Smart Exercise, Olahraga Aman Sesuai Kondisi Jantung Bagi Kelompok Usia Lanjut

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya olahraga yang aman dan sesuai dengan kondisi tubuh, tim dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk smart exercise, Kamis 30 Oktober 2025.

Dokter Raden Ayu Tanzila M Kes selaku tim pelaksana dari kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan smart exercise

atau edukasi dan implementasi aplikasi sederhana pemantauan olahraga sesuai usia dan kondisi jantung ini bertujuan untuk  pengenalan konsep olahraga cerdas yang mempertimbangkan kondisi kesehatan jantung, terutama bagi kelompok usia lanjut.

“Banyak lansia yang masih aktif berolahraga, tapi tidak semuanya memahami batas aman aktivitas fisik mereka. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan edukasi berbasis data kesehatan, khususnya denyut jantung, agar olahraga yang dilakukan tetap menyehatkan dan tidak membahayakan,” ujarnya.

Diterangkannya, kegiatan dimulai dengan sesi senam ringan bersama, dilanjutkan dengan pengukuran denyut jantung sebelum dan sesudah olahraga menggunakan alat monitor sederhana. Data yang diperoleh digunakan untuk menentukan intensitas olahraga yang sesuai dengan usia dan kondisi jantung masing-masing peserta.

Raden Ayu Tanzila berharap, kegiatan semacam ini dapat terus dilanjutkan secara rutin dan dikembangkan dalam skala lebih luas.

“Kami ingin masyarakat, khususnya lansia, dapat berolahraga dengan bijak, tidak asal bergerak. Karena olahraga yang tepat, bukan yang berat, adalah kunci menuju hidup sehat di usia lanjut,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama dr Ni Made Elva Mayasari menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi sederhana dapat membantu masyarakat melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan jantung akibat aktivitas fisik berlebihan.

“Pemantauan denyut jantung secara berkala sangat penting, terutama bagi lansia dengan riwayat hipertensi atau penyakit jantung. Dengan aplikasi ini, mereka bisa lebih waspada dan tahu kapan harus berhenti atau menurunkan intensitas olahraga,” jelasnya.

Peserta yang mayoritas ibu-ibu lansia terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka mendapatkan kesempatan berkonsultasi langsung dengan tim medis, mempelajari cara menghitung denyut jantung maksimal (Maximum Heart Rate), serta memahami zona latihan aman sesuai dengan kondisi masing-masing.

Melalui kegiatan ini, dijelaskannya  tidak hanya memberikan edukasi kesehatan, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kebugaran tubuh. (ANA)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *