Dua Pekan Terbakar, OKI Naik Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla

- Redaksi

Rabu, 13 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sejak dua pekan terakhir, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Berangkat dari hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) meningkatkan status wilayah mereka dari siaga menjadi tanggap darurat bencana Karhutla.

Peningkatan status siaga darurat tersebut, dikeluarkan berdasarkan surat keputusan Bupati OKI nomor:382/KEP/BPBD/2023 pada Rabu lalu, 30 Agustus 2023.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Ansori mengungkapkan, dengan meningkatnya status tersebut konsentrasi pengendalian Karhutla pun difokuskan ke Kabupaten OKI.

Baik itu pemadaman lewat darat dan udara, begitu juga dengan personel dari BPBD dan Manggala Agni.

“Hasil rapat pimpinan daerah di OKI sepakat menaikan status siaga menjadi tanggap darurat dan SK-nya pun sudah keluar.  Intinya seluruh daya upaya sudah harus terkonsentrasi (di OKI) dan ini harus ada peningkatan sebelumnya termasuk dukungan pendanaan,” jelasnya, Rabu (13/9/2023).

“Pemda bisa mengeluarkan dana tanggap darurat berdasarkan status tersebut,” ungkap Ansori.

Selain OKI, kata Ansori, daerah rawan kebakaran hutan dan lahan yakni di Musi Banyuasin (Muba).

“Lahan gambut yang jadi perhatian ini sebenarnya ada dua yakni di Kabupaten OKI dan Muba. Namun, Muba sudah turun hujan sejak tiga hari terakhir. Sementara OKI sudah 60 hari tidak hujan,” kata Ansori.

Selain OKI, Ansori belum memastikan adanya wilayah Kabupaten lain yang juga akan meningkatkan status menjadi siaga Karhutla.

“Sejauh ini baru OKI saja, karena di sana masih banyak lahan gambut dan bila terbakar akan sangat sulit dipadamkan,” terang Ansori.

Untuk diketahui, luas kebakaran lahan di Kabupaten OKI sepanjang Januari-Agustus 2023 sudah mencapai 2.625,0 hektar dengan rincian 1.639 lahan mineral dan 985,9 lahan gambut.

Meluasnya kebakaran di Kabupaten OKI dikarenakan Hari Tanpa hujan (HTH) telah berlangsung selama lebih dari 60 hari. (ANA)

Berita Terkait

Bukan Sekedar Tongkrongan! Dibawah Dinas Koperasi Taman Apung Disulap Jadi Sentra Cuan Dan Lumbung PAD Pagar Alam
Sidang Perdana Iwan Tuaji dan Alhefy, Didakwa Terima Rp872,5 Juta dan Dijerat Tiga Pasal
Kanit Binmas Polsek Sanga Desa Sambangi Kelurahan Ngulak, Sosialisasikan Karhutla dan Dengarkan Keluhan Warga
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Berlangsung 2021–2026, Pria 24 Tahun Diamankan Polda Sumsel
HUT ke-81 OKI Digelar Sederhana, Pemerintah Fokus Tangani Karhutla
Perkuat Kepedulian Sosial, Personil Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Masyarakat
Cegah Karhutla, Muspika Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Imbauan
Sidang Kasus iPhone Ilegal Kembali Tertunda, Terdakwa Absen dan JPU Belum Siap

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Bukan Sekedar Tongkrongan! Dibawah Dinas Koperasi Taman Apung Disulap Jadi Sentra Cuan Dan Lumbung PAD Pagar Alam

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Sidang Perdana Iwan Tuaji dan Alhefy, Didakwa Terima Rp872,5 Juta dan Dijerat Tiga Pasal

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Kanit Binmas Polsek Sanga Desa Sambangi Kelurahan Ngulak, Sosialisasikan Karhutla dan Dengarkan Keluhan Warga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Berlangsung 2021–2026, Pria 24 Tahun Diamankan Polda Sumsel

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:32 WIB

Perkuat Kepedulian Sosial, Personil Polsek Buay Madang Timur Bagikan Paket Makanan ke Masyarakat

Berita Terbaru