Walhi: Kebakaran Lahan Ogan Ilir Belum Mengkhawatirkan

- Redaksi

Sabtu, 7 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kebakaran hutan

Ilustrasi kebakaran hutan

SUARAPUBLIK, PALEMBANG – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Selatan menilai, kebakaran hutan dan lahat (Karhutla) yang saat ini terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI) tidak terlalu mengkhawatirkan. Karena berada di lahan rawa.

“Kebakaran di rawa tidak terlalu mengkhawatirkan, ketimbang kejadian yang sama terjadi di lahan gambut,” kata Direktur Eksekutif Walhi Sumsel, Hairul Sobri, Sabtu (7/8/2021).

Ditambahkan Sobri, struktur lahan gambut dan rawa sangat berbeda. Kalau gambut lebih sulit dipadamkan jika terjadi kebakaran. Sehingga menyebabkan sebaran hotspot tidak terkendali. Sedangkan untuk lahan bukan gambut lebih mudah dipadamkan, dan asapnya tidak masif.

“Kebakaran di lahan gambut tidak bisa dipadamkan oleh water boombing dan pemadaman darat. Seperti contoh kebakaran besar yang terjadi pada lahan gambut di Sumsel pada tahun 2015 dan 2019 lalu. Hanya hujan lebat yang dapat memadamkannya, gambut yang rusak akan menyebabkan bencana kabut asap,” ujar dia.

Di Sumsel, total luasan gambut ada sekitar 1,2 juta ha dengan luasan wilayah gambut berada di kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) seluas 750 ribu ha. Selebihnya gambut tersebut tersebar di beberapa daerah lain, seperti Musi Banyuasin (Muba) dan Banyuasin.

Walhi mengaku, tetap konsisten menentang perluasan Hutan Tanaman Industri (HTI) dalam memperluas lahan sawit di kawasan gambut. Gambut yang secara fungsi dapat menyerap air justru dirusak. Kondisi ini secara langsung akan menimbulkan banyak kerusakan lingkungan.

“Gambut sengaja dikeringkan hingga airnya habis. Ketika airnya habis, industri akan menggunakan cara praktis membuka lahan dengan cara dibakar. Inilah yang menjadi penyebab bencana kabut asap yang menyebar tidak hanya ke provinsi tetangga, melainkan ke negara tetangga,” katanya.

Walhi meminta pemerintah daerah secara maksimal mengupayakan pencegahan Karhutla. Pasalnya, kebakaran sebesar 188 Hektare (ha) lahan rawa di OI, menjadi preseden buruk pencegahan Karhutla di tahun 2021.

“Ini alarm jika potensi Karhutla masih akan terjadi meski tidak di lahan gambut. Ini juga menjadi alarm kemarau panjang yang terjadi. Seperti tahun sebelumnya, OI menjadi wilayah pembuka tempat terjadi karhutla,” ungkapnya. (Nat)

Berita Terkait

Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari Mahasiswa D3 Gizi
Menjadi Pribadi Berkarakter Melalui Nilai-Nilai Pancasila
Dari Hal Kecil dalam Kehidupan Sehari-hari
Essay Implementasi Pancasila pada Kehidupan Sehari-hari 
Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Bukan Cuma Hafalan
Membumikan Pancasila dalam Keseharian
Membumikan Pancasila melalui Aktivitas Sehari-hari

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:06 WIB

Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari Mahasiswa D3 Gizi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:59 WIB

Menjadi Pribadi Berkarakter Melalui Nilai-Nilai Pancasila

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:55 WIB

Dari Hal Kecil dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:49 WIB

Essay Implementasi Pancasila pada Kehidupan Sehari-hari 

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:43 WIB

Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Berita Terbaru

Sumsel

Menjadi Pribadi Berkarakter Melalui Nilai-Nilai Pancasila

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:59 WIB

Sumsel

Dari Hal Kecil dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:55 WIB

Sumsel

Essay Implementasi Pancasila pada Kehidupan Sehari-hari 

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:49 WIB

Sumsel

Pengamalan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:43 WIB