Ekosantara Pertamina, Ketika Keanekaragaman Hayati Berpadu dengan Budaya di Candi Muaro Jambi

- Redaksi

Selasa, 19 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, JAMBI – Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) melalui Fuel Terminal (FT) Jambi meluncurkan Program Ekologi Nusantara (Ekosantara) yang dimulai dari tanggal 4 Agustus dan berakhir di September 2025, sebuah inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang menggabungkan upaya pelestarian warisan budaya dan konservasi keanekaragaman hayati di kawasan Cagar Budaya Candi Muaro Jambi.

Program ini menerapkan model kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media dalam satu gerakan terpadu untuk menjaga kelestarian alam dan budaya Indonesia. Sebagai langkah awal, Program Ekosantara menggelar kegiatan susur sungai dan observasi biodiversitas selama dua pekan di kawasan hutan dan aliran sungai Candi Muaro Jambi. Kegiatan ini melibatkan partisipasi lintas sektor dengan pendekatan ilmiah yang terstruktur.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Agung Nugraha, memberikan apresiasi terhadap pendekatan kolaboratif ini. “Kami menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Upaya konservasi yang efektif memerlukan keterlibatan seluruh stakeholder. Program Ekosantara menunjukkan bahwa pelestarian biodiversitas adalah tanggung jawab bersama yang melampaui batas institusional,” ungkapnya.

Pada pelaksanaannya, program ini menghadirkan Profesor Tedjo Sukmono, pakar lingkungan dan konservasi, yang memastikan standar ilmiah dalam setiap tahap observasi. Mahasiswa Universitas Jambi (UNJA) terlibat aktif dalam proses pendataan spesies endemik, menciptakan pembelajaran langsung yang menghubungkan teori dengan praktek konservasi.

“Kawasan Candi Muaro Jambi memiliki nilai strategis sebagai laboratorium alam yang menyimpan kekayaan biodiversitas. Melalui penelitian lapangan ini, kami dapat memetakan potensi flora dan fauna endemik sekaligus membangun kapasitas generasi muda dalam bidang konservasi,” jelaskan Tedjo Sukmono.

Program ini turut melibatkan Pemuda Peduli Lingkungan dan Kelompok Sadar Wisata, yang berperan sebagai garda terdepan dalam edukasi masyarakat, pemeliharaan kebersihan kawasan, dan pengembangan wisata berbasis ekologi di Lubuk Penyengat sebagai gerbang utama kawasan cagar budaya.

Observasi biodiversitas yang dilakukan telah berhasil mengidentifikasi berbagai spesies endemik, termasuk burung kingfisher dan rangkong, serta pohon-pohon lokal yang berperan vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem sungai dan hutan di kawasan tersebut. Data hasil penelitian ini akan menjadi basis penyusunan peta konservasi dan strategi pelestarian berkelanjutan di kawasan Cagar Budaya Candi Muaro Jambi.

Program Ekosantara menargetkan transformasi Cagar Budaya Candi Muaro Jambi menjadi destinasi wisata edukasi terpadu dimana masyarakat dapat menikmati warisan sejarah sekaligus mempelajari flora dan fauna endemik Jambi. Program ini bertujuan membentuk komunitas sadar lingkungan, mengembangkan ekonomi kreatif berbasis ekowisata, dan menjadikan Candi Muaro Jambi sebagai model percontohan nasional integrasi pelestarian budaya-konservasi biodiversitas yang dapat direplikasi di kawasan cagar budaya lainnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan komitmen Pertamina terhadap prinsip Environment, Social, Governance (ESG) untuk memperkuat Candi Muaro Jambi sebagai warisan sejarah sekaligus pusat konservasi biodiversitas dan destinasi wisata edukasi lingkungan berkelanjutan di Jambi.

“Program Ecosantara merupakan gerakan kolaboratif untuk melestarikan warisan alam dan budaya. Program ini merupakan investasi jangka panjang untuk keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kami percaya bahwa pelestarian alam dan budaya adalah pondasi pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Melalui Program Ekosantara, Pertamina memperkuat komitmennya terhadap pencapaian _Sustainable Development Goals_ (SDGs), khususnya pada Tujuan 15 (Ekosistem Daratan) dan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Inisiatif ini membuktikan komitmen Pertamina dalam membawa perubahan positif memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian warisan alam dan budaya Indonesia untuk generasi mendatang.

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Kesehatan dan Kemandirian Masyarakat Bakung Jaya
Tol Bayung Lencir–Simpang Ness Resmi Berbayar Hari Ini, Cek Tarif Lengkapnya!
Tol Bayung Lencir–Simpang Ness Resmi Berbayar Hari Ini, Cek Tarif Lengkapnya!
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan BNN Jambi Buka Peluang Produktif Lewat P4GN dan Life Skill
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Ekosistem Ramah Anak melalui Program TAMASYA
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Bantu Pokdakan Lamperkas Tekan Biaya Produksi Lewat Pakan Ikan Mandiri
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Daya Saing UMKM Perikanan Jambi, Produk LE-GO Kantongi Sertifikat Halal dan Produksi Meningkat
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Lansia Hidup Sehat Sekaligus Peduli Lingkungan di Jambi

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Kesehatan dan Kemandirian Masyarakat Bakung Jaya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Tol Bayung Lencir–Simpang Ness Resmi Berbayar Hari Ini, Cek Tarif Lengkapnya!

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Tol Bayung Lencir–Simpang Ness Resmi Berbayar Hari Ini, Cek Tarif Lengkapnya!

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan BNN Jambi Buka Peluang Produktif Lewat P4GN dan Life Skill

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Ekosistem Ramah Anak melalui Program TAMASYA

Berita Terbaru

pendidikan

Pancasila dalam Langkah Hidupku

Minggu, 23 Agu 2026 - 14:49 WIB