Sumsel Targetkan 35 Ribu Orangtua Asuh untuk Atasi Stunting

- Redaksi

Kamis, 5 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Untuk menurunkan angka stunting yang masih tinggi, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan 35 ribu orangtua asuh pada akhir 2024. Program ini bertujuan untuk memberikan bantuan dan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting dan yang sudah mengalami stunting.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumsel, Mediheryanto, mengatakan bahwa orangtua asuh akan memberikan dukungan dalam bentuk pemberian makanan bergizi, vitamin, serta pendampingan terhadap keluarga yang membutuhkan. “Orangtua asuh ini berfungsi untuk memberikan bantuan dan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting. Mereka juga akan melakukan monitoring setiap tiga bulan untuk melihat perkembangan yang terjadi,” jelas Mediheryanto, usai acara peluncuran Program Orangtua Asuh di Kantor Gubernur Sumsel, Kamis (5/12/2024).

Dalam program ini, orangtua asuh yang berasal dari pemerintah dan sektor swasta akan memberikan berbagai bantuan seperti makanan bergizi, antara lain telur, dan vitamin, serta dana harian sebesar Rp15 ribu selama tiga bulan. Pendampingan dilakukan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan berdampak positif terhadap perkembangan anak-anak yang berisiko stunting.

Angka stunting di Sumsel masih menjadi perhatian besar. Berdasarkan data dari Aplikasi Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) Dinas Kesehatan Sumsel per Oktober 2024, terdapat 6.092 balita yang mengalami stunting. Meskipun angka ini menunjukkan penurunan, angka tersebut masih jauh dari target yang diinginkan.

Mediheryanto berharap, dengan adanya partisipasi aktif dari masyarakat, terutama kepala daerah, penurunan angka stunting dapat tercapai sesuai dengan target penurunan prevalensi sebesar 14% di akhir 2024.

Selain itu, data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan bahwa angka stunting di Sumsel meningkat pada tahun 2023, yakni 20,3%, naik 1,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2022, angka stunting sempat turun signifikan menjadi 18,6% dari 24,8% pada 2021.

Program orangtua asuh diharapkan dapat menjadi salah satu solusi efektif untuk mengurangi prevalensi stunting di Sumsel dan meningkatkan kesejahteraan anak-anak di daerah tersebut.

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Angkat Songket Motif Nanas Prabumulih melalui Azizah Songket di INACRAFT 2026
Taekwondo New Generation Wakili Banyuasin, Bidik Juara Umum Hj Meilinda Cup 2026
Pergoki Suami Bersama WIL di Hotel, IRT Lapor Polisi
Ardi Hernando Wakili Sumsel Susun Filosofi Sepak Bola Nasional, Terpilih Usai Bawa EPA Sumsel United Juara
Kapolda dan Wali Kota Palembang Siapkan Penataan Kampung Narkoba Jaya Laksana
Jual Sepeda Gunung Curian Rp100 Ribu, Pria di Palembang Ditangkap Buser Polsek SU II
Kecanduan Judi Slot, Pria di Palembang Curi Saldo E-Money Teman Rp2,8 Juta
Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Angkat Songket Motif Nanas Prabumulih melalui Azizah Songket di INACRAFT 2026

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:13 WIB

Taekwondo New Generation Wakili Banyuasin, Bidik Juara Umum Hj Meilinda Cup 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Pergoki Suami Bersama WIL di Hotel, IRT Lapor Polisi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Ardi Hernando Wakili Sumsel Susun Filosofi Sepak Bola Nasional, Terpilih Usai Bawa EPA Sumsel United Juara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Kapolda dan Wali Kota Palembang Siapkan Penataan Kampung Narkoba Jaya Laksana

Berita Terbaru