Kesabaran Habis! Warga Wonorejo Kikim Barat Bongkar Paksa Belasan Kafe Remang-Remang

SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Gelombang penolakan warga terhadap keberadaan tempat hiburan malam ilegal di Kabupaten Lahat terus berlanjut. Kali ini, puluhan warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kikim Barat, mengambil tindakan tegas dengan membongkar paksa belasan bangunan kafe remang-remang yang dianggap meresahkan, Selasa (6/1/2026).

Aksi ini merupakan buntut dari kekesalan warga karena pemilik kafe dinilai ingkar janji terhadap kesepakatan pembongkaran mandiri yang telah ditentukan tenggat waktunya.

Kasat Pol PP Kabupaten Lahat, Herry Kurniawan, membenarkan adanya aksi massa tersebut. Ia menjelaskan bahwa warga sebelumnya sudah memberikan peringatan keras agar pemilik kafe menghentikan aktivitas mereka.

“Sudah ada peringatan dari warga untuk menghentikan aktivitas karena meresahkan. Selain disinyalir jadi lokasi prostitusi, di sana juga ada aktivitas penjualan minuman keras,” ujar Herry.

Kabid Penegakan Peraturan Daerah Sat Pol PP Pemkab Lahat, Aria Pulun, menambahkan bahwa terdapat sekitar 10 hingga 12 kafe remang-remang yang menjadi sasaran pembongkaran warga. Warga bergerak dengan membawa peralatan seadanya untuk merobohkan bangunan-bangunan tersebut.

“Tidak ada keributan besar, aksi pembongkaran berjalan aman. Sempat ada riak kecil saat warga melakukan pembongkaran, namun bisa segera diselesaikan. Saat ini bangunan kafe sudah rata dengan tanah,” ungkap Aria Pulun.

Ia menjelaskan bahwa aksi nekat warga ini dipicu oleh habisnya waktu toleransi yang diberikan kepada pemilik usaha. Warga merasa tidak ada itikad baik dari pengelola untuk menutup usahanya secara permanen.

Salah satu warga setempat menyatakan bahwa aktivitas kafe tersebut sudah lama dipantau dan dinilai sangat mengganggu ketentraman serta merusak moral lingkungan.

Pasca-pembongkaran, pihak Sat Pol PP Kabupaten Lahat kembali mengingatkan para pemilik kafe agar tidak mencoba membuka kembali aktivitas serupa di lokasi tersebut. Hal ini guna mencegah kembali memuncaknya kemarahan warga yang bisa berujung pada aksi anarkis.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *