Pertamina Patra Niaga Dorong Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Sekolah Alam Anak Pesisir

- Redaksi

Minggu, 11 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LBH Bima Sakti bersama mahasiswa Politeknik Prasetiya Mandiri, Jumat (9/10/2026).

LBH Bima Sakti bersama mahasiswa Politeknik Prasetiya Mandiri, Jumat (9/10/2026).

LOMBOK, SUARAPUBLIK.ID – PT Pertamina Patra Niaga terus mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir di Desa Cendi Manik, Nusa Tenggara Barat. Program yang berjalan sejak 2024 ini mendapat kunjungan media (8/10) untuk melihat secara langsung inisiatif pemberdayaan yang mengintegrasikan pendidikan, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

 

Program yang menjangkau 135 penerima manfaat ini menjadikan alam sebagai ruang belajar bagi anak-anak pesisir. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga belajar mengenal ekosistem mangrove, menjaga lingkungan, mengembangkan kreativitas, serta memahami potensi ekonomi di wilayah tempat mereka tumbuh.

 

VP Community Involvement Development PT Pertamina Patra Niaga, Dian Hapsari Firasati, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan manfaat berkelanjutan melalui pengembangan potensi masyarakat dan peningkatan akses pendidikan.

 

“Melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir, kami ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kreativitas, dan kemandirian anak-anak. Kami percaya bahwa pemberdayaan yang mengintegrasikan pendidikan, ekologi, dan ekonomi dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat pesisir,” ujar Dian.

 

Dari aspek lingkungan, program ini telah mendukung penanaman 4.500 bibit mangrove untuk rehabilitasi pesisir, dengan potensi penyimpanan karbon sebesar 80,763 ton CO₂ per hektare. Pada aspek pendidikan, sebanyak 1.772 peserta telah terlibat dalam 11 kegiatan pembelajaran pesisir, dengan 860 kunjungan per tahun ke destinasi edukasi mangrove dan pesisir.

 

Sementara itu, dari aspek ekonomi, program menghasilkan tambahan pendapatan kelompok berbasis potensi lokal sebesar Rp24 juta per tahun dan efisiensi biaya energi sebesar Rp6,6 juta per tahun melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Program ini juga memperkuat kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kawasan pesisir.

 

Keunikan Sekolah Alam Anak Pesisir terletak pada pendekatan pembelajaran 3E, yaitu Ekologi, Edukasi, dan Ekonomi. Kawasan mangrove, pesisir, serta ruang terbuka dimanfaatkan sebagai media belajar langsung melalui kegiatan menanam dan merawat mangrove, mengenal ekosistem pesisir, memainkan permainan tradisional, hingga memahami potensi ekonomi lokal.

 

Pengembangan program dilakukan secara bertahap. Pada 2024, kegiatan difokuskan pada pembentukan kelompok, pembangunan Rumah Literasi sebagai ruang pembelajaran, serta peningkatan kapasitas melalui benchmarking ke Anak Alam Learning House di Sumbawa, NTB. Pada 2025, program mengembangkan Kurikulum 3E sebagai acuan pembelajaran. Selanjutnya, pada 2026, pengembangan Pertakid dilakukan sebagai media pembelajaran bagi peserta didik Sekolah Alam Anak Pesisir.

 

Di balik program ini, terdapat Zahit Idris, pendiri Komunitas Sanggar Belajar Jalan Pulang yang telah merintis gerakan pendidikan bagi anak-anak di Desa Cendi Manik sejak 2022. Berangkat dari persoalan anak putus sekolah, kegiatan belajar tersebut awalnya hanya diikuti delapan anak dan berlangsung di musala karena belum tersedia ruang kelas permanen maupun kurikulum pembelajaran.

 

“Sanggar Belajar Jalan Pulang hadir untuk dapat menjadi ruang belajar dan tempat pulang bagi anak-anak pesisir di Cendi Manik yang kurang memiliki akses pendidikan. Melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir, anak-anak dapat belajar menjaga lingkungan, mengembangkan kreativitas dan diri, serta memperluas wawasan tentang alam,” ujar Zahit.

 

Melalui Program Sekolah Alam Anak Pesisir, Pertamina Patra Niaga terus mendorong kolaborasi bersama masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal, memperluas akses pembelajaran, serta menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.

Editor : Jaks

Berita Terkait

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Hadirkan Multiplier Effect bagi Masyarakat Lokal
Pertamina Patra Niaga Dukung Perempuan Lombok Merajut Masa Depan Lewat Mina Tenun
Pertamina Ajak Pengunjung Jelajahi Lombok Lewat MyPertamina Your Journey Partner di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Awak Mobil Tangki dan Operator SPBU Pertamina, Penjaga Energi di Balik Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Pertamina Siagakan SPBU di Jalur Menuju Mandalika Jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
Pertamina melalui Pertamina Retail Hadirkan Official Merchandise Pertamina Grand Prix of Indonesia di Bandara Internasional Lombok
Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium, Resky YH Kunci Juara Nasional Indonesia Junior Talent Cup U-15
Astra Motor Racing Team Lanjutkan Tradisi Juara, Kumpulkan 7 Podium di Mandalika Racing Series Putaran ke 3

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:42 WIB

Pertamina Patra Niaga Dorong Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Sekolah Alam Anak Pesisir

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Hadirkan Multiplier Effect bagi Masyarakat Lokal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Pertamina Patra Niaga Dukung Perempuan Lombok Merajut Masa Depan Lewat Mina Tenun

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Pertamina Ajak Pengunjung Jelajahi Lombok Lewat MyPertamina Your Journey Partner di Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:38 WIB

Awak Mobil Tangki dan Operator SPBU Pertamina, Penjaga Energi di Balik Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Berita Terbaru