SUARAPUBLIK.ID,PALEMBANG – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang membuat anak muda lebih akrab dengan gawai ketimbang buku, SMKN 8 Palembang tampil dengan langkah segar. Sekolah ini meluncurkan Perpustakaan Luar Ruangan (Outdoor Library), sebuah inovasi pendidikan yang menggabungkan literasi, teknologi, dan kearifan lokal dalam suasana terbuka nan hijau.
Ruang baca ini bukan sekadar tempat meminjam buku. Di bawah rindangnya pepohonan dan deretan meja kayu di halaman sekolah, para siswa tampak larut membaca, berdiskusi, hingga belajar sambil menikmati udara segar.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, tidak membosankan, dan penuh makna. Di sini siswa bisa membaca, berdiskusi, sekaligus berinteraksi langsung dengan berbagai perangkat teknologi,”ujar Kepala SMKN 8 Palembang, Rafli, S.Pd., M.Pd., Jumat (7/11/2025).
Saat memasuki area perpustakaan, pengunjung akan disambut pemandangan unik: deretan barang teknologi dari masa ke masa, dari alat komunikasi tempo dulu hingga perangkat modern.
Setiap alat dilengkapi kode QR yang bisa dipindai untuk mengakses informasi sejarah, fungsi, dan cara kerjanya.
“Inovasi ini membuat kegiatan membaca lebih hidup. Siswa tidak hanya membuka halaman buku, tetapi juga membuka wawasan tentang perjalanan teknologi,” jelas Rafli.
Tidak hanya itu, di sudut taman juga terpajang karya kerajinan khas Sumatera Selatan seperti anyaman, ukiran, dan produk kreatif lokal. Kehadiran unsur budaya ini menjadikan perpustakaan luar ruangan bukan sekadar ruang baca, tetapi sarana pembelajaran kontekstual tentang kearifan lokal.
“Literasi tidak selalu soal teks. Ia juga tentang memahami budaya, nilai, dan identitas daerah sendiri,” tambahnya.
Perpustakaan SMKN 8 Palembang kini memiliki dua sisi. Bagian dalam tetap menjadi pusat koleksi buku utama, sementara bagian luar berfungsi sebagai ruang ekspresi dan eksplorasi.
Siswa bisa membawa buku ke taman, duduk di bawah langit biru, dan membaca sambil berbincang santai.
“Konsep ini menjadikan literasi lebih fleksibel dan dekat dengan kehidupan sehari-hari,” kata Rafli.
Meskipun masih dalam tahap pengembangan, pihak sekolah berkomitmen untuk menjadikan perpustakaan luar ruangan ini sebagai taman literasi yang hidup, dinamis, dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar program sekolah, perpustakaan luar ruangan ini merupakan bagian dari upaya SMKN 8 Palembang mewujudkan visinya sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam IPTEK dan IMTAQ berwawasan lingkungan.
Melalui kegiatan membaca di alam terbuka, sekolah berharap dapat menumbuhkan karakter siswa yang terampil, mandiri, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
“Halaman sekolah bukan lagi sekadar tempat bermain, tetapi telah berubah menjadi taman pengetahuan. Kami ingin siswa tumbuh menjadi generasi yang mencintai literasi sekaligus menjaga bumi,” pungkas Rafli.

Leave a Reply