Nama : Alfi Septa Pratama
NIM : PO7133226009
Prodi : D3 Pengawasan Epidemiologi
Perbuatan Sehari-hari yang Mencerminkan Nilai-Nilai Pancasila
Dalam kehidupan sehari-hari, saya selalu berusaha menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Menurut saya, kebiasaan baik yang dimulai dari diri sendiri akan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, saya menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap, bertindak, dan berinteraksi dengan orang lain.
Sila pertama (KETUHANAN YANG MAHA ESA)
Pada sila pertama, saya melaksanakan salat lima waktu, membaca doa sebelum belajar, serta menghormati teman yang memiliki keyakinan berbeda. Saya melakukan hal tersebut karena setiap orang memiliki hak untuk beribadah sesuai agamanya. Jika sikap saling menghormati tidak diterapkan, kehidupan bermasyarakat akan dipenuhi perselisihan dan hilangnya rasa toleransi.
Sila kedua (KEMANUSIAAN YANG ADIL DAN BERADAP)
Pada sila kedua, saya membiasakan diri berbicara dengan sopan kepada orang tua, dosen, dan teman, serta membantu orang yang membutuhkan tanpa membedakan suku, agama, ataupun status sosial. Saya memilih melakukan hal tersebut karena semua manusia memiliki martabat yang sama. Jika tidak dilakukan, hubungan antarsesama akan menjadi kurang harmonis.
Sila ketiga (PERSATUAN INDONESIA)
Pada sila ketiga, saya menjaga persatuan dengan bekerja sama dalam tugas kelompok, menghargai perbedaan pendapat, dan tidak memilih-milih teman. Saya percaya bahwa persatuan membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan tujuan bersama dapat tercapai. Tanpa persatuan, akan muncul perpecahan yang merugikan semua pihak.
Sila keempat ( KERAKYATAN YANG DIPIMPIN OLEH HIKMAT KEBIKJAKSANAAN, DALAM PERMUSYAWARATAN PERWAKILAN)
Pada sila keempat, saya ikut bermusyawarah ketika ada diskusi dan menerima keputusan bersama dengan lapang dada. Saya melakukan hal tersebut karena setiap pendapat layak didengar. Jika setiap orang memaksakan kehendaknya, keputusan yang diambil tidak akan mencerminkan kepentingan bersama.
Sila kelima (KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA)
Pada sila kelima, saya bersikap jujur, disiplin, menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, dan berbagi kepada teman yang membutuhkan. Saya melakukan semua itu karena keadilan dimulai dari perilaku sehari-hari. Jika nilai keadilan diabaikan, akan muncul ketidakpedulian, ketidakjujuran, serta perlakuan yang merugikan orang lain. Dengan menerapkan kelima sila tersebut, saya berharap dapat menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berakhlak baik, bermanfaat bagi masyarakat, serta mampu memberikan teladan positif dalam kehidupan sehari-hari.







