Gaji Tersendat, Sopir Feeder LRT Musi Emas Mogok Operasi

Kota Palembang417 Dilihat

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sejumlah sopir feeder Light Rail Transit (LRT) Musi Emas yang bernaung di bawah PT Transportasi Global Mandiri (TGM), melakukan aksi mogok operasi dan mendatangi Balai Pengelola LRT Sumsel, pada Jum’at petang (1/9/2023).

Aksi mogok beroperasi di wilayah Palembang II ini, mereka lakukan untuk meminta Balai Pengelola LRT Sumsel segera membayar uang sesuai perjanjian kepada PT TGM dan menandatangani kontrak kerjasama.

“Demo menuntut hak kami, gaji kami belum dibayar. Anak dan istri kami sudah kelaparan semua. Kalau sudah dibayar, kami tidak akan demo lagi. Selesai sudah, itu saja,” kata sopir Freeder LRT Musi Emas, Muhammad Anang Roni, Sabtu (2/9/2023).

Baca Juga :  September Pasar 16 Mulai Pembangunan Fisik

“Baru sebulan inilah. Kalau untuk ke PT kami sudah tiga bulan ini belum disetor oleh pihak LRT. Belum ada kejelasan. Maka dari itu kami datang ke sini,” tambah dia saat diwawancarai di lokasi.

Sementara itu, driver lainnya yang enggan menyebutkan nama mengatakan, selama ini pihak PT TGM menutupi uang gaji mereka, meskipun pihak perusahaan belum menerima pembayaran dari Balai Pengelola LRT Sumsel.

“Dua bulan ini gajinya lancar, meskipun terlambat jauh. Selama ini, pihak perusahaan yang menutupi uang gaji kami, baru sebulan ini yang belum dibayar, karena perusahaan belum dibayar oleh balai,” kata dia.

Baca Juga :  Dinas PU PR Palembang Berikan Edukasi Ke Masyarakat Pembuatan Enzim dan Penuangan Eco Enzim

Dia juga mengatakan, kedatangan dia bersama rekan-rekan untuk menuntut pihak Balai Pengelola LRT Sumsel segera menandatangani kontrak kerjasama dengan PT TGM selaku pengelola feeder LRT Musi Emas wilayah Palembang II.

“Kami juga meminta kejelasan kontrak, karena kata dirut kalau tidak ada kontrak kerjasama kami tidak akan beroperasi lagi. Jadi sampai sekarang belum ada kepastian lagi, berapa lama kami akan bekerja,” jelasnya.

Setelah menunggu hampir dua jam, para sopir feeder LRT Musi Emas diminta untuk masuk menemui perwakilan dari Balai Pengelola LRT Sumsel. Hanya saja, ketika wartawan mencoba ikut masuk dilarang petugas keamanan.

Baca Juga :  Pemprov Sumsel Imbau Warga Tak Panik Dengan Kenaikan Harga Beras

“Memang dilarang. Dari dalam, humas (melarang). Nanti saya telponkan saja,” ucap salah satu petugas keamanan yang berjaga di pos pintu masuk Balai Pengelola LRT Sumsel. (ANA)

    Komentar