Serapan Baru 50 Persen, Pemerintah Diminta Segera Belanja

- Redaksi

Rabu, 3 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel, Lyidia Kurniawati Christyana. (Photo: Istimewa/Reza Mardiansyah)

Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel, Lyidia Kurniawati Christyana. (Photo: Istimewa/Reza Mardiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Serapan belanja di sejumlah Kabupaten/kota se-Sumatera Selatan (Sumsel), masih tergolong rendah. Hingga September 2021, ada beberapa yang realisasinya masih di bawah 50 persen.

Hal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel, Lyidia Kurniawati Christyana, Rabu (3/11/2021). Kata dia, dari 17 Kabupaten/kota serapan belanja tertinggi ada di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Serapannya sudah mencapai 78,69 persen. “Sedangkan paling rendah Kabupaten Musi Rawas Utara baru mencapai 37,74 persen,” kata Lidya.

Selain Musi Rawas Utara, ada tujuh daerah yang realisasi belanjanya masih di bawah 50 persen. Di antaranya, Kota Palembang 49,19 persen dan Lubuk Linggau 41,38 persen. Kemudian, Kabupaten Empat Lawang 46,15 persen, PALI 45,60 persen, Banyuasin 45,56 persen, Lahat 43,94 persen, dan Ogan Ilir 43,54 persen.

“Untuk serapan tertinggi selain Muba, ialah OKU Selatan 60,61 persen, OKU Timur 55,88 persen, Musi Rawas 53,55 persen, Pagar Alam 52,11 persen, OKU 51,05 persen, Muara Enim 51 persen, dan OKI 50,92 persen. Untuk Provinsi Sumsel 50,23 persen,” jelasnya.

Lidya mengatakan, pihaknya mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota segera melakukan serapan tersebut agar perekonomian bisa kembali pulih. “Minimnya serapan belanja tersebut sangat mempengaruhi situasi perekonomian daerah. Belanja daerah saat ini sangat dibutuhkan agar terjadi transaksi di tengah masyarakat,” jelasnya.

Secara total, sambung Lyidia, realisasi pendapatan APBD Pemda di Sumsel masih lebih tinggi ketimbang realisasi belanja. Di mana, untuk total pendapatan mencapai Rp25,3 triliun.

“Sementara untuk total realisasi belanja hanya mencapai Rp21,59 triliun. Bisa dikatakan masih banyak dana yang mengendap di kas daerah yang belum tersalurkan,” katanya. (ANA)

Berita Terkait

Hijaukan Lahan Wujudkan Ketahanan Pangan
Perkuat Kepedulian Sosial, Polsek Buay Madang Timur Gelar Aksi Sedekah dan Berbagi kepada Masyarakat
Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Polsek Buay Madang Timur Gencarkan Mitigasi dan Sosialisasi ke Warga
Aksi Humanis Polisi: Temukan Warga Terjatuh dari Motor, Langsung Dilarikan ke RS Sobirin 
Tidak Memberikan Uang Parkir, Driver Online Alami Penganiayaan
Cegah Harga Diatas HET, Satgas BAPANAS Sidak Pasar
Kapolrestabes Palembang Tegaskan Flyer Ajakan Pawai LGBT di BKB Hoaks
Rutan Kelas IIB Baturaja Gelar Senam Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 19:09 WIB

Hijaukan Lahan Wujudkan Ketahanan Pangan

Sabtu, 26 September 2026 - 19:07 WIB

Perkuat Kepedulian Sosial, Polsek Buay Madang Timur Gelar Aksi Sedekah dan Berbagi kepada Masyarakat

Sabtu, 26 September 2026 - 19:04 WIB

Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan, Polsek Buay Madang Timur Gencarkan Mitigasi dan Sosialisasi ke Warga

Sabtu, 26 September 2026 - 14:48 WIB

Aksi Humanis Polisi: Temukan Warga Terjatuh dari Motor, Langsung Dilarikan ke RS Sobirin 

Sabtu, 26 September 2026 - 13:42 WIB

Cegah Harga Diatas HET, Satgas BAPANAS Sidak Pasar

Berita Terbaru

Sumsel

Hijaukan Lahan Wujudkan Ketahanan Pangan

Sabtu, 26 Sep 2026 - 19:09 WIB