Nama: Julia Kartika Sari
NIM : PO7124126062
Prodi : D3 Kebidanan
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Hari ini saya merenungkan kembali bagaimana penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Bagi saya, Pancasila bukan hanya sekadar pelajaran yang dipelajari di buku atau di kelas, tetapi juga menjadi pedoman yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih lagi, sebagai mahasiswa D3 Kebidanan, saya nantinya akan mengabdi kepada masyarakat dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Oleh karena itu, nilai-nilai Pancasila penting untuk diterapkan agar kehidupan saya tetap terarah dan tidak merugikan orang lain.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.
Saya selalu berusaha menjalankan ibadah tepat waktu sesuai dengan agama yang saya anut. Saya juga membiasakan diri membaca doa sebelum melakukan aktivitas, seperti ketika hendak bepergian atau makan, serta berusaha menjaga ketulusan hati. Hal tersebut saya lakukan sebagai bentuk tanggung jawab dan kewajiban kepada Tuhan sekaligus untuk menjaga ketenangan diri. Apabila saya mengabaikannya, saya merasa kehilangan arah dan lebih mudah merasa cemas dalam menjalani hari.
Kelebihan dari penerapan sila pertama adalah membuat saya selalu mengingat Tuhan dan berusaha menjalankan kewajiban. Namun, kekurangannya adalah saya terkadang masih lupa menjalankan kewajiban tersebut. Dari hal itu, saya belajar untuk lebih disiplin dan meningkatkan keimanan.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.
Saya membiasakan diri untuk bertutur kata dengan sopan kepada siapa pun dan berusaha mengontrol emosi agar tidak menyakiti perasaan orang lain. Menurut saya, menghargai sesama merupakan cerminan dari kualitas kepribadian seseorang. Jika sikap tersebut tidak dibiasakan, saya khawatir dapat menjadi pribadi yang kasar dan sulit diterima dalam lingkungan pertemanan.
Kelebihan dari penerapan sila kedua adalah membantu saya menjadi pribadi yang lebih beradab dan mampu menjaga perkataan agar tidak menyakiti orang lain. Namun, saya masih sering kesulitan mengontrol emosi. Dari pengalaman tersebut, saya belajar untuk lebih mampu menahan diri dan berpikir sebelum berbicara atau bertindak.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia.
Saya berkomitmen untuk menyaring informasi yang beredar di media sosial dan tidak menyebarkan berita bohong atau komentar negatif yang dapat memicu perpecahan dan konflik. Hal ini saya lakukan agar dapat menjaga pikiran tetap positif serta tidak menimbulkan permasalahan. Jika saya menyebarkan berita yang ternyata merupakan hoaks, saya dapat merugikan orang lain dan dianggap sebagai pihak yang mengadu domba.
Kelebihan dari penerapan sila ketiga adalah saya belajar menyaring informasi sehingga tidak mudah tertipu oleh berita hoaks atau komentar negatif. Namun, terkadang saya masih mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial tanpa memastikan terlebih dahulu kebenarannya. Oleh karena itu, saya harus lebih berhati-hati dan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.
Saya membiasakan diri berdiskusi bersama teman ketika terdapat perbedaan pendapat dan berusaha menerima masukan dari orang lain. Hal ini penting agar saya tidak menjadi pribadi yang egois, keras kepala, dan tidak mau mendengarkan pendapat orang di sekitar.
Kelebihan dari penerapan sila keempat adalah saya dapat berdiskusi bersama, menerima pendapat teman, serta belajar untuk tidak langsung menghakimi pendapat orang lain. Melalui sila ini, saya belajar untuk menghargai perbedaan pendapat dan menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Saya berusaha menerapkan sila kelima dengan disiplin membagi waktu antara belajar dan beristirahat. Selain itu, saya juga membiasakan diri untuk mengantri dengan tertib dan tidak menyerobot hak orang lain. Kebiasaan tersebut membantu saya melatih kedisiplinan serta menghargai hak diri sendiri dan orang lain.
Apabila sikap tersebut diabaikan, saya dapat menjadi pribadi yang sering menunda pekerjaan dan mudah merasa malas. Sebagai mahasiswa kebidanan, saya harus memiliki karakter yang baik, bertanggung jawab, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap sesama karena nantinya saya akan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Saya berharap pengamalan nilai-nilai Pancasila dapat terus saya laksanakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga saya dapat menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan. Sebagai mahasiswa kebidanan, saya ingin terus membentuk diri menjadi calon tenaga kesehatan yang kompeten, bertanggung jawab, beretika, dan peduli terhadap sesama.







