OJK Ungkap Penyebab Petani di Sumsel Macet Bayar Penyaluran KUR

- Redaksi

Kamis, 24 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto. (Photo: Suci)

Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto. (Photo: Suci)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Selatan (Sumsel) menyebut penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di sektor pertanian mengalami hambatan.

Kondisi itu dipengaruhi Non-Performing Loan (NPL) di petani Sumsel macet akibat telat pembayaran. Berdasarkan catatan OJK, pembayaran kredit macet petani cukup tinggi, yakni mencapai 5 persen.

“Penyaluran KUR sedikit ada masalah (kredit kepada petani), ternyata NPL (pembayaran kredit) macet cukup tinggi capai 5 persen,” ungkap Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto, Kamis (24/7/2025).

Adapun penyebab penyaluran kredit yang terhambat kata Arifin, karena mayoritas petani di Sumsel menganggap bahwa distribusi KUR merupakan program hibah atau cuma-cuma yang tidak perlu dibayarkan dan bukan sebagai penyaluran bantuan pinjaman.

“Kondisi ini akan diatasi dengan strategi khusus. Salah satu langkah yang mungkin bisa menjadi solusi adalah dengan memanfaatkan Koperasi Merah Putih,” kata Arifin.

“Jadi gapoktan (gabungan kelompok tani) saja, kalau gapoktan pasti aman. Jadi para petani-petani itu nanti gabung saja di koperasi,” sambung Arifin.

Sementara berdasarkan laporan perekonomian Bank Indonesia (BI), kondisi penyaluran kredit di Sumsel triwulan pertama pada 2025 tercatat meningkat.

Secara lokasi bank, penyaluran kredit naik sebesar 9,49 persen secara year on year (yoy). Sedangkan berdasarkan lokasi proyek, penyaluran kredit perbankan tumbuh 14,92 persen secara tahunan.

Nilai itu tidak sebanding dengan kondisi peningkatan realisasi penyaluran kredit perbankan dan tingkat NPL Sumsel di periode yang sama. Yakni cenderung stabil dengan angka sebesar 1,89 persen year on year.

Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel Rahmadi Murwanto menambahkan, hingga tanggal 7 Juli 2025, tercatat kinerja penyaluran KUR sudah mencapai Rp 4,4 triliun.

Nilai itu disalurkan kepada total 61.460 debitur yang tersebar di 17 kabupaten/kota Sumsel.

“Penyaluran (KUR) paling besar masih berada di sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar Rp 2,6 triliun atau 59,8 persen dari total penyaluran,” kata Murwanto. (ANA)

Berita Terkait

LUAR BIASA! Jawab Krisis Khatib IKADI Pagar Alam Turut Pecahkan Rekor MURI Dalam Pelatihan Khatib Nasional
T Intouch with Toyota Remote, Mengakses dan Mengelola Kendaraan dari Jarak Jauh Seperti Pengaturan Pendingin Kendaraan
Kapolsek Buay Madang Timur Dialog Kamtibmas Bersama Warga Usai Sholat Subuh Keliling
SampoernaFest Kembali ke Palembang, Perkuat Literasi Keuangan dan Dukung Penanganan Karhutla
Bersama Warga Binaan Rutan kelas IIB Baturaja Gelar Olaharga Gerak Bersama Sehat Bersama
Pertamina Patra Niaga Sumbagsel dan Kejati Babel Perkuat Sinergi Tata Kelola Distribusi BBM
Polda Sumsel Usut 62 Kasus Karhutla, 20 Laporan Seret Korporasi
Taekwondo NG Juara Umum Hj Meilinda Cup 2026, Borong 23 Emas

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:54 WIB

LUAR BIASA! Jawab Krisis Khatib IKADI Pagar Alam Turut Pecahkan Rekor MURI Dalam Pelatihan Khatib Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:36 WIB

T Intouch with Toyota Remote, Mengakses dan Mengelola Kendaraan dari Jarak Jauh Seperti Pengaturan Pendingin Kendaraan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Kapolsek Buay Madang Timur Dialog Kamtibmas Bersama Warga Usai Sholat Subuh Keliling

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:51 WIB

SampoernaFest Kembali ke Palembang, Perkuat Literasi Keuangan dan Dukung Penanganan Karhutla

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Bersama Warga Binaan Rutan kelas IIB Baturaja Gelar Olaharga Gerak Bersama Sehat Bersama

Berita Terbaru