Herman Deru Petajam SK Menteri Tekait Harga Sawit di Sumsel Dengan Terbitkan Pergub

- Redaksi

Sabtu, 6 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suarapublik.id, PALEMBANG – Gubernur Sumsel H Herman Deru melakukan berbagai langkah agar kesejahteraan para petani kelapa sawit dapat lebih meningkat.

Salah satunya yakni dengan berencana mengeluarkan Surat Keputusan (SK) maupun Peraturan Gubernur (Pergub) sehingga tidak ada ketimpangan harga jual sawit tersebut.

“Hal itu untuk menyelaraskan harga sawit yang sesuai dengan SK Menteri sehingga lebih tajam,” kata Herman Deru, usai membuka FGD dengan tema “Penguatan kelembagaan dan kemitraan keapa sawit rakyat Sumsel di Grand Ballroom Hotel Aston, Sabtu (6/8).

Melalui SK maupun Pergub tersebut, secara tak langsung Herman Deru berupaya agar harga jual sawit tidak ada ketimpangan di setiap daerah.

“Jangan ada ketimpangan dan hanya memperbandingkan sana sisi terkait harga sawit tersebut. Jadi nantinya ada acuan yang sesuai,” terangnya.

Sebab itu, dia mengajak semua pihak termasuk Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Sumsel untuk mendorong kesejahteraan para petani sawit.

“APKASINDO harus jadi jembatan bagi kepentingan petani. Jembatan petani dengan perusahaan kelapa sawit sampai dengan industri hilirnya seperti minyak goreng, maupun jembatan ke pemerintah,” tegasnya.

Diketahui, pemerintah sendiri memang mempunyai program replanting atau peremajaan sawit dan hal itu tentu harus mendapat dorongan dari APKASINDO sehingga dapat dimanfaatkan para petani.

“Replanting ini harus sukses. Dimana ini adalah kemudahan bagi para petani untuk melakukan peremajaan sawit dengan skema pembiayaan yang murah. APKASINDO juga harus membimbing petani jika sawit para petani ini belum berbuah lagi. Apa yang harus dilakukan para petani tersebut,” tuturnya.

Bahkan, dia juga mendorong agar APKASINDO mendirikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sendiri untuk menampung tandan buah segar (TBS) sawit yang dihasilkan para petani.

“APKASINDO harus ada pabrik sendiri agar bisa menampung TBS Sawit dari para petani. Dengan adanya pabrik tersebut, APKASINDO dapat lebih mandiri dan terus bergantung dengan pihak lain sehingga bisa langsung diolah menjadi CPO. Paling tidak daya tahan CPO itu lebih lama dari TBS,” ujarnya.

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Pemenuhan Kebutuhan Darah di Palembang
Color The Street, Astra Motor Sumsel Ajak Generasi Muda Ekspresikan Kreativitas Lewat Graffiti
Pastikan Kelayakan Fasilitas dan Kesehatan Warga Binaan, Wakapolres OKU Timur Cek Rutan
Pemerintah Salurkan Bantuan Beras Gratis Rapel 30 Kilo untuk 961 Ribu KK di Sumsel
Bulog Sumsel Babel Perketat Distribusi SPHP, Realisasi Tembus 90 Persen
Sukseskan Program Satu Desa Satu Polisi, Personel Polsek Buay Madang Timur Ikuti Arahan Kapolres OKU Timur
Dua Laporan Saling Lapor di Polsek Talang Kelapa, Kedua Pihak Ditetapkan Tersangka
Bupati Toha Bantu Korban Kebakaran, Enam KK di Desa Teluk Terima Bantuan Bedah Rumah dari Pemkab Muba
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 23:43 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Pemenuhan Kebutuhan Darah di Palembang

Rabu, 4 November 2026 - 22:34 WIB

Color The Street, Astra Motor Sumsel Ajak Generasi Muda Ekspresikan Kreativitas Lewat Graffiti

Rabu, 4 November 2026 - 19:49 WIB

Pastikan Kelayakan Fasilitas dan Kesehatan Warga Binaan, Wakapolres OKU Timur Cek Rutan

Rabu, 4 November 2026 - 17:40 WIB

Pemerintah Salurkan Bantuan Beras Gratis Rapel 30 Kilo untuk 961 Ribu KK di Sumsel

Rabu, 4 November 2026 - 17:38 WIB

Sukseskan Program Satu Desa Satu Polisi, Personel Polsek Buay Madang Timur Ikuti Arahan Kapolres OKU Timur

Berita Terbaru