148 Ribu Rumah Tak Layak Huni di Sumsel, Tiga Daerah Dominasi Angka Tertinggi

- Redaksi

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan rumah susun 26,ilir Palembang. Foto: Tia

Kawasan rumah susun 26,ilir Palembang. Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebanyak 148.609 rumah tidak layak huni (RTLH) pada tahun 2025 tercatat di Porvinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dengan konsentrasi terbanyak di Ogan Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.

Data ini berdasarkan pemutakhiran Data Terpadu Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dan laporan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) kabupaten/kota.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Sumsel, Novian Aswardani, menyebut tiga daerah dengan jumlah RTLH terbanyak adalah Kabupaten Ogan Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin.

“Di Ogan Ilir ada 26.413 unit, Musi Banyuasin 25.313 unit, dan Banyuasin 23.111 unit,” ungkap Novian saat memberikan keterangan pada, Kamis (11/9/2025).

Selain ketiga daerah tersebut, jumlah RTLH juga cukup tinggi di OKU Selatan (18.059 unit), Muara Enim (9.179 unit), Musi Rawas (8.678 unit), dan Lahat (7.009 unit).

Sedangkan di kota besar seperti Palembang, jumlah RTLH tercatat sebanyak 3.067 unit rumah. Oleh sebab itu, untuk mengatasi persoalan ini pemerintah daerah (pemda) terus mendorong upaya perbaikan RTLH melalui berbagai skema pendanaan.

Tahun ini, ditargetkan sebanyak 3.025 unit rumah yang akan ditingkatkan kualitasnya, dengan sumber anggaran berasal dari dana desa (6 unit), APBD (2.865 unit), dan kontribusi corporate social responsibility (CSR) sebanyak 154 unit.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan perbaikan 79 unit rumah sepanjang tahun ini.

Hingga akhir Agustus 2025, sebanyak 24 unit telah berhasil direnovasi melalui program CSR perusahaan.

“Pemprov terus mendorong keterlibatan dunia usaha melalui CSR. Ini adalah upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat,” jelas Novian.

Ia menambahkan, penanganan RTLH bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga berkaitan dengan kualitas hidup masyarakat jangka panjang.

“Lingkungan yang sehat akan menumbuhkan generasi yang sehat dan unggul,” ucap dia.

Berita Terkait

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Sambut HUT Sumsel ke-80, Bank Sumsel Babel Perluas Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Tim Tabur Kejati Sumsel Ringkus Buronan Kasus Asusila di Sekayu
Blackout Massal Landa Sumatera, Sistem Kelistrikan Sumbagut Padam Total
Ekspansi Strategis, Chery Resmikan Dealer 3S Baru di Palembang untuk Perkuat Pasar Sumatera Selatan
50 Anak Ikuti Sunat Massal Gratis HUT Kota Palembang Dan Hut Bhayangkara ke 80
Gubernur Sumsel Harapkan Kampus Jadi Penggerak Pelestarian Alam
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:14 WIB

Sambut HUT Sumsel ke-80, Bank Sumsel Babel Perluas Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:45 WIB

Tim Tabur Kejati Sumsel Ringkus Buronan Kasus Asusila di Sekayu

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:56 WIB

Blackout Massal Landa Sumatera, Sistem Kelistrikan Sumbagut Padam Total

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:21 WIB

Ekspansi Strategis, Chery Resmikan Dealer 3S Baru di Palembang untuk Perkuat Pasar Sumatera Selatan

Berita Terbaru

Foto.:  kebakaran di jalan Silaberanti

Kota Palembang

4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:17 WIB