Di Sumsel Sehari 150 Orang Kena Covid-19, BOR Naik 55 Persen

- Redaksi

Kamis, 1 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy. Foto: jak/suarapublik

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy. Foto: jak/suarapublik

SUARAPUBLIK, PALEMBANG – Bed Okupansi Rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus meningkat. Apalagi, kasus Positif Covid-19 di Sumsel dalam setiap harinya bisa bertambah tak kurang dari 150 orang.

Hal ini dinilai cukup menghawatirkan apalagi saat ini BOR Sumsel telah terisi sekitar 55 persen dari total keseluruhan tempat tidur. Bahkan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nurainy mengatakan, jika tingkat keterisian tempat tidur di beberapa daerah di Sumsel sudah cukup mengkhawatirkan. Bahkan sudah melewati ambang batas aman, yakni 70 persen, daerah itu seperti Lubuklinggau (76 persen), Musi Rawas (69 persen), dan Palembang (63 persen).

“Jika melihat dari kondisi ini, pemerintah daerah wajib menambah kapasitas tempat tidur 40 persen dari total yang ada. Saat ini di Sumsel kapasitas tempat tidur secara total yakni 1.958 unit sudah terisi sebanyak 1.086 tempat tidur atau sekitar 55 persen,” kata Lesty saat di hubungi, Kamis (1/7/2021).

Lanjut Lesty, pemerintah daerah wajib menambah ruang Isolasi atau menambah kapasitas tempat tidur. Jika tingkat BOR telah mencapai 60 persen, kapasitas BOR harus di tambah 30 persen, begitu juga jika BOR telah mencapai 80 persen kapasitasnya harus ditambah 40 persen.

“Tingkatan penanganan ini diperlukan agar tidak terjadi lonjakan kebutuhan tempat tidur di rumah sakit,” katanya.

Meningkatnya kapasitas tempat tidur ini harus direspos cepat oleh pemerintah daerah agar tidak terjadi lonjakan dan berpengaruh pada pelayanan rumah sakit. Apalagi ia menerangkan jika Positivity rate Provinsi Sumsel sudah mencapai 34 persen lebih. Ini berbanding jauh dengan yang ditetapkan oleh WHO yang hanya 5 Persen.

“Terus saya ingatkan kepada masyarakat juga harus lebih disiplin untuk menerapkan Protocol kesehatan jika ingin hidup normal kembali. Jika ini diabaikan, Pandemi ini bukanya hilang malah semakin bertambah,” pungkasnya. (jak)

Berita Terkait

Cegah Kejahatan 3C dan Karhutla, Polsek Buay Madang Timur Gencarkan Patroli KRYD Sejak Dini Hari
Polsek Buay Madang Timur Pastikan Keamanan Ibadah ‘Minggu Kasih’ di Gereja Trinitas Bangun Sari
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Berbagi Kebahagiaan Ramadan Bersama Keluarga Veteran dan Komunitas
Tujuh KK Keluhkan Penutupan Jalan Utama Kerumahnya, Pemilik Tanah : Kita Ada Sertifikat Sah
Bupati dan Kajari Empat Lawang saat sedang Tandatangani Perjanjian Kerjasama
Pemudik Dihimbau Jangan Melawan Arus
DPW Perempuan Bangsa Sumatera Selatan Gelar Konsolidasi Gerakan Politik Perempuan Menuju Sukses 2029
Klarifikasi dan Permohonan Maaf Bagian Umum Setda Muba Terkait Kekeliruan Input Data RUP BBM Genset

Berita Terkait

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:33 WIB

Cegah Kejahatan 3C dan Karhutla, Polsek Buay Madang Timur Gencarkan Patroli KRYD Sejak Dini Hari

Minggu, 15 Maret 2026 - 19:29 WIB

Polsek Buay Madang Timur Pastikan Keamanan Ibadah ‘Minggu Kasih’ di Gereja Trinitas Bangun Sari

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:59 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Berbagi Kebahagiaan Ramadan Bersama Keluarga Veteran dan Komunitas

Minggu, 15 Maret 2026 - 18:03 WIB

Tujuh KK Keluhkan Penutupan Jalan Utama Kerumahnya, Pemilik Tanah : Kita Ada Sertifikat Sah

Minggu, 15 Maret 2026 - 17:57 WIB

Bupati dan Kajari Empat Lawang saat sedang Tandatangani Perjanjian Kerjasama

Berita Terbaru