Disbudpar Ingin Jadikan Sumsel Destinasi Wisata Religi

- Redaksi

Selasa, 12 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan (Sumsel), tengah berupaya mengembangkan potensi wisata religi yang ada di seluruh Kabupaten Kota di provinsi Sumsel.

Mengenai hal itu, Disbudpar mengembangkan paket wisata religi agar jumlah kunjungan wisatawan kembali meningkat setelah sempat meredup akibat pandemi COVID-19.

Saat ini, Disbudpar Sumsel telah melakukan beberapa rangkaian kerja untuk mengembangkan paket Wisata Religi yang saat ini telah masuk di tahap kedua. Tahap pertama, Disbudpar Sumsel telah merangkai paket wisata religi untuk kanupaten OI, kabupaten OKI dan Kota Pagar Alam. Sedangkan untuk tahap kedua, kembali tiga daerah di kawasan OKU Raya (OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan) yang akan di angkat wisata religinya.

“Paket Wisata Religi ini untuk mengenalkan wisata religi Sumsel, hari ini pada Forum Grup Diskusi untuk tiga daerah di OKU Raya. Saat ini tengah membahas wisata mana saja yang nanti akan bisa di masukan dalam paket,” Tiurma Y. I. Simanjuntak, Kasi Daya Tarik Wisata Disbudpar Sumsel, katanya disela FGD, Selasa (12/10/2021).

Lanjutnya, Paket Wisata ini nantinya akan ada untuk 17 Kabupaten Kota se Sumsel. Disbudpar juga merangkul seluruh pelaku wisata dan agensi perjalanan seperti Asosiasi Travel Agent (ASITA), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan Masyarakat Sadar Wisata (MASATA).

“Paket Wisata Religi ini dapat menciptakan alternatif baru dalam paket perjalanan di Sumatera Selatan selain wisata alam dan buatan,” ungkapnya.

Sementara itu Aziz Kamis selaku Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Bidang Pariwisata mengatakan, jika Paket Wisata Religi ini juga salah satu dari Visi Gubernur Sumsel untuk menciptakan Sumsel yang religius.

“Kalau berbicara soal wisata religi bukan hanya yang agama islam, artinya semua agama kalau memang ada yang harus di hormati kita dorong jadi wisata religi,” kata dia.

Menurutnya dengan dikembangkanya Potensi Wisata Religi dapat juga menghindari dari kegiatan syirik yang dilakukan. Jadi misalnya, di satu daerah ada makam makam tokoh atau nenek moyang yang menjadi sejarah di daerah tersebut. Bisa kita kembangkan menjadi tempat Wisata.

“Jangan sampai makam itu hanya digunakan untuk kegiatan yang sifatnya syirik atau menjadi tempat meminta sesuatu. Selain itu juga manfaatnya juga bisa mengenalkan peradaban di daerah tersebut dengan menghormati nenek moyang dan menambah objek pariwisata kita yang semakin lama wisata religi di Sumsel bisa semakin meningkat,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Sosial, Polsek Buay Madang Timur Gelar Aksi Sedekah dan Berbagi Makanan ke Warga
Polsek Buay Madang Timur Gencarkan Mitigasi Karhutla, Sebar Maklumat Kapolda Sumsel ke Warga
Polisi Gerebek Dua Lokasi Diduga Markas Kampung Narkoba di SU I Palembang
Rhendy Nahkodai Paratai Golkar Empat Lawang Lima tahun Kedepan
Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp
Karutan Baturaja Hadiri Kunjungan Kerja Reses Komisi XIII DPR RI
Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus
Sinergi Forkopimcam Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Larangan Karhutla

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Wujud Kepedulian Sosial, Polsek Buay Madang Timur Gelar Aksi Sedekah dan Berbagi Makanan ke Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 23:46 WIB

Polsek Buay Madang Timur Gencarkan Mitigasi Karhutla, Sebar Maklumat Kapolda Sumsel ke Warga

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Polisi Gerebek Dua Lokasi Diduga Markas Kampung Narkoba di SU I Palembang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Rhendy Nahkodai Paratai Golkar Empat Lawang Lima tahun Kedepan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp

Berita Terbaru