Pasar Global Kurang Supplai Karet, Disbun Sarankan Ini

- Redaksi

Kamis, 19 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi karet.

Ilustrasi karet.

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Saat ini pasar global kekurangan supplai karet dari negara-negara produsen karet. Bahkan industri ban multinasional sudah sangat merasakannya, hal itu lantaran adanya shortage supply karet alam di pasar global.

“Hal ini disebabkan sejak bulan Juni tadi Karet memasuki musim gugur daun atau trek,” kata Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Sumsel, Rudi Arpian, Kamis (19/8/2021).

Rudi menambahkan, rata-rata produksi petani karet Sumsel mengalami penurunan produksi 40 sampai 50 persen. Akibat kurangnya supply TSR20 di pasaran, sehingga harga menguat.

“Karena di pasar dunia ada beberapa pemenuhan kontrak yang mengalami delay shipment. Sementara permintaan karet dari Cina, India, Eropa dan Amerika makin meningkat,” jelasnya.

Namun, hal ini masih bersifat sementara karena Covid-19 gelombang 3 sedang membayangi Eropa dan Amerika. Kalau masalah Covid-19 teratasi, makan peluang kenaikan lebih tinggi akan lebih besar.

Untuk petani Sumsel, dirinya menyarankan untuk bergabung di UPPB terdekat atau segera membentuk UPPB baru jika sudah ada luasan areal 100 Ha. Dengan bergabung di UPPB petani dapat memperbaiki mutu dengan menyeragamkan umur simpan karet, menyeragamkan bahan pembeku anjuran dan tidak merendam atau mencampur dengan bahan bukan karet

“Dengan demikian petani akan mendapatkan selisih harga Rp3 – 4 ribu per kg dibandingkan dengan menjual sendiri-sendiri,” terangnya. (Nat)

Berita Terkait

RUU Obligasi Daerah Target Disahkan Akhir 2026
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perluas Promosi UMKM Binaan di HUT Kabupaten Lahat
Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Digulung, Polda Sumsel Bakar 200 Kg Barang Bukti dan Kejar Tiga DPO
Herman Deru Siap Jadikan Sumsel Pelopor Obligasi Daerah, Mekeng Targetkan UU Rampung Tahun Ini
Resmi Jadi Sekolah Model, SMK PGRI 1 Palembang Lepas Lulusan Angkatan ke-53 
Gaspol Tengah Malam, 3 Pebalap Liar Digulung Satlantas Pagar Alam
Jaga Kondusivitas Malam Hari, Personel Polsek Buay Madang Timur Sambangi Warga Sumber Mulyo

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:38 WIB

RUU Obligasi Daerah Target Disahkan Akhir 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:36 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perluas Promosi UMKM Binaan di HUT Kabupaten Lahat

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:08 WIB

Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Digulung, Polda Sumsel Bakar 200 Kg Barang Bukti dan Kejar Tiga DPO

Selasa, 19 Mei 2026 - 19:42 WIB

Herman Deru Siap Jadikan Sumsel Pelopor Obligasi Daerah, Mekeng Targetkan UU Rampung Tahun Ini

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:12 WIB

Resmi Jadi Sekolah Model, SMK PGRI 1 Palembang Lepas Lulusan Angkatan ke-53 

Berita Terbaru

Ketua Badan Penganggaran MPR RI Melchias Markus Mekeng saat konferensi pers usai kegiatan sarasehan di Ballroom Hotel Aston Palembang, Selasa (19/5/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

RUU Obligasi Daerah Target Disahkan Akhir 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:38 WIB