LSM SIRA: Mobilisasi Alat Berat Bukan Dilarang, Tapi Wajib Patuhi Regulasi

- Redaksi

Sabtu, 31 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif SIRA Sumsel, Rahmat Sandy, memberikan penjelasan terkait regulasi mobilisasi alat berat di jalan umum, Jum'at (31/1/2026). (Photo: Hermansyah)

Direktur Eksekutif SIRA Sumsel, Rahmat Sandy, memberikan penjelasan terkait regulasi mobilisasi alat berat di jalan umum, Jum'at (31/1/2026). (Photo: Hermansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Perbincangan publik terkait mobilisasi alat berat di jalan umum belakangan ini menunjukkan masih adanya perbedaan pemahaman di tengah masyarakat. Karena itu, diperlukan penjelasan berbasis regulasi agar diskursus publik tetap objektif dan tidak menimbulkan kesimpulan keliru.

Direktur Eksekutif SIRA Sumsel, Rahmat Sandy, menegaskan bahwa mobilisasi alat berat bukanlah aktivitas yang dilarang secara hukum. Namun, kegiatan tersebut diatur secara ketat melalui peraturan perundang-undangan.

“Undang-undang tidak memberikan larangan mutlak, tetapi menetapkan syarat, batasan, serta mekanisme pengawasan yang harus dipatuhi. Di sinilah pentingnya peran negara dan masyarakat untuk memastikan aturan dijalankan,” ujar Rahmat Sandy, Jumat (31/1/2026).

Dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, disebutkan bahwa setiap kendaraan bermotor yang beroperasi di jalan wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan sebagaimana diatur dalam Pasal 48.

Sementara itu, Pasal 162 mengatur kendaraan pengangkut barang khusus, termasuk alat berat, dengan sejumlah ketentuan, di antaranya memenuhi standar keselamatan sesuai karakteristik muatan, menggunakan tanda dan sistem pengamanan tertentu, mengikuti rute serta waktu operasional yang telah ditetapkan, serta memperoleh rekomendasi dari instansi berwenang.

“Substansi aturan ini adalah melindungi kepentingan masyarakat pengguna jalan. Jika satu saja syarat tidak dipenuhi, maka aktivitas tersebut patut dievaluasi,” jelasnya.

Rahmat Sandy mengingatkan agar polemik mobilisasi alat berat tidak disederhanakan menjadi persoalan hitam-putih. Menurutnya, generalisasi justru berpotensi mengaburkan persoalan utama, yakni kepatuhan terhadap aturan dan efektivitas pengawasan.

“Yang harus dikritisi adalah praktik yang tidak patuh aturan, bukan aktivitas yang secara hukum memang telah diatur. Tanpa pendekatan yang adil, diskursus publik bisa kehilangan substansi,” katanya.

Ia menilai, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi yang berimbang, khususnya terkait isu keselamatan dan kepentingan umum.

Menurut Rahmat Sandy, framing negatif terhadap mobilisasi alat berat kerap muncul akibat kurangnya pemahaman masyarakat terhadap regulasi yang berlaku.

“Kita tidak boleh menyederhanakan isu ini seolah semua mobilisasi alat berat merupakan pelanggaran. Yang perlu diawasi adalah apakah seluruh prosedur dijalankan dengan benar,” ujarnya.

Ia mendorong pelaku usaha, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta media untuk mengedepankan edukasi hukum dan pengawasan objektif, bukan membangun opini yang berpotensi menyesatkan publik.

Rahmat Sandy menegaskan, kepatuhan terhadap regulasi bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan bentuk tanggung jawab sosial dalam menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Jika seluruh persyaratan dipenuhi, mulai dari perizinan, pengawalan, waktu operasional, hingga aspek teknis kendaraan, maka mobilisasi alat berat merupakan aktivitas yang legal, sah, dan dilindungi undang-undang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Selatan, Musni Wijaya, saat dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan. (ANA)

Berita Terkait

PaSKI Empat Lawang Resmi Dilantik, Arwin ZA Siap Wadah Bakat Komedi Anak Muda
Gerak Cepat Tim DVI Polda Sumsel dan Pusdokkes Polri Berhasil Identifikasi Belasan Korban Bus ALS
Polda Sumsel Serahkan 8 Jenazah Korban Bus ALS ke Pihak Keluarga
Peduli Sesama, TSTG Palembang Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di 1 Ilir
Tim Gabungan Polda Sumsel Lakukan Identifikasi Jasad Mr. X yang Ditemukan Mengapung di Sungai Musi
Gaya Hidup Cerdas 2026, Strategi Anak Muda Sumsel Bangun Dana Darurat Lewat Sinergi Pesirah
Jaga Kamtibmas, Personel Polsek Buay Madang Timur Gelar Sambang Dan Silaturahmi Ke Warga
Polsek Buay Madang Timur Pantau Debit Air Sungai Macak Guna Antisipasi Dampak Curah Hujan Tinggi

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:50 WIB

PaSKI Empat Lawang Resmi Dilantik, Arwin ZA Siap Wadah Bakat Komedi Anak Muda

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:43 WIB

Gerak Cepat Tim DVI Polda Sumsel dan Pusdokkes Polri Berhasil Identifikasi Belasan Korban Bus ALS

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:41 WIB

Polda Sumsel Serahkan 8 Jenazah Korban Bus ALS ke Pihak Keluarga

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:02 WIB

Peduli Sesama, TSTG Palembang Turun Langsung Bantu Korban Kebakaran di 1 Ilir

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:01 WIB

Gaya Hidup Cerdas 2026, Strategi Anak Muda Sumsel Bangun Dana Darurat Lewat Sinergi Pesirah

Berita Terbaru

Caption: Sejumlah keluarga yang telah melakukan serah terima peti jenazah korban kecelakaan bus ALS di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang pada, Jum’at (15/5/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

Polda Sumsel Serahkan 8 Jenazah Korban Bus ALS ke Pihak Keluarga

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:41 WIB