Resmikan PLTS Kilang Plaju,Pertamina Tunjukkan Bukti Konkret Komitmen Transisi Energi

Kota Palembang248 Dilihat

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit III Plaju meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2,25 Megawatt peak (MWp) Senin (18/9/2023). Pembangunan PLTS ini merupakan hasil sinergi Pertamina Group, yaitu antara KPI dengan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE).

Peresmian dilakukan oleh Senior Vice President Infrastructure, Integration & Optimization Pertamina Agus Harsoyo, Direktur Operasi PT KPI Didik Bahagia, dan Direktur Proyek & Operasi PNRE Norman Ginting. PLTS berkapasitas terpasang 2,25 MWp yang dibangun di atas area seluas 2,2 hektar ini menyuplai kebutuhan energi listrik ke gedung perkantoran serta perumahan di Komperta.

Agus Harsoyo menyampaikan bahwa komitmen dalam transisi energi harus diwujudkan bersama-sama secara kolaboratif, salah satunya dengan proyek kolaboratif antar subholding di bawah pengelolaan Pertamina.

“Melalui sinergi antara PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan Pertamina New & Renewable Energy (PNRE), diharapkan dapat menekan biaya operasional dan mendukung keandalan di kilang,” ujar Agus saat peresmian PLTS.

Baca Juga :  Lantik 7 PJ Bupati Walikota Deru Ingatkan Untuk Ramah Pada Masyarakat

Pada kesempatan yang sama, Norman Ginting berharap peresmian PLTS berkapasitas 2,25 MWp ini dapat meneguhkan posisi Pertamina sebagai pemimpin transisi energi. “PLTS menjadi bagian dari proyek yang akan terus kita lakukan, karena secara konsep operasional dapat membantu efisiensi dan dekarbonisasi, dan meneguhkan posisi Pertamina untuk semakin memimpin transisi energi,” kata Norman.

Ia menambahkan, pasca pembangunan PLTS yang digarap selama kurang lebih empat bulan ini, peluang dalam proses dekarbonisasi antara Pertamina NRE dan KPI serta subholding lainnya, diharapkan akan terus dijalankan secara agresif dan masif. “Salah satunya untuk mendukung roadmap Kementerian BUMN menuju Indonesia Emas 2034,” imbuhnya.

Didik Bahagia menyampaikan komitmen tinggi KPI yang secara nyata mendukung dekarbonisasi di unit operasi. “Tentu saja ini langkah nyata kita dalam mendukung dekarbonisasi dan mewujudkan mimpi Net Zero Emission,” kata Didik.

Baca Juga :  Akhiri Masa Jabatan Walikota Palembang Diberi Selamat Ultah Saat Paripurna DPRD

Selain untuk meningkatkan keandalan suplai power, PLTS ini juga membuktikan bahwa Kilang Plaju berkomitmen penuh pada dekarbonisasi, serta meningkatkan ESG rating untuk KPI dan Pertamina secara keseluruhan.

Ia berharap akan adanya penambahan kapasitas PLTS di Subholding Refining & Petrochemical Pertamina kedepannya. “Harapan kami, PLTS ini bertambah hingga mencapai 10 MWp untuk menyuplai ke dalam kilang, sehingga total secara di area operasi KPI akan mencapai lebih dari 12 MWp di 2024,” tambahnya.

Pertamina menargetkan penurunan emisi sebesar 30 persen pada tahun 2030, dengan meningkatkan ortfolio hijau di internal Pertamina Group sebesar 17%. Salah satunya adalah melalui pemanfaatan PLTS yang menjadi unggulan untuk mewujudkan transisi energi di internal Pertamina.

Dalam proyek ini, Pertamina NRE menjadi pihak yang menyediakan PLTS di Kilang Plaju. Transisi energi melalui pemanfaatan PLTS di lingkungan kilang diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pertamina NRE dengan KPI pada Maret 2021.

Baca Juga :  Diduga Gelapkan Retribusi Parkir, SBC Desak Pemkot Tutup PT Kuala Permai

Dibngunnya PLTS di area Kilang Plaju ini mendorong kreasi nilai dari segi ekonomi dan lingkungan. Dari segi ekonomi, diharapkan bahwa instalasi PLTS dapat mengurangi konsumsi gas alam di kilang sebesar 6000 ton per tahun dan dapat mendorong penghematan biaya yang kita targetkan sebesar 5.000 dolar AS per tahun. Sedangkan dari segi lingkungan, PLTS Kilang Plaju diproyeksikan turut berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon sebesar 2344 Ton/tahun.

PLTS di area Kilang Pertamina Plaju ini sebagai salah satu katalis dan bukti komitmen Pertamina dalam melaksanakan praktik bisnis yang dengan jejak karbon lebih rendah dan lebih berkelanjutan.

    Komentar