Ini Profil CV Candra Kesuma, Perusahaan Rekanan Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Bibit Karet Siap Tanam

- Redaksi

Kamis, 28 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

SUARAPUBLIK.ID, OKI – Perusahaan rekanan yang turut dipanggil oleh Kejaksaan Negeri Kayuagung atas dugaan korupsi pengadaan bibit karet siap tanam, adalah CV Candra Kesuma, dan tercatat memenangkan tender atau lelang proyek Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir setiap tahun dalam kurun waktu 2019-2021. Total proyek yang dimenangkan mencapai sekitar Rp4,2 miliar lebih.

Tidak diketahui pasti terkait bidang yang dikuasai oleh CV Candra Kesuma, namun perusahaaan ini sering mengikuti tender di Kabupaten OKI.

Perusahaan swasta ini sejak bertahun tahun telah terlibat dalam sejumlah proyek di OKI baik tender atau non tender.

Berdasarkan catatan sistem layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), CV Candra Kesuma sering mengikuti lelang proyek yang digelar Pemkab OKI. Meskipun tak selalu menang, hampir setiap tahun belakangan, perusahaan ini mendapatkan proyek dari Dinas. Perkebunan dan Peternakan OKI.

Pada 2019 misalnya, perusahaan ini memenangkan proyek Benih Siap Tanam dengan harga penawaran Rp 1,882,000,000. Pada 2020, perusahaan memengkan pengadaan benih karet dalam polybag dengan penawaran Rp 1,402,500,000.

Adapun pada 2021, CV Candra Kesuma memenangkan lelang benih karet siap tanam senilai Rp924,500,000.

Sementara saat disambangi diruang kerjanya, Kamis (28/10/2021), Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda OKI, Niko Yudistira mengatakan, terkait pengadaan bibit tersebut dirinya akan mempelajari hal tersebut terlebih dahulu.

Sebelumnya, penyidikan dugaan korupsi pengadaan benih siap tanam tahun 2019 di Ogan Komering Ilir (OKI), masih menjadi tunggakan Kejaksaan Negeri (Kejari) OKI. Kasus yang diperkirakan sudah naik penyidikan sejak April 2021 itu, belum menunjukkan progres positif.

Kajari OKI Abdi Reza Fachlewi Junus, SH, MH melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Belmento, SH mengatakan, jaksa penyidik pada Kejari OKI terus mendalami kasus korupsi pengadaan benih karet siap tanam senilai 1 Miliar lebih itu.

“Penyidik masih terus mendalami kasus ini serta melengkapi berkas perkara,” katanya, Kamis (14/10/2021) lalu.

Menurut Belmento, pihaknya sudah melakukan panggilan dan meminta keterangan dari pihak PPK, pihak rekanan, dan pihak pengadaan guna mendapatkan bukti, menetapkan tersangka, dan menghitung berapa kerugian negaranya. Dia menegaskan semua itu saat ini masih dalam proses penyidikan.

“Berkas ini laporannya masuk di Kejati Sumsel, kita menerima limpahan dari Kejati, kalau tanggal persisnya laporan masuk tersebut belum tau pasti karena berkas kita banyak menumpuk, ya sekira berkas masuk di bulan Aprl- Mei tahun 2021,” ungkap Belmento.

Apabila proses ini, lanjut Belmento, berkembang dan sudah mendapatkan bukti, tersangka dan besaran kerugian negara. Kita akan segera adakan konferensi pers dengan kawan-kawan media.

Berdasarkan data dari situs pengadaan Kabupaten OKI, pengadaan benih siap tanam ini dilakukan pada 2019 silam. Tender senilai Rp1 Miliar lebih tersebut, berasal dari dana APBN tahun 2019 dan dimenangkan oleh salah satu perusahaan yang berlokasi di Kecamatan Kota Kayuagung.

Di situs tersebut, tidak dijelaskan dimana lokasi pekerjaan diadakan. Bahkan pihak Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten OKI yang disambangi oleh awak media yang tergabung dalam DPD Sekber Wartawan Indonesia (SWI) OKI, juga tidak bisa memberi keterangan yang rinci terkait lokasi pekerjaan serta jumlah penerima bibit siap tanam tersebut. (dhi/mis)

Berita Terkait

Dugaan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU Pematang Panggang Jadi Sorotan 
Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht
Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau
Pintu Masuk Pasar Shoping Center Kayuagung Tertutupi Pedagang, Masyarakat Keluhkan Sempitnya Ruas Jalan Masuk
KUA-PPAS APBD 2027 OKI Disepakati, Belanja Daerah Fokus Prioritas
Niat Menolong Berujung Maut di Sungai Baung, Sopir Truk Ditemukan Tewas, Kernet Masih Hilang
Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut
Bermodal Informasi Warga, Polisi Bongkar Bengkel Senjata Ilegal di SP Padang

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:41 WIB

Dugaan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU Pematang Panggang Jadi Sorotan 

Rabu, 23 September 2026 - 14:16 WIB

Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht

Senin, 21 September 2026 - 18:06 WIB

Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau

Jumat, 18 September 2026 - 14:49 WIB

Pintu Masuk Pasar Shoping Center Kayuagung Tertutupi Pedagang, Masyarakat Keluhkan Sempitnya Ruas Jalan Masuk

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:21 WIB

KUA-PPAS APBD 2027 OKI Disepakati, Belanja Daerah Fokus Prioritas

Berita Terbaru

Gubernur Prov. Sumsel, Herman Deru

Kota Palembang

Siap-siap Akan Ada Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor di Sumsel

Jumat, 25 Sep 2026 - 17:57 WIB