Driver Ojol Ini Tolak Off Bid, Rahmadi: Anak Istri Mau Makan Apa?

- Redaksi

Sabtu, 31 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Terkait adanya informasi driver ojek online (ojol), baik untuk roda dua maupun roda empat, untuk mematikan aplikasi tidak mengambil penumpang atau off bid, pada hari ini, Sabtu (31/8/2024), tidak semuanya melakukan.

Ketika ditemui, salah satu driver ojol di kawasan Jakabaring, tepatnya di depan Opi Mall Palembang, Rahmadi (28), mengatakan dirinya tetap menghidupkan Aplikasi dan mengambil penumpang.

“Tetap ambil penumpang. Dari mana dapat uang untuk makan dan menafkahi anak dan istri jika tidak ambil orderan,” kata Rahmadi, yang tergabung dalam Droom Comunity Ojol Jakabaring.

Terkait informasi adanya demo hari ini, Droom Comunity tetap menghormati.”Kami tetap menghormati itu. Namun untuk tidak menghidupkan aplikasi sepertinya tidak bisa. Saya ngojek cari uang untuk nafkahi anak dan istri,” tegas Rahmadi, yang sudah menjadi driver ojol sejak tahun 2017 itu.

Mengenai kabar soal off bid di dalam grup gojeknya, Rahmadi menyebut tidak ada informasi terkait semua driver ojol akan off bid. “Walaupun ada juga, kami tetap narik penumpang. Mau makan apa,” katanya lagi.

Rahmadi menjelaskan, kalau untuk menolak soal potongan, tentu pihaknya juga menolak terkait potongan itu apalagi sebesar Rp20 persen. “Potongan itu tidak sesuai dengan ongkos yang kami terima. Masa aplikasi lain berani lebih kecik lagi potongan, maaf tidak bisa saya sebutkan,” tegasnya.

Belum lagi sekarang, Rahmadi mengatakan, bonus-bunos yang diberikan tidak ada lagi. “Jadi kami hanya dapat uang dari ongkos penumpang saja. Dan bagaimana dengan driver ojol sering menarik menumpang pada malam hari, resikonya tinggi,” katanya lagi.

” BPJS memang ada itu di potong dari aplikasi kami, bayar sendiri. Dipotong dari gopay,” ungkapnya.

Ditambahkannya, jika memang ada demo di Palembang jelas pihaknya akan ikut demo. “Tetapi apakah uang sudah tercukupi belum untuk anak istri,” katanya.

Hal yang sama diungkap Alficky (22), warga Tegal Binangun. “Belum ada informasi di grup soal off bid. Kalau pun ada itu kan demo di pusat. Kami tetap mendukung. Tetapi untuk cari penumpang dan menarik penumpang tetap. Karena untuk makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Beda halnya jika Demo dilakukan di Palembang, sambungnya, pihaknta tentu akan ikut menyuarakan soal potongan tersebut terlalu besar hingga 20 persen. (ANA)

Berita Terkait

Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Resmi Jadi Tahanan JPU, Kasus Proyek PALI Segera Disidangkan
Pledoi Saesilawati: PH Bantah Ada Niat Membunuh, Minta Dakwaan Dialihkan ke Penganiayaan
OJK Sumsel Dorong Pembiayaan Rp185,88 Miliar untuk Perkuat Hilirisasi Kelapa
Pj Sekda Palembang Evaluasi Pengawasan Realisasi Pendapatan 
Penemuan Mayat Mr. X Gemparkan Warga IT 1
Empat Bulan Buron Usai Keroyok Buruh Hingga Kritis AP Diringkus Opsnal Polsek Plaju
The Alts Hotel Palembang Hadirkan Social Galas, Tawarkan Beragam Benefit untuk Event
Saksi Ungkap Uang Rp1 Miliar untuk Hengki Kurniawan, KPK Cari Bukti Pendukung

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 19:55 WIB

Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Resmi Jadi Tahanan JPU, Kasus Proyek PALI Segera Disidangkan

Kamis, 24 September 2026 - 17:10 WIB

Pledoi Saesilawati: PH Bantah Ada Niat Membunuh, Minta Dakwaan Dialihkan ke Penganiayaan

Kamis, 24 September 2026 - 17:03 WIB

OJK Sumsel Dorong Pembiayaan Rp185,88 Miliar untuk Perkuat Hilirisasi Kelapa

Kamis, 24 September 2026 - 14:31 WIB

Pj Sekda Palembang Evaluasi Pengawasan Realisasi Pendapatan 

Kamis, 24 September 2026 - 14:30 WIB

Penemuan Mayat Mr. X Gemparkan Warga IT 1

Berita Terbaru