Nama : Airin Febriana
NIM : PO7133226015
Prodi : D3 Pengawasan Epidemiologi
Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari: Wujud Toleransi, Persatuan, dan Keadaban
Pancasila sering kali hanya berakhir sebagai hafalan di lembar kertas ujian atau slogan formalitas saat upacara bendera. Padahal, lima prinsip luhur ini adalah dasar filsafat yang hidup dan bernafas dalam nadi masyarakat Indonesia. Maka dari itu, berikut ini penerapan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari saya sebagai warga negara Indonesia.
SILA PERTAMA: Ketuhanan Yang Maha Esa.
Tidak hanya berbicara tentang ibadah pribadi, lebih dari itu, sila ini juga menuntut kita untuk menerapkan toleransi antarumat beragama. Contoh nyata penerapan sila ini dalam keseharian saya adalah saat saya memiliki seorang teman beragama Kristen Protestan sewaktu berada di bangku SMA. Disaat kami mempunyai rencana untuk pergi bermain di hari Minggu, kami selalu merencanakan waktunya setelah ia selesai beribadah di gereja. Sebagai teman juga masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi toleransi, saya selalu menghormati dan menghargai agama yang dianut oleh teman saya tersebut.
SILA KEDUA: Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab.
Di tengah maraknya era digital, penerapan sila ini juga mencakup tentang cara kita berprilaku di media sosial. Maka keseharian saya dalam menerapkan sila ini ialah dengan menolak keras juga menghindari aksi cyber bullying. Saya berusaha untuk tidak menelan info yang tersebar secara mentah-mentah atau belum terbukti kebenarannya, juga tidak asal dalam meninggalkan komentar yang bisa menyakiti perasaan seseorang melalui media sosial. Karna saya yakin bangsa yang cerdas dan beradab tercermin dari cara masyarakatnya berkomunikasi.
SILA KETIGA: Persatuan Indonesia.
Saya menerapkan sila ketiga di keseharian saya ini dengan tidak membedakan siapa, darimana suku juga daerah ia berasal saat saya memulai pertemanan di lingkungan baru. Saya juga tidak pernah menggunakan bahasa daerah teman saya sebagai bahan bercandaan karna saya tau perbedaan dan keberagaman adalah suatu keindahan yang dimiliki oleh bangsa Indonesia
SILA KEEMPAT: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan.
Sila ini mengajarkan kita untuk saling menghargai sesama manusia, maka dari itu contoh keseharian yang selalu saya terapkan ialah tidak mencemooh, memotong, atau meremehkan pendapat teman-teman saya baik itu saat berdiskusi kelompok formal maupun non-formal, karna dengan mendengarkan dan menghargai pendapat seseorang akan menunjukkan sikap peduli kita terhadap sesama manusia juga menunjukkan ciri utama yang harus dimiliki manusia yaitu beradab.
SILA KELIMA: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila ini menuntut kita untuk adil dan peduli, saya menerapkan sila ini di keseharian saya dengan cara mengantri yang tertib saat membeli sesuatu seramai apa pun antriannya, saya juga tidak mencela sehingga menunjukkan rasa kepeduliaan juga adil saya terhadap lingkungan sekitar.







