Nama : M. Hafizh Muyassar
NIM : PO7131126048
Prodi : D3 Gizi
Menerapkan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Bagi saya, Pancasila bukan sekadar hafalan untuk ujian sekolah atau pajangan di dinding kelas. Lima sila yang menjadi dasar negara Indonesia tersebut memiliki makna penting dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai mahasiswa, saya merasakan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan melalui berbagai hal sederhana, terutama ketika berinteraksi dengan orang-orang di sekitar.
Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila pertama mengingatkan saya untuk tidak melupakan ibadah dan selalu bersyukur atas segala hal yang telah saya terima hingga saat ini. Selain menjalankan keyakinan yang saya anut, saya juga berusaha menerapkan sikap toleransi terhadap orang lain.
Ketika ada teman yang berbeda agama sedang menjalankan ibadah atau merayakan hari besar keagamaannya, saya berusaha menghargai dan tidak mengganggu. Menurut saya, sikap saling menghormati merupakan salah satu bentuk nyata pengamalan sila pertama.
Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Bagi saya, inti dari sila kedua adalah memiliki rasa empati terhadap sesama. Saya berusaha memperlakukan siapa pun dengan sopan dan santun tanpa memandang latar belakang maupun status sosial.
Ketika ada teman yang mengalami kesulitan, baik dalam belajar maupun menghadapi masalah pribadi, saya berusaha membantu semampu saya. Jika belum mampu memberikan solusi, setidaknya saya dapat menjadi pendengar yang baik. Hal sederhana tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama.
Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Indonesia memiliki keberagaman suku, budaya, bahasa, agama, dan daerah. Dalam kehidupan sehari-hari, saya berusaha berteman dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan suku maupun daerah asal.
Di lingkungan tempat tinggal, saya juga berusaha ikut serta dalam kegiatan bersama, seperti kerja bakti dan kegiatan sosial. Dengan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, hubungan dengan tetangga menjadi lebih dekat dan rasa kebersamaan dapat terus terjaga.
Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Penerapan sila keempat dapat saya rasakan ketika mengikuti kerja kelompok maupun kegiatan organisasi. Ketika terjadi perbedaan pendapat, saya berusaha menyelesaikannya melalui diskusi dan musyawarah.
Saya belajar untuk berani menyampaikan pendapat, tetapi juga harus bersedia mendengarkan serta menghargai pendapat orang lain. Jika keputusan yang diambil berbeda dengan keinginan saya, saya berusaha menerimanya dengan lapang dada selama keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama.
Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila kelima mengajarkan saya untuk bersikap adil dan tidak bertindak semena-mena terhadap orang lain. Penerapannya dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membagi tugas kelompok secara merata, membantu teman yang membutuhkan tanpa membeda-bedakan, serta menjalankan kewajiban sebagai mahasiswa dengan penuh tanggung jawab.
Pada akhirnya, menerapkan nilai-nilai Pancasila tidak harus selalu melalui tindakan besar. Hal-hal sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti beribadah, menghargai perbedaan, membantu sesama, bermusyawarah, dan bersikap adil, merupakan bagian dari pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi saya, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman untuk membentuk karakter menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, dan mampu hidup berdampingan dalam keberagaman.











