Sudah Tiga Minggu Harga Cabai Belum Kunjung Naik

- Redaksi

Jumat, 24 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga cabai masih belum kunjung naik

Harga cabai masih belum kunjung naik

SUARAPUBLIK, PALEMBANG – Lantaran stok hasil panen melimpah, harga cabai masih di kisaran Rp12.000 per kilogram.

Ratna, salah satu pedagang Pasar Induk Jakabaring mengatakan, kondisi penurunan harga cabai tersebut telah berlangsung selama tiga pekan terakhir.

“Biasanya harga cabai berkisar Rp40.000 per kg, sempat melambung tinggi Rp80.000 per kg pada awal tahun ini,” katanya, Jumat (24/9/2021).

Ditambahkannya, penurunan harga tersebut tidak hanya untuk jenis komoditas cabai merah, melainkan juga cabai hijau yang kini berkisar Rp10.000 per kg.

“Harga di pasar sangat berpengaruh sekali, karena stok jenis komoditas tersebut memang berlimpah,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono mengatakan, penurunan harga tersebut lantaran adanya panen serentak yang dilakukan petani di daerah Banyuasin dan sekitarnya.

“Selain itu daerah-daerah di luar Sumsel sudah masuk musim panen sehingga pasokan dari luar masuk ke Palembang. Akibatnya stok di pasaran melimpah,” katanya.

Dia menerangkan, cabai merupakan komoditas hortikultura dengan daya simpan yang singkat, sehingga pedagang pengumpul tidak akan mungkin menyimpan stok cabai mereka dalam waktu lama.

Bambang memastikan bahwa meskipun saat ini terjadi penurunan untuk harga cabai, namun pada tingkat petani sebagian daerah kondisinya masih terbilang baik.

“Informasi petugas lapangan di daerah sentra cabai seperti Pagaralam, Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muara Enim. Saat ini harga cabe di tingkat petani masih cukup baik di atas Rp10.000 per kg,” paparnya.

Menurut dia harga yang terjaga itu disebabkan sebagian wilayah mereka baru mulai masa tanam. Pihaknya terus melakukan pembinaan kepada petani dengan melakukan pola tanam dan perbaikan pasca panen sampai hilirisasi. Ini dinilai cukup tepat dalam membudidayakan komoditas hortikultura. (Nat)

Berita Terkait

Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya
Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental
Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds
Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid
Tertekan Kurs Dolar, PT DLU Desak Kemenhub Berikan Insentif Operasional
Harga Emas Perhiasan di Palembang Hari Ini Rp 16 Juta per Suku
Aryaduta Gencarkan Gaya Hidup Sehat Melalui Program Wellness “Tjakap Djiwa”
Revolusi Rasa Nusantara, Sarjana Kerupuk Palembang Mengubah Pempek dan Kerupuk Jadi Bisnis Online Pertama di Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:23 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Hadirkan “Red Lantern – AYCE Iftar Buffet”, Perpaduan Ramadan dan Imlek yang Sarat Harmoni Budaya

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:54 WIB

Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Ramadan dengan Gaya Oriental

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:22 WIB

Go Global, Pegadaian Raih Penghargaan Internasional atas Penerbitan Sukuk dan Social Bonds

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:42 WIB

Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM dan Ekosistem Kerja yang Solid

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:56 WIB

Tertekan Kurs Dolar, PT DLU Desak Kemenhub Berikan Insentif Operasional

Berita Terbaru

Sumsel

Wabup Rohman Serahkan LKPD Muba ke BPK Sumsel

Selasa, 31 Mar 2026 - 17:52 WIB

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI, Rahmad Irwan, memberikan keterangan kepada awak media usai sidang di PN Palembang, Selasa (31/3/2026).

Kota Palembang

JPU KPK Dalami Dugaan Aliran Dana, Nama Teddy Merliansa Masih Dikaji

Selasa, 31 Mar 2026 - 17:24 WIB