Minta Pemerintah Tetapkan Batas Tarif, Driver Ojol Serbu Kantor Gubernur

- Redaksi

Senin, 2 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) menyambangi kantor Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan aksi damai guna meminta Pemerintah Provinsi Sumsel membuat kebijakan terkait penetapan batas tarif bawah dan batas atrif atas transportasi online di wilayah itu.

Koordinator Aksi sekaligus Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel Asrul Indrawan mengatakan jika pihaknya yang merupakan mitra aplikator selama ini seperti tidak dipedulikan.

“Kami keberatan dengan pihak aplikator yang selalu membuat tarif berbeda-beda, bahkan sering memberikan promo paket hemat seperti sekarang ini yang mana ini sangat merugikan kami sebagai driver,” kata Asrul.

Selain itu, ia juga menjelaskan bagaimana sistem tarif yang ada sekarang yakni hanya berkisar Rp 1.200 – Rp 1.500 per kilometer.

“Bahkan per 4 kilometer hanya Rp5.000, sedangkan biaya bensin saja satu liter Rp10 ribu yang mungkin hanya bisa untuk jarak tempuh 6 kilometer,” jelasnya.

Ia mengungkapkan telah menyampaikan usulan ke Pemprov Sumsel agar menjadi penengah antara pihak pengemudi ojol dan pihak aplikator.

“Sudah kami sampaikan usulan ke Pemerintah, kita minta jadi penengah antara kami dan aplikator. Jadi untuk tarif nanti akan dibahas bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Arinarsa menjelaskan aspirasi dari massa aksi itu akan ditampung dan akan menyampaikan keluhan para pengemudi ojol kepada instansi terkait.

“Pemprov Sumsel akan meneruskan apa yang menjadi aspirasi rekan-rekan yang tergabung dalam ADO ke Kementerian Perhubungan dan Kementerian Kominfo,” ucap dia. (Tia)

Berita Terkait

Wyndham OPI Hotel Palembang Buka Fitness Centre untuk Umum, Dorong Gaya Hidup Sehat
Operasi Pekat Musi 30 Pelaku Diduga Lakukan Aksi Premanisme Diamankan
Ditabrak Kereta Api Tubuh Nasrulpa Terbelah Dua 
Diduga Ada Permasalahan Keluarga, SG Akhiri Hidupnya 
Ibu Bhayangkari Merugi Hampir Setengah Milyar, Korban Membuat Laporan Polisi
Bocah Laki Laki Berumur 8 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam
Dituntut 5 Tahun Kasus Pengeroyokan, Kuasa Hukum Dito Prayoga: Tidak Sesuai Fakta Persidangan
Delapan Terdakwa BRI BSS/SAL Tak Ditahan, Pengamat Soroti Potensi Ketimpangan Penegakan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:20 WIB

Wyndham OPI Hotel Palembang Buka Fitness Centre untuk Umum, Dorong Gaya Hidup Sehat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Operasi Pekat Musi 30 Pelaku Diduga Lakukan Aksi Premanisme Diamankan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Ditabrak Kereta Api Tubuh Nasrulpa Terbelah Dua 

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:14 WIB

Diduga Ada Permasalahan Keluarga, SG Akhiri Hidupnya 

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:30 WIB

Ibu Bhayangkari Merugi Hampir Setengah Milyar, Korban Membuat Laporan Polisi

Berita Terbaru

Foto diduga Premanisme

Kota Palembang

Operasi Pekat Musi 30 Pelaku Diduga Lakukan Aksi Premanisme Diamankan

Jumat, 2 Okt 2026 - 20:05 WIB