Puluhan Tahun Menggerutu Kurang Perhatian Pemerintah, Kina Warga Talang Banan Tersenyum Lega

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Penantian panjang warga Talang Banan, Kelurahan Burung Dinang, yang puluhan tahun harus bergelut dengan lumpur dan akibat infrastruktur berupa jalan yang tak pernah tersentuh pembangunan, kini terobati.

Pasalnya, selama bertahun-tahun, akses menuju Talang Banan yang di tempati oleh 36 Kepala Keluarga (KK) dikenal sebagai jalan yang memprihatinkan karena berlumpur ketika musim hujan, dan berdebu ketika musim kemarau kini sudah di aspal menjadi jalan yang layak.

Sementara, selain akses utama jalan menunju Talang Banan tersebut juga merupakan jalan sektor pertanian yang sekitar 1.000 hektar lahan pertanian produktif, mulai dari kopi hingga aneka sayuran yang menjadi penopang ekonomi warga.

Kondisi sebelumnya kerap dikeluhkan oleh warga setempat, yang kadang merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah. Bahkan anak sekolah tak jarang batal berangkat sekolah karena saat hendak menuju ke sekolah kendaraan yang mereka tumpangi terjatuh.

Juman warga yang telah bermukim di Talang Banan sejak tahun 1970 sekaligus Ketua RT 09 RW 02, mengaku haru melihat perubahan yang akhirnya terwujud.

“Sejak puluhan tahun kami tinggal di sini, baru kali ini jalan kami benar-benar dibangun layak. Dulu kalau hujan seperti kubangan kerbau, sekarang alhamdulillah sudah aspal,” ujarnya.

Ia mengujgkapkan, Meski Talang Banan sudah resmi menjadi RT sejak 2004, pembangunan jalan tak kunjung terealisasi. Janji demi janji sempat diterima warga, namun kondisi jalan tetap memprihatinkan hingga beberapa tahun lalu.

“Dulu kalau hujan, anak-anak kadang bawa baju ganti. Bahkan pernah ada yang jatuh, bajunya penuh lumpur, akhirnya pulang dan tidak jadi sekolah,” katanya.

Saat ini kondisi jalan sudah aspal membuat aktivitas warga jauh lebih lancar. Anak-anak berangkat ke sekolah tanpa rasa khawatir, kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan aman, dan hasil pertanian bisa diangkut tanpa hambatan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkot Pagar Alam terutama Pak Walikota jalan kami sudah diaspal. Pasalnya jalan ini bukan hanya untuk kami yang tinggal di sini, tapi juga untuk pertanian. Kopi dan sayuran sekarang lebih mudah dibawa keluar,” imbuhnya.

Bagi warga Talang Banan, jalan aspal bukan sekadar infrastruktur. Ia menjadi simbol perhatian, penggerak ekonomi, sekaligus bukti bahwa penantian panjang mereka akhirnya terbayar dengan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.

Sementara, Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah mengatakan, bahwa dirinya sudah memprioritaskan akses Jalan Talang Banan untuk dibangun di tahun 2025.

“Saya pernah datang kelokasi memang kondisi jalannya sangat memprihatinkan. Namun saat ini jalan sudah beraspal dan bisa dilalui kendaraan apa saja yang akan berdampak pada perputaran ekonomi kerena disana merupakan pusat pertanian sayur dan kopi,” jelasnya. (ANA)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *