanpa kebun.

“Ini sedang dikaji, apakah penyebabnya kurang pengawasan, faktor ekonomi, atau perilaku,” ucap dia.

Berita Terkait

Gelar Aksi di Ampera, EcoVoice Desak Evaluasi Tata Kelola SDA dan Penindakan Perusahaan Terindikasi Karhutla
Polisi Gerebek Dua Lokasi Diduga Markas Kampung Narkoba di SU I Palembang
Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp
Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus
Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang
Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober
Ditagih Utang Rp400 Ribu, IRT Mengaku Dicengkeram dan Dipukul Gagang Sapu
Cemburu Mantan Pacar, AG Bacok JC dan Bawa Kabur Avanza

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Gelar Aksi di Ampera, EcoVoice Desak Evaluasi Tata Kelola SDA dan Penindakan Perusahaan Terindikasi Karhutla

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Polisi Gerebek Dua Lokasi Diduga Markas Kampung Narkoba di SU I Palembang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang

Berita Terbaru