Gubernur Herman Deru Launching Sekolah Berasrama Berbasis Religi di OKU Timur

- Redaksi

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MARTAPURA, SUARAPUBLIK.ID — Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, bersama Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Lanosin, secara resmi meluncurkan sekolah berasrama berbasis religi di SMA Negeri 3 Martapura, Kabupaten OKU Timur, Minggu (5/4/2026).

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan bahwa pendirian sekolah berbasis religi ini merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak baik. Menurutnya, kecerdasan tanpa diimbangi moral yang kuat tidak cukup untuk menghadapi tantangan masa depan.

Ia menegaskan, sekolah berbasis religi tersebut terbuka bagi seluruh kalangan, tidak hanya siswa muslim, tetapi juga nonmuslim. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berkarakter.

“Pondasi yang kita bangun ini harus kuat, karena ke depan tantangannya semakin besar, baik dari sisi mental, finansial, maupun kondisi global. Anak-anak kita harus siap menghadapi itu semua,” ujarnya.

Herman Deru juga mendorong setiap kabupaten/kota di Sumatera Selatan memiliki sekolah berbasis religi sebagai upaya memperkuat karakter generasi muda. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kecerdasan intelektual, akhlak, dan keberanian sebagai kunci menciptakan generasi yang siap bersaing.

Selain itu, ia mengingatkan tenaga pendidik untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam proses kegiatan belajar mengajar (KBM). Guru diharapkan tidak hanya mengajar secara konvensional, tetapi juga mampu menghadirkan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan era modern.

Gubernur juga menyoroti pentingnya pemerataan kualitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah. Menurutnya, dengan semakin luasnya akses internet di berbagai wilayah Sumsel, tidak ada lagi alasan untuk membedakan kualitas pendidikan.

“Hampir seluruh wilayah Sumsel sudah terjangkau jaringan internet. Ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, sekaligus membuka wawasan anak-anak kita,” tambahnya.

Ia menegaskan, menjadi juara kelas bukanlah tujuan utama pendidikan. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk kemandirian dan kesiapan siswa dalam menghadapi kehidupan serta berkontribusi bagi pembangunan bangsa.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondyaboni, dalam laporannya menyampaikan bahwa SMA Negeri 3 Martapura merupakan salah satu sekolah berbasis religi unggulan di Sumsel.

Ia menjelaskan, sekolah berasrama ini merupakan yang ketiga di Sumsel dengan konsep serupa. Kehadirannya diharapkan menjadi pusat pengembangan pendidikan berbasis karakter sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Pendidikan merupakan pondasi utama dalam menciptakan generasi unggul. Sekolah berasrama ini diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, Mondyaboni menyampaikan bahwa sekolah ini akan fokus pada pengembangan minat dan bakat siswa, tidak hanya pada pencapaian akademik. Selain itu, aspek etika, kemandirian, serta kemampuan sosial juga menjadi perhatian dalam kurikulum.

Pada tahap awal, asrama sekolah ini akan menampung sebanyak 148 siswa. Fasilitas pendukung sebagian berasal dari bantuan masyarakat sekitar Martapura, sementara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan melengkapi kebutuhan lainnya secara bertahap.

Ia menambahkan, sekolah berbasis religi di Sumsel selama ini telah melahirkan banyak generasi muda, termasuk para hafiz Al-Qur’an, yang diharapkan menjadi penopang masa depan bangsa.

Dengan hadirnya sekolah berasrama ini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat, mandiri, serta mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan budaya.

Editor : Jaks

Berita Terkait

Bukan Sekadar Jargon! Pemkot Pagar Alam Ditantang Buktikan Pemerintahan Bersih Dari KKN
Sopir Truk Dianiaya Diduga Oknum Memakai Senjata Laras Panjang
Cegah Korupsi di BUMD dan BUMN, Pemkab Muba Gandeng Kejari
Outlet Kedua Haraku Ramen Hadir di Palembang Icon, Bawa Konsep TableService dan Menu Baru Creamy Bara Ramen
4 Kios Dijalan Pangeran Ratu Hangus Terbakar 
Pria 45 Tahun Diamankan Usai Petani Tewas di Lapak Sawit Aur Duri
Sidang Smartboard-Chromebook: Ahli KPK Ungkap Suap Bisa Lewat WhatsApp dan Kode Rahasia
Bukan Pemangkasan! Kemenhaj Pagar Alam Bongkar Fakta Masa Tunggu Haji 2027 Dari 26 Menjadi 14 Tahun

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Bukan Sekadar Jargon! Pemkot Pagar Alam Ditantang Buktikan Pemerintahan Bersih Dari KKN

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Sopir Truk Dianiaya Diduga Oknum Memakai Senjata Laras Panjang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:16 WIB

Cegah Korupsi di BUMD dan BUMN, Pemkab Muba Gandeng Kejari

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:45 WIB

Outlet Kedua Haraku Ramen Hadir di Palembang Icon, Bawa Konsep TableService dan Menu Baru Creamy Bara Ramen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Pria 45 Tahun Diamankan Usai Petani Tewas di Lapak Sawit Aur Duri

Berita Terbaru

Foto : kuasa hukum membuat laporan di polres MUBA

Musi Banyuasin

Sopir Truk Dianiaya Diduga Oknum Memakai Senjata Laras Panjang

Selasa, 6 Okt 2026 - 19:45 WIB

Sumsel

Cegah Korupsi di BUMD dan BUMN, Pemkab Muba Gandeng Kejari

Selasa, 6 Okt 2026 - 19:16 WIB