Kuasa Hukum AA, Berharap Kasus Kliennya Diberhentikan

- Redaksi

Selasa, 24 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG,- Salah satu kreditur berinisial AA (61) ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang terkait dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit Bank SumselBabel (BSB).

Hanya saja, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, AA sudah terlebih dahulu meninggal dunia, pada Rabu 11 September 2024. Dia meninggal dunia dalam kondisi mengidap sakit stroke sejak tahun 2019 silam.

Oleh karena itulah, pihak keluarga AA melalui Kuasa Hukumnya Novel Suwa melayangkan surat permohonan untuk dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) ke Kejari Palembang, Senin (23/9) siang.

“Hari ini kami memasuki surat permohonan penghentian penyidik terhadap klien kami yang meninggal akibat stroke sejak tahun 2019. dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Disini kami memajukan SP3,” kata Novel.

Ditemui usai mengirimkan surat, Novel mengatakan kliennya ditetapkan tersangka oleh penyidik Pidsus Kejari Palembang pada 17 September 2024 dan belum pernah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka.

“Dengan dasar hukumnya bahwa merujuk pada Pasal 109 Ayat 2 KUHAP yang berbunyi penyidik menghentikan penyidikan karena tidak terdapat cukup bukti peristiwa tersebut merupakan tindak pidana atau penyidikan dihentikan demi hukum hal itu kepada penuntut umum keluarga atau tersangkanya Jo Pasal 77 KUHP berbunyi hak untuk menuntut pidana dihapus jika tersangka meninggal dunia,” ungkap dia.

“Status klien kita belum diperiksa dan juga berkasnya belum dilimpahkan ke pengadilan. Dengan kata lain kami meminta hal tersebut dapat dihentikan dan itu sudah diatur dalam undang-undang kami kirim surat ke Kejari, Kejati, dakwaan Jaksa bahwa tindak pidana ini dihapuskan dalam buku register,” jelas dia.

Melalui Kuasa Hukumnya Novel, pihak keluarga berharap perkara yang menyeret AA dapat dihentikan. “Kami meminta keadilan, karena dalam kasus ini kami yakin kebenaran akan terungkap di persidangan,”katanya.

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Palembang Ario Apriyanto Gofar mengatakan, pihaknya masih mempelajari surat yang dilayangkan oleh keluarga tersangka AA.

“Kami sedang dalam proses telaah (surat). Namun, berdasarkan Pasal 109 KUHAP, proses pemberhentian penyelidikan salah satunya meninggal dunia,” cetus dia.

Seperti diketahui, dalam dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit Bank SumselBabel (BSB), Kejari Palembang telah menetapkan dua orang debitur dan satu pegawai BSB sebagai tersangka.

Mereka adalah FI adalah Kuasa Direktur dari CV Nadilah dan CV Adiwijaya Karya, sedangkan KK berstatus sebagai Kuasa Direktur dari CV Izzataka dan CV Jaya Agung Mandiri dan EDA pegawai BSB bagian analis kredit.

Berita Terkait

Target Operasi Sikat I Musi 2026 Dibekuk Jatanras Polda Sumsel, Bobol Rumah Guru Agama
Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Resmi Jadi Tahanan JPU, Kasus Proyek PALI Segera Disidangkan
Pledoi Saesilawati: PH Bantah Ada Niat Membunuh, Minta Dakwaan Dialihkan ke Penganiayaan
OJK Sumsel Dorong Pembiayaan Rp185,88 Miliar untuk Perkuat Hilirisasi Kelapa
Pj Sekda Palembang Evaluasi Pengawasan Realisasi Pendapatan 
Penemuan Mayat Mr. X Gemparkan Warga IT 1
Empat Bulan Buron Usai Keroyok Buruh Hingga Kritis AP Diringkus Opsnal Polsek Plaju
The Alts Hotel Palembang Hadirkan Social Galas, Tawarkan Beragam Benefit untuk Event

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 23:25 WIB

Target Operasi Sikat I Musi 2026 Dibekuk Jatanras Polda Sumsel, Bobol Rumah Guru Agama

Kamis, 24 September 2026 - 19:55 WIB

Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Resmi Jadi Tahanan JPU, Kasus Proyek PALI Segera Disidangkan

Kamis, 24 September 2026 - 17:10 WIB

Pledoi Saesilawati: PH Bantah Ada Niat Membunuh, Minta Dakwaan Dialihkan ke Penganiayaan

Kamis, 24 September 2026 - 17:03 WIB

OJK Sumsel Dorong Pembiayaan Rp185,88 Miliar untuk Perkuat Hilirisasi Kelapa

Kamis, 24 September 2026 - 14:31 WIB

Pj Sekda Palembang Evaluasi Pengawasan Realisasi Pendapatan 

Berita Terbaru