Pemkab OKI Libatkan UMKM, Ikut Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

- Redaksi

Senin, 6 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Daerah OKI, H.Husin S.Pd., MM.M.Pd, saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Belanja Langsung (Bela) melalui sistem elektronik di Kayuagung.

Sekretaris Daerah OKI, H.Husin S.Pd., MM.M.Pd, saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Belanja Langsung (Bela) melalui sistem elektronik di Kayuagung.

SUARAPUBLIK.ID, OKI – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Ogan Komering Ilir (OKI) kini memiliki kesempatan menjadi penyedia pengadaan barang dan jasa (PJB). Pemerintah setempat (Pemkab OKI) gencar mendorong dan membuka peluang bagi pelaku usaha lokal dan UMKM melalui digitalisasi Belanja Langsung (Bela), dengan Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE).

“Dengan diterapkannya Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PPMSE) di OKI maka produk lokal bisa masuk e-katalog pengadaan barang dan jasa serta dapat berkolaborasi dengan market place yang terlisensi LKPP,” ujar Sekretaris Daerah OKI, H.Husin S.Pd., MM.M.Pd, saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Belanja Langsung (Bela) melalui sistem elektronik di Kayuagung, Senin (06/06/2022).

Dikatakan Sekda Husin, penerapan Belanja Langsung melalui Skema PPMSE merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden sebagai upaya daya ungkit perekonomian lokal dengan mendorong pertumbuhan produk UMKM.

“Bela Pengadaan yang diiniasi oleh LKPP dan KPK ini mampu mendorong UMKM di OKI GO  Digital dengan transakzi maksimal  200 Juta bagi pengusaha lokal yang tergabung dalam market place yang telah terlisensi LKPP,” imbuhnya.

Selain itu, menurut Husin, dengan PPMSE ini dapat mencegah praktik korupsi sekaligus memajukan UMKM daerah.

“Pengadaan barang dan jasa jadi lebih transparan dan mempermudah untuk pelaporan serta pertangungjawab anggaran” terang dia

Sementara itu, Antonius Prabowo, Direktur Bisnis Bank Sumsel Babel mengatakan sebagai Bank Daerah, Bank Sumsel Babel terus berpartipasi dan berpean aktif dalam kegiatan-kegiatan digitalisasi perekonomian dan transaksi.

“Amanah digitalisasi ini ada di BankSumsel Babel dengan menyediakan layanan yang berbasis internet banking, sehingga mempermudah keinginan nasabah,” kata Anton yang tersambung secara virtual.

Prabowo juga mengapresiasi langkah Pemkab OKI yang telah melakulan lompatan besar dalam memajukan UKM dan transparansi belanja pemerintah.

“Kami mendukung langkah konkrit yang telah dilakukan Pemkab OKI,” ujar dia.

Menurutnya, elemen terpenting dari digitalisasi adalah mindset (pola pikir), dan perilaku yang harus terbuka dengan kemajuan sehingga mampu meningkatkan transparasi dan efisiensi.

Direktur pengembangan Katalog Elektronik Lembaga Kebijakan Pengadaan Pemerintah (LKPP) di wakili Tito Sultyo menyampaikan, sekurang-kurangnya 40 persen anggaran PJB yang digelar pemerintah harus dialokasikan kepada pelaku UMKM.

“Pengadaan barang jasa 40 persen harus pakai UMKM,” kata tito.

LKPP menurut dia mendorong kementerian-kementerian dan pemerintah daerah untuk menginput produk barang dan jasa pelaku UMKM binaannya ke katalog LKPP.

“Kalau produk UMKM sudah bisa masuk katalog dan toko daring, artinya Pemkab OKI sudah berikan karpet merah kepada UMKM,” jelas dia

Sosialisasi dan Bimbingan Teknik yang dilaksanakan dari 06 hingga 10 Juni 2022 dengan melatih pejabat pengadaan, para bendahara dan PPK serta memfasilitasi pengusaha lokal dan UKM untuk go digital. (Dhi)

Berita Terkait

47 Tim Muda OKI Berebut Tiket ke Seri Nasional Liga Merah Putih
Menjadi Jembatan Akses Keuangan, Mantri BRI Menembus Pelosok OKI
OKI Optimalkan Banpres Rp20 Miliar untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Dugaan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU Pematang Panggang Jadi Sorotan 
Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht
Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau
Pintu Masuk Pasar Shoping Center Kayuagung Tertutupi Pedagang, Masyarakat Keluhkan Sempitnya Ruas Jalan Masuk
KUA-PPAS APBD 2027 OKI Disepakati, Belanja Daerah Fokus Prioritas

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 17:01 WIB

47 Tim Muda OKI Berebut Tiket ke Seri Nasional Liga Merah Putih

Selasa, 29 September 2026 - 10:21 WIB

Menjadi Jembatan Akses Keuangan, Mantri BRI Menembus Pelosok OKI

Senin, 28 September 2026 - 12:37 WIB

OKI Optimalkan Banpres Rp20 Miliar untuk Perkuat Penanganan Karhutla

Rabu, 23 September 2026 - 15:41 WIB

Dugaan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU Pematang Panggang Jadi Sorotan 

Rabu, 23 September 2026 - 14:16 WIB

Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht

Berita Terbaru