Category: Pagar Alam

  • Respon Cepat Laporan Warga, Polres Pagar Alam Gagalkan Transaksi Ganja 200 Gram

    Respon Cepat Laporan Warga, Polres Pagar Alam Gagalkan Transaksi Ganja 200 Gram

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Satresnarkoba Polres Pagar Alam berhasil mengamankan dua tersangka tindak pidana narkotika dengan barang bukti 200 gram narkotika jenis ganja.

    Kedua tersangka adalah K (22) dan RDMR (23), yang ditangkap saat berada di pinggir Jalan Griya Abdi Negara Kelurahan Selibar Kecamatan Pagar Alam Utara pada hari Senin (2/2/26) sekira pukul 22.50 WIB.

    Penangkapan juga merupakan laporan masyarakat yang merasa curiga dengan gerak-gerik keduanya yang diduga akan melakukan transaksi barang haram tersebut.

    Alhasil, respon atas laporan tersebut, Aparat atau Satresnarkoba menemukan 3 Paket ganja yang dibungkus kertas koran dan diselipkan di pinggang tersangka.

    Kasat Narkoba Iptu Doris Pidriandi mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi warga yang resah karena lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

    “Kami menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan penyelidikan. Saat anggota tiba di lokasi, terlihat dua orang yang mencurigakan di pinggir jalan. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan tiga paket ganja yang disimpan di pinggang salah satu terduga pelaku,” ujar Iptu Doris.

    Ia mengatakan, selain narkotika, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya berupa satu kantong plastik hitam, satu unit handphone Oppo A15 warna fancy white, serta satu unit sepeda motor Yamaha Vixion warna hitam berikut kunci kontak.

    Dirinya menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Pagar Alam.

    “Ini komitmen kami untuk terus memberantas peredaran gelap narkotika. Peran aktif masyarakat sangat kami harapkan, karena informasi sekecil apa pun sangat membantu pengungkapan kasus,” tegasnya.

    Saat ini, kedua terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Pagar Alam guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik menjerat keduanya dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) atau Pasal 111 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta ketentuan pidana terkait lainnya.

    Satresnarkoba Polres Pagar Alam juga tengah melengkapi berkas perkara, berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum tahap I, serta melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas. (ANA)

  • Tingkatkan Keterampilan, Kemampuan Menembak Anggota Polres Pagar Alam Diuji

    Tingkatkan Keterampilan, Kemampuan Menembak Anggota Polres Pagar Alam Diuji

    SUARAPUBLIK.ID, PAGARA ALAM – Demi meningkatkan skil dan profesionalisme personel dalam penggunaan senjata api, khususnya senjata api sekondari, Polres Pagar Alam melaksanakan kegiatan latihan dan uji kemampuan menembak di lapangan tembak Polres Pagar Alam, Selasa (3/2/2026).

    Kegiatan juga tersebut bertujuan untuk menguji keakuratan, ketepatan, serta kelayakan personel dalam memegang dan menggunakan senjata api sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku di lingkungan Polri. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan disiplin dan pengawasan ketat.

    Kapolres Pagar Alam AKBP Januar Kencana Setia Persada, SIK menyampaikan bahwa kemampuan menembak merupakan keterampilan penting yang harus terus diasah.

    “Latihan ini dilaksanakan secara berkala agar setiap personel memiliki kemampuan yang terukur, profesional, dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa penguasaan senjata api bukan semata soal keterampilan teknis, namun juga mencerminkan kedisiplinan dan kesiapan personel dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.

    “Secara umum hasilnya cukup maksimal, personel mampu melaksanakan tes dengan baik dan terukur. Diharapkan kemampuan ini dapat menunjang tugas kepolisian sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat diberikan secara aman, humanis, dan profesional,” jelasnya. (ANA)

  • Pagar Alam Masuk 15 Daerah Terbaik Implementasi SIPD RI Tahun 2025

    Pagar Alam Masuk 15 Daerah Terbaik Implementasi SIPD RI Tahun 2025

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam kembali menorehkan prestasi dengan meraih Penghargaan Apresiasi Implementasi Pembayaran Gaji ASN melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) RI Tahun 2025, untuk pemerintah daerah di Provinsi Sumsel dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama Bank SumselBabel di Palembang.

    Sekretaris Daerah Kota Pagar alam, Zaily Oktosab Fitri Abidin menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas penghargaan yang berhasil diraih Pemkot Pagar Alam.

    Zaily menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kota Pagaralam. Menurutnya, penghargaan ini diberikan atas capaian 100 persen implementasi SIPD Tahun 2025 di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Pagar alam.

    “Penghargaan ini diberikan kepada Pemkot Pagar alam atas capaian 100 persen implementasi SIPD Tahun 2025 di seluruh OPD,” ujar Zaily.

    Ia menjelaskan, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa seluruh OPD telah mengikuti dan menjalankan ketentuan penggunaan SIPD sebagaimana yang ditetapkan. Zaily juga menambahkan bahwa hanya 15 kabupaten/kota di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung yang berhasil meraih penghargaan tersebut.

    “Bagi kabupaten/kota yang belum mencapai 100 persen, diharapkan pada awal tahun seluruh rangkaian implementasi SIPD sudah dapat diselesaikan,” terangnya.

    Ke depan, Zaily berharap seluruh OPD di lingkungan Pemkot Pagaralam dapat bekerja lebih cepat dan optimal dalam menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan yang ada di SIPD.

    “Kami berharap ke depan penyelesaian rangkaian kegiatan di SIPD bisa lebih cepat. Kalau bisa, Pemkot Pagaralam menjadi yang tercepat di Provinsi Sumatera Selatan,” harapnya.

    Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pagar Alam Ade Kurniawan menyampaikan, bahwa keberhasilan ini merupakan wujud komitmen kuat Pemkot Pagar alam dalam menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan serta aset daerah.

    “Dengan diraihnya penghargaan ini, Pemkot Pagaralam terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan berbasis digital,” jelasnya. (ANA)

  • Viral Kepala Kantor Pos Diduga Lecehkan Pegawai, Begini Respon Polres Pagar Alam

    Viral Kepala Kantor Pos Diduga Lecehkan Pegawai, Begini Respon Polres Pagar Alam

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Beberapa hari belakangan viral di berbagai laman pemberitaan jika Kepala Kantor Pos Kota Pagar Alam yakni UB diduga melakukan tindakan pelecehan terhadap seorang perempuan yakni R (23) yang tak lain adalah karyawan atau pekerjanya sendiri.

    Diketahui jika kasus ini terjadi pada penghujung 2025 lalu, atau tepatnya 30 November 2025 sekira pukul 09.09 WIB, dan atas kejadian tersebu korban pun langsung membuat laporan ke Polres Pagar Alam dengan nomor LP/B/252/XII/2025/SPKT/POLRES PAGAR ALAM/POLDA SUMATERA SELATAN tanggal 08 Desember 2025 pukul 18.19 WIB.

    Sementara Kuasa Hukum korban Oscar Harris, menyampaikan harapannya agar terduga pelaku segera diamankan oleh aparat kepolisian, karena saat ini penyidik telah mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk menahan pelaku.

    Pasalnya, Lanjut Oscar Harris kekerasan seksual atau pelecehan tidak bisa ditoleransi karena merusak dan merendahkan martabat perempuan pada umumnya.

    “Kami sangat prihatin bahwa korban merupakan bagian dari instansi pemerintah yang seharusnya menjamin keamanan dan perlindungan. tindakan tersebut justru merusak masa depan korban dan nama baik korban,” tegasnya.

    Menyikapi hal ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pagar Alam membenarkan, jika pihaknya tengah mendalami laporan dari korban dan sudah masuk dalam proses penyelidikan.

    ”Ya benar kita telah menerima laporan dari korban dan kini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman,” ungkap Kanit PPA Polres Pagar Alam, Ipda Joni Firmansyah.

    Ia menjelaskan, saat ini memang sedang bergulir sementara salah satu alat bukti pihaknya telah mengirim ke Laboratorium (LIB) ke Polda Sumsel

    “Sabar ya kawan – kawan Kita tunggu kita tunggu dulu hasilnya, jangan buru – buru apalagi sekarang kita harus ikuti KUHP yang baru jadi kita harus menyesuaikan jangan buru -buru secepat kilat kita kerja sesuai Aturan yang berlaku.” imbuhnya. (ANA)

  • Bersiap Hadapi Era Hukum Baru, Polres Pagar Alam Bekali Anggota KUHP dan KUHAP Terbaru

    Bersiap Hadapi Era Hukum Baru, Polres Pagar Alam Bekali Anggota KUHP dan KUHAP Terbaru

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Sebagai bentuk implementasi terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHP) terbaru, Polres Pagar Alam pun mulai melakukan sosialisasi.

    Sosialisasi tersebut melibatkan pejabat utama dilingkungan Polres Pagar Alam dengan menghadirkan narasumber dari Tim Bidkum Polda Sumatera Selatan Kompol Muhammad Ihsan bertempat di Aula Wirasatya 96.

    Wakapolres Pagar Alam mengatakan j Kompol Wahyu Prasetyo menyambut baik kegiatan tersebut karena sangat penting bagi anggota Polres Pagar Alam.

    “Pemahaman aturan baru ini penting agar setiap anggota bertugas sesuai prosedur dan memberi kepastian hukum kepada masyarakat,” ujarnya.

    Sementara Kompol Muhammad Ihsan, selaku narasumber mengatakan bahwa KUHP dan KUHAP terbaru resmi berlaku sejak Januari 2026. menggantikan aturan lama.

    “KUHP baru menghadirkan sanksi alternatif seperti kerja sosial, sementara KUHAP memperkuat prinsip due process of law dan perlindungan hak tersangka serta korban,” imbuhnya.

    Dirinya berharap, penerapan pasal-pasal baru di lapangan dari KUHP dan KUHAP dapat memperkuat kesiapan Polres Pagar Alam menghadapi perubahan sistem hukum pidana nasional.

    Ia menambahkan, sosialisasi ini menjadi langkah nyata peningkatan profesionalisme personel.

    “Kami siap memberikan pelayanan hukum yang lebih modern, transparan, dan humanis kepada masyarakat,” jelasnya. (ANA)

  • Kunker Kejati Sumsel, Support Terobosan Kemajuan Pagar Alam

    Kunker Kejati Sumsel, Support Terobosan Kemajuan Pagar Alam

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Dalam kunjungan kerjanya (Kunker) ke Kota Pagar Alam, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel, Ketut Sumedana, turut memberikan suport terobosan-terobosan yang bakal membuat Kota Pagar Alam semakin maju.

    Salah satunya dengan kehadiran Sekolah Taruna Nusantara dan Sekolah Tinggi Pariwisata yang nanti dinilai akan menjadikan Kota Pagar Alam sebagai kota wisata yang berbasis pendidikan.

    Diketahui jika dalam Kunkernya ke Tanah Besemah,Kejati Sumsel disambut dengan Gala Diner bersama Pemerintah Kota Pagar Alam, Senin (26/1/2026), dilanjutkan dengan jalan santai di sejumlah kawasan Objek Wisata yang ada di Pagar Alam.

    Dalam sambutannya, Walikota Ludi Oliansyah mengucapkan selamat datang kepada Kajati Sumsel Ketut Sumedana beserta rombongan, ditanah Bumi Besemah Kota Pagar Alam.

    Ludi Oliansyah, memaparkan kepada Kajati Sumsel, tentang potensi yang ada Kota Pagar Alam, meliputi di sektor pariwisata dan pendidikan, kedepannya Wali Kota berharap dengan adanya sinergitas dengan Kajati Sumsel dan stakeholder terkait, potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal.

    Dirinya menjelaskan bahwa kedepan, dibawah kepemimpinannya bersama Wawako Hj. Bertha, akan menjadikan Pagar Alam sebagai Kota pendidikan dan pariwisata.

    “Guna menunjang hal tersebut, sebentar lagi akan hadir sekolah taruna Nusantara dan sekolah rakyat di Kota Pagar Alam, selanjutnya dalam waktu dekat, pesawat citylink juga akan beroperasi di bandara atung bungsu Kota Pagar Alam,” ujarnya.

    Sementara Kajati Sumsel DKetut Sumedana dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah beserta jajaran Pemkot Pagar Alam yang telah menyambut dirinya beserta rombongan dengan baik.

    Dirinya menambahkan, dengan kehadiran sekolah Taruna Nusantara, dan ditambah dengan Sekolah Tinggi Pariwisata di Kota Pagar Alam, kedepannya Pagar Alam dapat diwujudkan menjadi Kota yang berbasis pariwisata dan pendidikan.

    “Kedepannya, nanti kita obrolkan lagi bersama Walikota, tentang terobosan untuk memajukan Kota Pagar Alam, dan saya perintahkan kepada Kajari Pagar Alam Ira Febrina, tolong disupport dan dikawal Pemkot Pagar Alam untuk bisa berkembang dan maju lagi,” jelasnya. (ANA)

  • Support Penyandang Disabilitas Dapat Layanan Hukum, Pemkot Pagar Alam Teken MoU dengan Pengadilan

    Support Penyandang Disabilitas Dapat Layanan Hukum, Pemkot Pagar Alam Teken MoU dengan Pengadilan

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Untuk meningkatkan penyediaan layanan bagi para penyandang disabilitas dalam berperkara maupun mendapatkan pelayanan hukum di Pengadilan, Pemerintah Kota Pagar Alam menjalin kerja sama dengan Pengadilan Negeri Pagar Alam melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman.

    MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Walikota Pagaralam, Ludi Oliansyah, bersama Ketua Pengadilan Negeri Pagar Alam, Andi Wilham yang melibatkan juga Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kota Pagar Alam.

    Walikota menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Pagar Alam menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan inovasi penting dalam mewujudkan prinsip kesetaraan di hadapan hukum bagi seluruh lapisan masyarakat.

    “Penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah positif dan inovatif untuk memastikan bahwa semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum,” ungkap Walikota.

    Walikota juga menyampaikan, bahwa saat ini Kota Pagar Alam akan segera memiliki Rumah Restorative Justice dengan konsep Rumah Adat Ghuma Baghi.

    Langkah ini, kata dia, adalah sebagai bentuk dukungan terhadap penegakan hukum yang mengedepankan perdamaian di tengah masyarakat, atau yang saat ini dikenal dengan konsep restorative justice.

    “Restorative justice, atau dalam masyarakat Besemah dikenal dengan penyelesaian secara kekeluargaan, seperti tepung tawagh dengan pendampingan tetua dusun laman, sebenarnya sudah lama hidup dan berkembang di Tanah Besemah,” jelasnya.

    Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Pagar Alam, Andi Wilham, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemkot Pagar Alam atas dukungan dan kerja sama yang terjalin. Ia berharap MoU ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan hukum bagi penyandang disabilitas.

    “Kerja sama ini sangat penting, terutama dalam meningkatkan pelayanan bagi masyarakat penyandang disabilitas, baik dari sisi penerjemah maupun fasilitas pendukung lainnya, sehingga mereka mendapatkan perlakuan yang sama di hadapan hukum,” ungkapnya. (ANA)

  • Gunakan Truk Pribadi, Walikota Lepas Keberangkatan Bantuan Korban Bencana Sumatera

    Gunakan Truk Pribadi, Walikota Lepas Keberangkatan Bantuan Korban Bencana Sumatera

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Pemerintah Kota Pagar Alam kembali mengirimkan bantuan berupa logistik untuk masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh, yang keberangkatanya dilepas langsung Walikota Ludi Oliansyah, di depan Rumah Dinas Wali Kota Pagar Alam, pada Senin (26/01/2026).

    Bantuan ini berupa bantuan pangan, yakni paket sembako, mie instan, popok bayi, pakaian layak pakai, serta uang tunai kurang lebih Rp342 juta, yang diangkut menggunakan mobil truk pribadi milik Walikota Ludi.

    Adapun pengiriman bantuan ini akan difokuskan ke salah satu daerah yang terdampak bencana namun belum banyak menerima bantuan, yakni di wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

    “Ternyata masih ada daerah yang memang belum terjangkau, Alhamdulillah dari hasil penelusuran tim MUI Kota Pagar Alam, juga telah membuat posko khusus, di Kabupaten Agam, yang salah satu yang harus kita tuju, karena masih banyak yang belum terjangkau,” ungkapnya.

    Walikota berharap, bantuan yang dikirimkan ini dapat membantu dan meringankan beban saudara-saudara yang terkena musibah di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.

    “Tentunya kita mengharapkan apa yang kita salurkan ini benar-benar dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana tersebut,” jelasnya. (ANA)

  • Walikota Pagar Alam Hadiri Undangan Stafsus Presiden, Bahas Pembangunan Wisata Alam

    Walikota Pagar Alam Hadiri Undangan Stafsus Presiden, Bahas Pembangunan Wisata Alam

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Walikota Pagar Alam, Ludi Oliansyah, bersama Wakil Walikota Hj. Bertha, turut hadir dalam acara Silaturahmi Budaya Bumi Rimba Candi, di Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Tengah, Pagar Alam. Giat ini diselenggarakan Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Fauka Noor Farid dan istri, pada Rabu (21/1/2026).

    Silaturahmi budaya di Bumi Rimba Candi ini, bertujuan untuk merayakan karya di puncak tertinggi di Sumatera Selatan, serta mengenalkan sekaligus membangun kawasan Rimba Candi untuk menjadi salah satu tujuan wisata alam di Kota Pagar Alam.

    Wisata alam dengan menyuguhkan keindahan alam di dataran tinggi yang menghadap langsung ke Gunung Dempo dan bukit barisan, dengan suasana yang sejuk dan ramah.

    “Keindahan alam yang ada disini tidak bisa digantikan dengan uang, tetapi keindahan alam ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan ekonomi dan taraf hidup,” ungkap Stafsus Fauka.

    Sementara, Ludi Oliansyah mengungkapkan, bahwa Kota Pagar Alam memiliki banyak bukti sejarah yang ditinggalkan dari zaman ke zaman. Sehingga menjadi bukti bahwa Kota Pagar Alam kaya akan keindahan alam dan sejarah.

    “Di Pagar Alam ini banyak bukti sejarah, setiap zaman ke zaman, generasi ke generasi, meninggalkan jejak sejarah, jadi ini jejak sejarah, yang tidak dimiliki oleh daerah lain,” imbuhnya. (ANA)

  • Walikota Pagar Alam Instruksikan Tiga OPD Ini Optimalkan Kinerja

    Walikota Pagar Alam Instruksikan Tiga OPD Ini Optimalkan Kinerja

    SUARAPUBLIK.ID,PAGAR ALAM – Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah menginstruksikan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengoptimalkan kinerja dalam menjalankan tugas dan fungsi, guna memberikan pelayanan dan kenyamanan untuk masyarakat Kota Pagar Alam.

    Hal ini disampaikan Walikota saat Upacara gabungan yang diikuti oleh Forkopimda, TNI, Polri dan ASN Pemkot Pagar Alam, di Halaman Kantor Wali Kota Pagar Alam, Senin,(19/1/2026).

    Beberapa OPD tersebut diantaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), lantaran belum optimal dalam mengatasi banjir di Kota Pagar Alam, dengan memperbaiki dan membersihkan drainase-drainase yang berada di titik-titik rawan banjir.

    Kemudian Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), karena belum menegakkan Peraturan Walikota (Perwako) maupun Peraturan Daerah (Perda).

    Pasalnya, kata Walikota saat ink masih banyak pedagang yang berjualan di pinggir jalan raya sehingga mengganggu pengendara di jalanan.

    “Kota Pagar Alam ini merupakan kota tujuan Wisata di Sumatera Selatan, untuk itu, Dinas PU, itu dicek titik-titik rawan banjir, drainase dibersihkan, kalau ada yang rusak diperbaiki. Pol PP, jangan hanya siap pak, itu masih banyak tenda pedagang di pinggir jalan, tertibkan,” tegas Wali Kota.

    Tak hanya itu, Dinas Lingkungan Hidup juga tak luput dari perhatian Walikota, untuk memperhatikan kebersihan di lingkungan Kota Pagar Alam, sebab Kota Pagar Alam merupakan Kota Tujuan Wisata di Sumatera Selatan, sehingga kebersihan dan keindahan Kota Pagar Alam harus selalu dijaga.

    Wako Ludi juga mengajak seluruh OPD dan pegawai di lingkungan Pemkot Pagar Alam untuk berkolaborasi bersama untuk membangun dan memajukan Kota Pagar Alam, serta mengajak untuk bekerja dengan hati dan berinovasi, agar dapat membantu mewujudkan 14 program pada kepemimpinan Wako Ludi dan Wawako Hj. Bertha. (ANA)

  • Puluhan Tahun Menggerutu Kurang Perhatian Pemerintah, Kina Warga Talang Banan Tersenyum Lega

    Puluhan Tahun Menggerutu Kurang Perhatian Pemerintah, Kina Warga Talang Banan Tersenyum Lega

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Penantian panjang warga Talang Banan, Kelurahan Burung Dinang, yang puluhan tahun harus bergelut dengan lumpur dan akibat infrastruktur berupa jalan yang tak pernah tersentuh pembangunan, kini terobati.

    Pasalnya, selama bertahun-tahun, akses menuju Talang Banan yang di tempati oleh 36 Kepala Keluarga (KK) dikenal sebagai jalan yang memprihatinkan karena berlumpur ketika musim hujan, dan berdebu ketika musim kemarau kini sudah di aspal menjadi jalan yang layak.

    Sementara, selain akses utama jalan menunju Talang Banan tersebut juga merupakan jalan sektor pertanian yang sekitar 1.000 hektar lahan pertanian produktif, mulai dari kopi hingga aneka sayuran yang menjadi penopang ekonomi warga.

    Kondisi sebelumnya kerap dikeluhkan oleh warga setempat, yang kadang merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah. Bahkan anak sekolah tak jarang batal berangkat sekolah karena saat hendak menuju ke sekolah kendaraan yang mereka tumpangi terjatuh.

    Juman warga yang telah bermukim di Talang Banan sejak tahun 1970 sekaligus Ketua RT 09 RW 02, mengaku haru melihat perubahan yang akhirnya terwujud.

    “Sejak puluhan tahun kami tinggal di sini, baru kali ini jalan kami benar-benar dibangun layak. Dulu kalau hujan seperti kubangan kerbau, sekarang alhamdulillah sudah aspal,” ujarnya.

    Ia mengujgkapkan, Meski Talang Banan sudah resmi menjadi RT sejak 2004, pembangunan jalan tak kunjung terealisasi. Janji demi janji sempat diterima warga, namun kondisi jalan tetap memprihatinkan hingga beberapa tahun lalu.

    “Dulu kalau hujan, anak-anak kadang bawa baju ganti. Bahkan pernah ada yang jatuh, bajunya penuh lumpur, akhirnya pulang dan tidak jadi sekolah,” katanya.

    Saat ini kondisi jalan sudah aspal membuat aktivitas warga jauh lebih lancar. Anak-anak berangkat ke sekolah tanpa rasa khawatir, kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan aman, dan hasil pertanian bisa diangkut tanpa hambatan.

    “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemkot Pagar Alam terutama Pak Walikota jalan kami sudah diaspal. Pasalnya jalan ini bukan hanya untuk kami yang tinggal di sini, tapi juga untuk pertanian. Kopi dan sayuran sekarang lebih mudah dibawa keluar,” imbuhnya.

    Bagi warga Talang Banan, jalan aspal bukan sekadar infrastruktur. Ia menjadi simbol perhatian, penggerak ekonomi, sekaligus bukti bahwa penantian panjang mereka akhirnya terbayar dengan harapan baru untuk masa depan yang lebih baik.

    Sementara, Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah mengatakan, bahwa dirinya sudah memprioritaskan akses Jalan Talang Banan untuk dibangun di tahun 2025.

    “Saya pernah datang kelokasi memang kondisi jalannya sangat memprihatinkan. Namun saat ini jalan sudah beraspal dan bisa dilalui kendaraan apa saja yang akan berdampak pada perputaran ekonomi kerena disana merupakan pusat pertanian sayur dan kopi,” jelasnya. (ANA)

  • Irigasi Lematang Kembali Mengalir, Produksi Pertanian Bergantung Tahap Lanjutan

    Irigasi Lematang Kembali Mengalir, Produksi Pertanian Bergantung Tahap Lanjutan

    SUARAPUBLIK.ID,. PAGARALAM — Proyek pembangunan Daerah Irigasi (D.I.) Lematang menunjukkan perkembangan signifikan. Saat ini, aliran air dari Bendung Lematang telah kembali mengalir dan berhasil menjangkau saluran-saluran sekunder yang mengairi sawah masyarakat di sekitar wilayah Kota Pagaralam dan sekitarnya.

    ‎Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWS VIII) dalam pada keterangan persnya,diwakili staff Bidang PJPA, Suryanto, ‎menyampaikan bahwa D.I. Lematang merupakan irigasi semi teknis yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Pagaralam dan telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di Provinsi Sumatera Selatan, dengan target luasan layanan mencapai 3.000 hektare sawah.

    ‎“Pekerjaan jaringan primer dan sekunder telah kami laksanakan dan saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Per tanggal 16 Januari 2026, air yang bersumber dari Bendung Lematang kembali kami alirkan setelah sebelumnya ditutup sementara untuk keperluan pembersihan dan pemeliharaan saluran,” terangnya.

    ‎Dijelaskannya juga, pintu bendung saat ini dibuka sekitar 5 sentimeter, dan aliran air telah sampai ke seluruh saluran sekunder yang ada, meliputi Saluran Sekunder Tapus, Selebang, Joko Utama, Joko Kiri, Joko Kanan, dan Salipaya.

    ‎Meski demikian, Suyanto menegaskan bahwa pemanfaatan irigasi Lematang belum dapat berjalan secara maksimal, karena masih dibutuhkan tahapan lanjutan berupa pembangunan saluran tersier serta program cetak sawah.

    ‎“Oleh karena itu, kami berharap adanya dukungan dan sinergi dari Pemerintah Kota Pagaralam, khususnya Dinas Pertanian, untuk bersama-sama mendorong pelaksanaan cetak sawah dan pembangunan saluran tersier pada jaringan sekunder yang ada. Saluran tersier ini tidak memerlukan pembebasan lahan, sehingga sangat memungkinkan untuk segera direalisasikan,” jelasnya.

    ‎Dengan tersambungnya jaringan tersier di D.I. Lematang, BBWS VIII berharap masyarakat dapat mengembangkan pertanian secara lebih optimal, tidak hanya padi sawah, tetapi juga palawija, dengan memanfaatkan ketersediaan air yang berkelanjutan.

    ‎“Harapan kami, setelah saluran tersier selesai, D.I. Lematang dapat benar-benar menjadi penggerak peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

    ‎Keberadaan aliran air ini mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Sejumlah petani menyebut sawah mereka kini kembali teraliri air, sehingga memberikan kepastian untuk memulai pengolahan lahan.

    ‎“Airnya sudah masuk ke saluran sawah. Ini sangat membantu, terutama setelah kemarin sempat dihentikan untuk pembersihan. Kami jadi lebih siap untuk tanam,” ujar Rd (41) salah satu petani setempat.

  • Dua Wanita Pengedar Narkoba Diringkus, Polisi Amankan BB Sabu 1,13 Gram

    Dua Wanita Pengedar Narkoba Diringkus, Polisi Amankan BB Sabu 1,13 Gram

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Satres Narkoba Polres Pagar Alam berhasil mengamankan dua orang perempuan yang diduga pengedar Narkotika jenis Sabu di wilayah hukum polres Pagar Alam.

    Keduanya adalah Anggun (23) dan Tiwi (29) yang diamankan oleh aparat pada hari Selasa (13/01/26) sekira pukul 00.30 WIB di Daerah Pasar Nendagung Jalan Letnan Mudah Nur Majais Kecamatan Pagar Alam Selatan.

    Dari tangan keduanya, Satresnarkoba berhasil mengamankan Narkotika jenis sabu seberat 1,13 gram yang disimpan dalam sebuah kotak rokok.

    Kasat Res Narkoba Polres Pagar Alam Iptu Doris Pidriandi, menyampaikan berawal dari laporan masyarakat didaerah Pasar Terminal Nendagung sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

    Kemudian, kata dia, dilakukan penyelidikan oleh Anggota Satres Narkoba didaerah tersebut didapati satu orang laki-laki dan dua orang perempuan dengan gerak gerik yang mencurigakan.

    “Saat dihampiri oleh petugas Satres Narkoba satu orang laki-laki dan satu orang perempuan melarikan diri lalu dilakukan pengejaran terhadap orang yang melarikan diri tersebut dan berhasil mengamankan dua orang perempuan,” terangnya.

    Ia menyebutkan, satu orang laki-laki yang tidak diketahui namanya berhasil melarikan diri, setelah dua orang perempuan diamankan dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan ditemukan satu kotak rokok Saporna evolution berwarna merah yang didalamnya berisikan satu bungkus plastik klip merah yang berisikan narkotika jenis Sabu.

    “Atas kejadian tersebut dua orang perempuan berinisial Anggun dan Tiwi beserta barang bukti yang ditemukan dibawak ke mapolres Pagar Alam guna pemerikasaan lebih lanjut kedua pelaku dikenakan pasal 114(1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 ttg Narkotika Jo UU No 1 Tahun 2026 ttg penyesuaian pidana atau pasal 609 (1) hurup a UU No. 1 Tahun 2023 ttg Kuhp Jo UU No 1 Tahun 2026 ttg penyesuaian Pidana Jo pasal 132 ayat (1) UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” jelasnya. (ANA)

  • Tekan Laju Inflasi, Pemkot Pagar Alam Panen Raya Bawang Merah Varietas Bima

    Tekan Laju Inflasi, Pemkot Pagar Alam Panen Raya Bawang Merah Varietas Bima

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Pemerintah Kota Pagar Alam terus berupaya menekan laju inflasi dan memperkuat ketahanan pangan, salah satunya melalui pengembangan budi daya bawang merah.

    Upaya tersebut ditandai dengan panen raya bawang merah varietas Bima di Kelurahan Pelang Kenidai Kecamatan Dempo Tengah, Rabu (14/1/2026).

    Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah mengatakan, budi daya bawang merah merupakan langkah strategis untuk menjaga ketersediaan pangan dan menstabilkan harga di pasaran.

    “Pemkot Pagar Alam mengapresiasi para petani Pelang Kenidai atas keberhasilan panen yang dinilai membuktikan sektor pertanian tetap menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah,” paparnya.

    Menurut Walikota, varietas Bima memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Pagar Alam. Pemerintah daerah berkomitmen mendukung sektor pertanian melalui peningkatan sarana prasarana, pendampingan teknis, serta penguatan kelompok tani guna mewujudkan swasembada pangan.

    Dalam kesempatan tersebut, Walikota juga menerima rompi Satgas Swasembada Pangan dari Kementerian Pertanian RI sebagai simbol tanggung jawab pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan.

    Sementara itu, Ketua Komunitas Petani Bawang Merah Kota Pagar Alam, Supri, menyampaikan harapan agar petani mendapatkan bimbingan teknis dari dinas terkait untuk mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang budi daya Bawang Merah.

    Menurutnya, produksi bawang merah di Pagar Alam saat ini masih relatif terbatas dan masih didominasi pasokan dari luar daerah. Meski demikian, dari sisi kualitas, bawang merah Pagar Alam dinilai tidak kalah bersaing.

    “Kami sangat berharap adanya pendampingan dan bimbingan teknis, khususnya dalam budidaya bawang merah, agar produksi lokal dapat terus meningkat,” jelasnya. (ANA)

  • 10 Tahun Mangkrak, Walikota Ajak DPRD Tinjau Lokasi Dua Jembatan untuk Kelanjutan Pembangunan

    10 Tahun Mangkrak, Walikota Ajak DPRD Tinjau Lokasi Dua Jembatan untuk Kelanjutan Pembangunan

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah mengajak Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumsel meninjau lokasi pembangunan dua jembatan di Kota Pagar Alam yang mangkrak hampir sepuluh tahun.

    Dua bangunan jembatan tersebut yaitu Jembatan Tebat Gheban dan Jembatan Ayek Betung yang berada dijalan lingkar timur Kota Pagar Alam yang dibangun pada tahun 2016 dan sampai saat ini belum dilanjutkan lagi pembangunannya.

    Sedangkan status jalan dan jembatan tersebut pada tahun 2022 telah diserahkan kepada pihak Provinsi Sumsel. Pasalnya untuk melanjutkan pembangunan dua jembatan yang saat ini sudah ada pondasi atau panjang jembatannya butuh dana puluhan miliyar.

    Untuk itu, status jalan lingkar timur tersebut telah diserahkan ke pihak Provinsi Sumsel dengan harapan bangunan jembatan tersebut dapat dilanjutkan oleh pihak Provinsi Sumsel.

    “Bangunan ini sudah mangkrak hampir sepuluh tahun. Untuk itu saya mengajak anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumsel meninjau lokasi ini dengan harapan Komisi IV dapat mengusulkan kelanjutan pembangunan dua jembatan ini,” ujar Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah.

    Dikatakan Wako, jika akses jalan lingkar timur tersebut sangat dibutuhkan oleh Kota Pagar Alam. Pasalnya dengan semakin tingginya intensitas lalulintas di Pagar Alam maka dibutuhkan jalur alternatif agar bisa mengurai kepadatan kendaraan.

    “Jika dua jembatan ini dilanjutkan pembangunannya maka kendaraan-kendaraan besar tidak boleh lagi masuk ke Kota, semua harus lewat jalur ini. Hal ini dinilai bisa mengurai kepadatan kendaraan dikawasan Kota,” katanya.

    Walikota menambahkan, jika masyarakat Pagar Alam sangat berharap setelah kunjungan Komisi IV DPRD Provinsi ini dua jembatan ini pembangunannya bisa dilanjutkan untuk bisa menunjang mobilitas masyarakat dan akan berdampak pada sektor perekonomian di Pagar Alam.

    Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sumsel M Yansuri mengatakan, jika sebagai daerah tujuan wisata utama di Sumsel Kota Pagar Alam akan banyak dikunjungi wisatawan. Belum lagi jika nanti SMA Taruna Nusantara sudah beroperasi maka akan banyak orang yang datang ke Pagar Alam.

    “Melihat ini kami dari Komisi IV menilai harus banyak bangunan insfratruktur pendukung di Kota Pagar Alam yang harus dibangun. Namun dengan keterbatasan anggaran APBD Kota maka bisa dibantu dengan APBD Provinsi. Kami akan mengusulkan kelanjutan pembangunan dua jembatan ini pada anggaran tahun 2027 mendatang,” katanya. (ANA)

  • Permudah Akses Layanan, Pemkot Pagar Alam Gandeng Kantor Imigrasi Bentuk UKK

    Permudah Akses Layanan, Pemkot Pagar Alam Gandeng Kantor Imigrasi Bentuk UKK

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Upaya mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan keimigrasian, Pemerintah Kota Pagar Alam bekerjasama dengan Kantor Imigrasi Jelas II Non TPI Muara Enim berencana membentuk Unit Kerja Keimigrasian (UUK) di Kota Pagar Alam.

    Dengan alasan itulah, Senin 12 Januari 2026 Walikota Ludi Oliansyah, bersama Wakil Walilota Hj. Bertha, menerima audiensi dari Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Muara Enim, Ragil Putra Dewa, beserta jajaran, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota Pagar Alam.

    Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Muara Enim Ragil Putra memaparkan rencana awal pembentukan UKK, meliputi kebutuhan sarana dan prasarana, dukungan sumber daya manusia, serta skema kerja sama yang diharapkan dari Pemkot Pagar Alam.

    “Pembentukan UKK Kota Pagar Alam diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya dalam mengakses layanan keimigrasian seperti pembuatan paspor dan pelayanan administrasi keimigrasian lainnya, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kantor imigrasi induk,” paparnya.

    Menanggapi hal tersebut, Walikota Pagar Alam menyampaikan apresiasi serta mendukung penuh terhadap rencana pembentukan UKK tersebut. Kehadiran UKK nantinya akan sangat membantu masyarakat Kota Pagar Alam dan sekitarnya.

    Walikota mengungkapkan Pemkot Pagar Alam pada prinsipnya siap mendukung penyediaan fasilitas pendukung yang dibutuhkan.

    “Seperti gedung atau ruang layanan, jaringan internet yang memadai, serta sarana dan prasarana penunjang lainnya, guna memastikan pelayanan keimigrasian dapat berjalan secara optimal dan profesional,” imbuhnya.

    Sebagai tindak lanjut dari audiensi tersebut, rencananya akan dilaksanakan pertemuan lanjutan yang dijadwalkan pada 19 Januari 2026 mendatang. Pertemuan tersebut sekaligus akan dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Pemerintah Kota Pagar Alam dan Direktorat Jenderal Imigrasi Sumsel. (ANA)

  • Citilink Dijadwalkan Terbang Perdana ke Pagar Alam saat Ramadhan

    Citilink Dijadwalkan Terbang Perdana ke Pagar Alam saat Ramadhan

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan sektor transportasi udara di daerah.

    Melalui kerja sama strategis dengan maskapai Citilink, Pemkot Pagar Alam tengah mempersiapkan pembukaan rute penerbangan baru yang ditargetkan dapat mulai beroperasi pada bulan puasa hingga Lebaran mendatang.

    Sekretaris Daerah Kota Pagar Alam, Zaily Oktosab Fitri Abidin menjelaskan proses kerjasama dengan maskapai Citilink saat ini telah memasuki tahap awal dan akan dilanjutkan ke tahap kedua, berupa transfer dana yang direncanakan pada Januari atau Februari mendatang.

    “Setelah transfer tahap kedua senilai Rp10 miliar dilakukan, maka izin rute penerbangan Jakarta–Yogyakarta akan dicabut dan dialihkan ke Pagar Alam, Proses ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk kesiapan personel dan administrasi,” jelas Zaily.

    Ia menambahkan, target pemindahan rute penerbangan tersebut diharapkan dapat terealisasi pada akhir Februari atau Maret.

    Menurutnya, jika pemindahan dilakukan terlalu cepat tanpa kesiapan matang, maskapai justru berpotensi mengalami kerugian.

    “Target kami akhir Februari atau Maret rute penerbangan sudah bisa dipindahkan. Jika dipaksakan sekarang, maskapai tentu akan merugi,” tegasnya.

    Zaily berharap Bandara Atung Bungsu Pagar Alam dapat mulai beroperasi pada bulan puasa, sehingga dapat melayani kebutuhan masyarakat dan pemudik pada momen Lebaran. (ANA)

  • Meski Belum Signifikan, Rapor Kinerja Pemkot Pagar Alam Tunjukkan Peningkatan

    Meski Belum Signifikan, Rapor Kinerja Pemkot Pagar Alam Tunjukkan Peningkatan

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Meskipun belum terlalu signifikan, hasil evaluasi kinerja Pemkot Pagar Alam menunjukkan adanya peningkatan.

    Di mana pada tahun 2023, nilai evaluasi tercatat sebesar 63,28, sementara pada tahun 2024 meningkat menjadi 63,68. Adapun tingkat akuntabilitas kinerja untuk tahun 2023 dan 2024 masih berada pada kategori B (Baik).

    Hal ini terungkap dalam rapat pembahasan dan penyelarasan data dukung Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2025–2026, di Ruang Rapat Besemah Satu, Setdako Pagar Alam, Selasa, (6/1/2026).

    Menyikapi hasil tersebut, Wakil Walikota Pagar Alam Hj. Bertha menegaskan, bahwa LKjIP dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen utama dalam mengukur sejauh mana kinerja pemerintah daerah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    Wawako menekankan bahwa seluruh tahapan perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan kinerja harus berpedoman pada visi Pagar Alam SERAME.

    “Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemkot Pagar Alam menetapkan lima misi pembangunan, yakni peningkatan tata kelola pemerintahan berbasis e-government, peningkatan kualitas layanan pendidikan, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, penguatan infrastruktur dan ekonomi lokal meliputi sektor pertanian dan UMKM, serta pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” paparnya.

    Dirinya mengatakan pentingnya keterkaitan yang jelas antara visi, misi, tujuan strategis, program, kegiatan, hingga capaian kinerja dalam penyusunan LKjIP dan pelaksanaan SAKIP, Evaluasi kinerja yang objektif, perbaikan berkelanjutan, serta penguatan komitmen dan koordinasi seluruh perangkat daerah dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan nilai SAKIP dan mewujudkan pemerintahan yang amanah, merakyat, dan sejahtera.

    “Pada intinya, rapor kinerja pemerintah daerah sangat bergantung pada kinerja OPD. Kepala OPD bertanggung jawab penuh terhadap hasil kerja masing-masing,” tandasnya.

    Wawako juga menambahkan bahwa capaian kinerja OPD akan berpengaruh langsung terhadap nilai evaluasi yang diperoleh Pemkot Pagar Alam.

    “Saat ini nilai kita masih B, sementara target RPJMD adalah BB. Untuk itu, saya meminta kesediaan dan komitmen seluruh OPD yang hadir hari ini agar bersama-sama meningkatkan kinerja,” jelasnya. (ANA)

  • Walikota Pagar Alam Launching Poli Vaksin Khusus Haji dan Umrah serta Perjalanan Internasional

    Walikota Pagar Alam Launching Poli Vaksin Khusus Haji dan Umrah serta Perjalanan Internasional

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan di Kota Pagar Alam, Walikota Ludi Oliansyah, melaunching Poli Vaksin Umroh dan Perjalanan Internasional di UPTD RSD Besemah Kota Pagar Alam, Jum’at(2/1/2026).

    Tersedianya Poli Vaksin ini menjadi langkah strategis Pemkot Pagar Alam dalam peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat, dan mendukung kebijakan pemerintah dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Pagar Alam, khususnya bagi masyarakat yang akan melakukan ibadah Haji, Umroh, dan perjalanan Internasional.

    Dalam sambutannya, Wali Kota menjelaskan bahwa vaksin ini sangat penting bagi para calon jama’ah Haji dan Umroh guna meningkatkan kekebalan tubuh.

    “Karena saat kita berada di tanah suci nanti, kita pasti akan berinteraksi dengan banyak orang, seluruh dunia, sehingga kita tidak tau orang-orang itu sehat atau tidak, disamping itu, penularannya juga dari berbagai cara, mulai dari bersin, batuk, dan bersentuhan secara langsung, untuk itu, pentingnya vaksin ini untuk meningkatkan kekebalan tubuh kita, agar tubuh kita tetap sehat dan kita bisa fokus melakukan ibadah di tanah suci,” ungkapnya.

    Walikota berharap, dengan launching nya poli vaksin ini, semoga kedepan kolaborasi dengan berbagai lembaga dapat terus ditingkatkan.

    “Ini semua demi memberikan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap dan berkualitas bagi masyarakat Kota Pagar Alam dan daerah sekitarnya,” jelasnya. (ANA)

  • Hadiah Akhir Tahun, Ludi Oliansyah Kukuhkan 1.729 PPPK Paruh Waktu Pagar Alam

    Hadiah Akhir Tahun, Ludi Oliansyah Kukuhkan 1.729 PPPK Paruh Waktu Pagar Alam

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Menutup tahun 2025 Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam melalui Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah memberikan hadiah kepada 1.729 pegawai honorer dilingkungan Pemkot Pagar Alam dengan dikukuhkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK) Paruh Waktu.

    Dengan telah dikukuhkannya 1.729 PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemkot Pagar Alam ini maka tidak ada pagi pegawai honorer di Pemkot Pagar Alam. Hal ini menunjukan komitmen Pemkot Pagar Alam dengan program pemerintah pusat.

    Pantauan dilapangan menunjukan raut wajah para PPPK Paruh Waktu yang sebelumnya sempat kecewa ketidakjelasan nasib mereka. Namun meskipun dalam keterbatasan anggaran Walikota Pagar Alam mengambil langka untuk melantik 1.729 pegawai honorer menjadi PPPK Paruh Waktu.

    Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah dalam sambutanya mengucapkan selamat kepada 1.729 PPPK Paruh Waktu yang dikukuhkan.

    “Selamat untuk 1.729 pegawai pemkot Pagar Alam yang hari ini dilantik dan dikukuhkan menjadi PPPK Paruh Waktu. Ini merupakan hadiah diakhir tahun dari kami pemerintah kota Pagar Alam,” ucapnya.

    Dikatakan Ludi, jika sebalumnya proses untuk mengambil keputusan pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini cukup panjang. Namun meskipun saat ini dalam keterbatasan anggaran dirinya tetap mengambil keputusan untuk mengangkat PPPK Paruh Waktu dilingkungan Pemkot Pagar Alam.

    “Meskipun dalam keterbatasan anggaran saya tekadkan untuk bisa melantik dan mengangkat PPPK Paruh Waktu di lingkungan Pemkot Pagar Alam. Semoga keputusan ini bisa dibarengi dengan kinerja yang baik para PPPK Paruh Waktu yang sudah dikukuhkan hari ini,” katanya.

    Ditambahkan Wako, jika ada 14 program unggulan Pemkot Pagar Alam diera kepemimpinannya, untuk itu dirinya mengajak PPPK Paruh Waktu untuk bisa ikut mensukseskan program tersebut.

    “Bantu kami untuk mewujudkan program unggulan kami, saya harap PPPK Paruh Waktu bisa bekerja dengan hati dalam melayani masyarakat Pagar Alam,” tambahnya.

    “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada PPPK Paruh Waktu yang sudah menerima gaji yang sudah ditetapkan yaitu Rp700 ribu perbulan. Karena sebelumnya gaji mereka ada yang lebih besar dari gaji yang akan diterima nanti,” jelasnya. (ANA)

  • Hormati Daerah Terkena Musibah, Pemkot Larang Warga Rayakan Tahun Baru Berlebihan

    Hormati Daerah Terkena Musibah, Pemkot Larang Warga Rayakan Tahun Baru Berlebihan

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Sebagai bentuk empati terhadap Daerah yang terkena bencana longsor dan banjir bandang yang menerjang provinsi Aceh,Sumatera Utara dan Sumatera Barat,Pemkot Pagar Alam menghimbau warganya tidak terlalu euforia merayakan malam pergantian tahun.

    Imbauan ini tertuang dalam surat edaran Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah Nomor: 800/283/SD/2025 kepada seluruh jajarannya hingga ke tingkat RT dan RW se-Kota Pagar Alam dengan point sebagai berikut:

    1. Menyikapi pergantian Tahun Baru secara bijak dan sederhana, dengan mengedepankan ketenangan, kepedulian sosial, dan empati kemanusiaan.

    2. Tidak mendorong atau menyelenggarakan perayaan Tahun Baru yang bersifat euforia, seperti pesta terbuka, konvoi, atau kegiatan sejenis yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

    3. Menyesuaikan langkah-langkah pengendalian ketertiban dan keamanan.

    Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Pagar Alam Mastullah Muchlis menindaklanjuti edaran tersebut pihaknya menyiapkan tiga pleton personelnya di tambah dua ratus personel polisi Polres Pagar Alam untuk menjaga kondusifitas malam pergantian tahun tanggal 31 Desember besok.

    “Benar pak Walikota meminta warga untuk tidak terlalu euforia merayakan malan pergantian tahun sebagai bentuk empati kita kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah di Aceh,Sumut dan Sumbar,” imbuhnya.

    Di katakan Mastulla aktivitas perayaan yang pemkot harapkan masyarakat tidak laksanakan pada malam pergantian tahun seperti penyalaan musik dan kembang api serta kegiatan konvoi yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

    Untuk itu kata dia pihaknya menyiagakan petugas yang di tempatkan di lokasi lokasi yang biasa jadi pusat keramaian dan perkumpulan warga pada moment itu seperti alun alun utara dan selatan kota serta lokasi wisata.

    “Musik dan kembang api di larang di adakan juga konvoi kendaraan terutama di lokasi lokasi tertentu misal alun alun kota dan lokasi wisata kawatir dapat menggangu ketertiban umum himbauan ini juga telah di sampaikan ke lingkungan warga masing masing untuk menjaga ketentraman bersama,” tandasnya. (ANA)

  • Kejari Pagar Alam Siapkan Kejutan, Awal 2026 Bakal Usut Kasus di 2 OPD

    Kejari Pagar Alam Siapkan Kejutan, Awal 2026 Bakal Usut Kasus di 2 OPD

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Pagar Alam terus menunjukkan komitmennya, dalam penegakan hukum dengan gencar melakukan pengungkapan sejumlah kasus khususnya tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam.

    Bahkan, memasuki awal tahun 2026, Kejari Pagar Alam telah menyiapkan kejutan berupa pengungkapan dan pengusutan kasus baru yang melibatkan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Pagar Alam.

    Kepala Kejaksaan Negeri Kota Pagar Alam, Ira Febrina menegaskan, bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah penyelidikan terhadap kasus tersebut.

    “Kita telah menyiapkan kejutan di awal tahun 2026 nanti, yakni pengungkapan dan pengusutan kasus baru OPD, yang akan kita selidiki di dua OPD,” tegas Kajari, saat konferensi pers penetapan tersangka korupsi pelebaran jalan Ratu Seniun Kecamatan Dempo Utara.

    Saat disinggung terkait jenis kasus yang akan diusut di dua OPD tersebut, Kajari Pagar Alam belum bersedia memberikan keterangan lebih lanjut. Ia meminta publik untuk bersabar menunggu proses hukum yang tengah dipersiapkan.

    “Sabar, tunggu saja nanti,” jelasnya. (ANA)

  • Mulai 2026, OPD di Lingkungan Pemkot Pagar Alam Wajib Hasilkan Inovasi Setiap Tahun

    Mulai 2026, OPD di Lingkungan Pemkot Pagar Alam Wajib Hasilkan Inovasi Setiap Tahun

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Mulai tahun depan (2026), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkunga pemkot Pagar Alam diwajibkan menghasilkan satu bahkan lebih inovasi.

    Hal ini ditegaskan Sekda Kota Pagar Alam, Zaily Oktosab Fitri Abidin saat memimpin Rapat Koordinasi Penguatan dan Percepatan Inovasi Daerah yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), di Ruang Rapat Besemah I, Selasa (23/12/2025).

    Sekda mengatakan, Jika rapat ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendorong lahirnya berbagai inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

    Ia mengatakan,setiap OPD di Pemkot Pagar Alam wajib menghasilkan minimal satu inovasi setiap tahunnya, merupakan instruksi langsung Wali Kota terkait penguatan budaya inovasi di lingkungan Pemkot Pagar Alam.

    Bahkan, apabila memungkinkan, OPD didorong untuk menciptakan lebih dari satu inovasi. Seluruh inovasi tersebut nantinya akan dilombakan dan ditampilkan dalam Festival Inovasi Daerah yang akan digelar pada 2026 mendatang.

    “Festival ini akan melibatkan tim penilai yang kompeten. Kami berencana mengajak para ahli, baik dari kementerian maupun dari tingkat provinsi, untuk menilai inovasi-inovasi yang ditampilkan,” ujar Sekda.

    Diterangkanya, Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan kembali nilai Indeks Inovasi Daerah Kota Pagar Alam yang sempat mengalami penurunan pada tahun 2023 dan 2024.

    “Oleh karena itu, Pemkot Pagar Alam menargetkan pada tahun 2026, Kota Pagar Alam dapat kembali masuk dalam kategori Sangat Inovatif,” jelasnya.

    Saat ini, jumlah inovasi yang tercatat secara resmi baru mencapai 16 inovasi. Oleh karena itu, Sekda mendorong seluruh OPD untuk meningkatkan kolaborasi lintas perangkat daerah. Salah satu contohnya adalah inovasi Ringkas milik rumah sakit yang hanya dapat berjalan optimal melalui kerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

    “Kolaborasi antar-OPD sangat penting. Jika inovasi yang ada belum berjalan optimal, silakan dikembangkan atau menciptakan inovasi baru yang lebih memungkinkan untuk diterapkan,” jelasnya. (ANA)

  • Bantu Wisatawan Kenali Medan, Dishub Pagar Alam Sebar Cermin Cembung di Titik Rawan Objek Wisata

    Bantu Wisatawan Kenali Medan, Dishub Pagar Alam Sebar Cermin Cembung di Titik Rawan Objek Wisata

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Sebagai kota destinasi wisata di Sumatera Selatan, Kota Pagar Alam di prediksi bakal ramai dengan kunjungan wisatawan dari berbagai daerah bahkan manca negara.

    Berbagai persiapan pun dilakukan oleh OPD terkait dilingkungan Pemkot Pagar Alam dalam menyambut momen tersebut, Salah satunya yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pagar Alam.

    Pantauan di lapangan, Dishub melakukan Ramp Chek serta uji Kelaiakan kendaraan umum yang akan beroperasi pada momen tersebit, bahkan demi membantu keselamatan wisatawan yang berkunjung, Dishub menyebar puluhan convek mirror (cermin cembung) di titik rawan kawasan objek wisata.

    Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Pagar Alam Septa Cahya Prabu menuturkan, jika langkah ini dilakukan demi kenyamanan wisatawan yang datang ke Kota Pagar Alam.

    “Karena kita tahu, bahwa tidak semua wisatawan yang datang itu kenal dengan medan, apalagi di kawasan wisata, khususnya di kawasan Gunung Dempo,” jelas Septa.

    Pasalnya, Jelas Septa, Cermin cembung merupakan kelengkapan tambahan pada jalan yang berfungsi sebagai alat untuk menambah jarak pandang pengemudi kendaraan bermotor.

    Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk menjaga alat pendukung rambu lalu lintas supaya tetap bisa dimanfaatkan dalam jangka waktu panjang.

    “Jadi kita menghimbau agar jangan sampai melakukan tindakan vandalisme dengan merusak apalagi melakukan pencurian terhadap cermin cembung yang sudah kita pasang,” ucapnya.

    Terkait persiapan lain, Septa mengatakan, bahwa dalam menghadapi momen Nataru ini, Dishub Pagar Alam turut mengerahkan puluhan personel untuk membantu atau terlibat dalam Pos PAM pengamanan Nataru mendatang.

    “Kita juga menyiapkan satu unit mobil derek yang jika suatu saat nanti dibutuhkan,” jelasnya. (ANA)

  • Cuaca Ekstrem, Jumlah Pendakian ke Puncak Gunung Api Dempo Dibatasi saat Momen Nataru

    Cuaca Ekstrem, Jumlah Pendakian ke Puncak Gunung Api Dempo Dibatasi saat Momen Nataru

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) X Dempo bersama dengan Balai Registrasi Gunung Api Dempo (Brigade) melakukan pembatasan jumlah pendakian ke puncak Gunung Api Dempo pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

    Hal ini mengingat saat ini kondisi cuaca di puncak Gunung Dempo cukup ekstrem, ditambah kondisi jalur yang licin karena curah hujan yang cukup tinggi melanda Kota Pagar Alam dan sekitarnya sejak beberapa bulan terakhir.

    Ketua BRIGADE Angga mengatakan, jika pihaknya memberlakukan pembatasan jumlah pendaki yang akan merayakan pergantian tahun di puncak Gunung Dempo.

    “Kita sudah menerapkan pembatasan jumlah pendaki yang akan mendaki puncak Gunung Dempo saat ini sampai malam pergantian tahun. Kita hanya mengizinkan 200 pendaki yang berada dikawasan puncak Gunung Dempo,” ujarnya.

    Ia mengatakan, sistem yang diberlakukan yaitu jika masih ada 200 pendaki yang berada dipuncak Gunung Dempo maka pendaki lainnya belum diizinkan mendaki sebelum ada pendaki lain yang turun.

    “Untuk itu petugas kita akan selalu stanby di Posko BRIGADE untuk mengawasi dan menghitung jumlah pendaki yang naik dan turun. Hal ini kita lakukan agar tidak ada lonjakan pendaki mengingat saat ini jalur pendakian yang licin dan kondisi cuaca yang ekstrem di puncak,” jelasnya.

    “Kita juga akan menutup pendakian usai malam pergantian tahun untuk melakukan peremajaan jalur dan giat pembersihan di jalur dan di pelataran puncak Gunung Dempo,” imbuhnya.

    Sementara itu Kepala KPH X Dempo melalui petugas registrasi pendakian Heriansyah mengatakan, jika sejak awal bulan Desember 2025 tercatat sudah sekitar 380 pendaki yang registrasi naik ke puncak Gunung Dempo.

    “Dari data kita sudah ada sekitar 380 pendaki yang naik puncak sejak awal Desember 2025. Diprediksi akan ada lonjakan pendaki jelang akhir tahun ini. Namun kami sudah berkoordinasi dengan pihak BRIGADE untuk melakukan pembatasan agar jumlah pendaki di jalur dan di puncak Gunung Dempo tidak menumpuk. Ini kita lakukan untuk keselamatan pendaki,” ungkapnya. (ANA)

  • Momen Hari Ibu, Wawako Pagar Alam Dilantik Jadi Ketua GOW

    Momen Hari Ibu, Wawako Pagar Alam Dilantik Jadi Ketua GOW

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Momen hari ibu, Wakil Walikota Pagar Alam Hj Bertha, secara resmi dilantik sebagai ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pagar Alam periode 2025-2030.

    Pelantikan Hj Bertha beserta pengurus dilakukan langsung oleh Walikota Pagar Alam Ludi Olianstah yang di helat di Pendopoan rumah Dinas Wakil Wali Kota Pagar Alam, Senin (22/12/2025).

    Dalam sambutanya, Ludi Oliansyah menyampaikan bahwa perempuan adalah pilar utama dalam membangun generasi bangsa.

    “Melalui peran strategis Organisasi Wanita, dapat memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas pendidikan anak, mendorong kreativitas dan kemandirian ekonomi, serta memperluas akses dan peran perempuan dalam pembangunan,” paparnya.

    Dengan terbentuknya kepengurusan yang baru ini, Walikota berharap kepengurusan GOW semakin solid, visioner, dan mampu menjawab tantangan zaman, terutama di era digital, pemberdayaan ekonomi kreatif dan penguatan nilai nilai keluarga.

    “Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai titik awal penguatan komitmen bersama untuk mewujudkan perempuan Kota Pagar Alam yang maju, mandiri dan berdaya saing, serta mendukung pembangunan Kota Pagar Alam yang makmur, damai, dan sejahtra,” imbuhnya.

    Sementara, Ketua GOW Kota Pagar Alam Hj. Bertha menjelaskan, bahwa GOW adalah tempat berhimpunnya organisasi wanita serta sebagai penghubung organisasi wanita untuk menyalurkan aspirasi, yang berfungsi sebagai wadah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, memperjuangkan hak-hak perempuan dan terlibat dalam upaya pemberdayaan perempuan di berbagai dimensi pembangunan.

    “Saya mengajak dan meminta dukungan pada seluruh anggota untuk bersatu dan bekerja sama mewujudkan Gabungan Organisasi Wanita yang lebih kuat, maju dan sejahtera, serta menekankan pentingnya semangat kebersamaan demi kemajuan organisasi dan masyarakat,” jelasnya. (ANA)

  • Jelang Nataru, Polres Pagar Alam  Pastikan Kendaraan Dinas Prima dan Siap Bertugas

    Jelang Nataru, Polres Pagar Alam Pastikan Kendaraan Dinas Prima dan Siap Bertugas

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru, Polres Pagar Alam di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Januar Kencana Setia Persada, S.I.K., melaksanakan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan dinas roda dua dan roda empat di halaman Mapolres Pagar Alam, Rabu (17/12/2025).

    Pemeriksaan difokuskan pada kondisi mesin, kelengkapan kendaraan, serta ketersediaan bahan bakar guna memastikan seluruh armada benar-benar layak dan aman digunakan. Kegiatan ini dilakukan oleh tim Rolog Polda Sumsel yang dipimpin Ipda Aria bersama personel Polda Sumatera Selatan sebagai bentuk pengawasan dan pembinaan sarana pendukung operasional kepolisian.

    Kabag Logistik Polres Pagar Alam AKP Yani Iskandar menyampaikan bahwa pengecekan kendaraan dinas merupakan langkah penting untuk menjamin kelancaran tugas personel di lapangan.

    “Kesiapan sarana transportasi akan sangat menunjang efektivitas pengamanan dan pelayanan masyarakat selama pelaksanaan Operasi Lilin Musi 2025,” ungkapnya.

    Ia menegaskan bahwa kendaraan dinas yang prima akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    “Dengan dukungan kendaraan yang aman dan siap pakai, personel Polres Pagar Alam dapat bergerak cepat dan responsif dalam menjaga keamanan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru,” jelasnya. (ANA)

  • Komulatif Progres Pembangunan Sekolah Taruna Nusantara di Pagar Alam Capai 27 Persen

    Komulatif Progres Pembangunan Sekolah Taruna Nusantara di Pagar Alam Capai 27 Persen

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Progres terbaru pembangunan Sekolah Taruna Nusantara (STN) di Kota Pagar Alam hijgga saat ini secara kumulatif telah mencapai 27 persen. Sementara Untuk bangunan tertentu, progres fisik telah berada pada kisaran 80–90 persen.

    Fasilitas yang tengah dibangun antara lain ruang Pabung sebanyak 21 unit, ruang komunikasi bersama, Graha Putra, serta Graha Putri. Fokus utama pembangunan saat ini adalah penyelesaian Graha Putra dan Graha Putri.

    Hal ini diungkapkan dalam paparan Kunjungan Kerja (Kunker) Kepala Sekolah STN Brigjen TNI Mochammad Ghoffar Ngismangil yang diterima oleh Wakil Walikota Pagar Alam H Bertha di Rumah Dinas Wali Kota Pagar Alam, Rabu (17/12/2025).

    Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau progress pembangunan SMA Taruna Nusantara di Kota Pagar Alam sekaligus mempererat kerja sama antara Pemerintah Kota Pagar Alam dan pihak SMA Taruna Nusantara, khususnya di bidang pendidikan.

    Dalam pertemuan itu, dibahas sejumlah hal strategis, di antaranya terkait akses jalan yang akan digunakan untuk mendukung distribusi dan pengangkutan perlengkapan sekolah menuju lokasi SMA Taruna Nusantara. Ketersediaan infrastruktur akses ini dinilai sangat penting guna menunjang kelancaran operasional sekolah ke depan.

    Brigjen TNI Mochammad Ghoffar Ngismangil juga menyampaikan bahwa pada Januari 2026 pihaknya akan mulai mendatangkan berbagai perlengkapan sekolah.

    “Seperti lemari, peralatan belajar-mengajar, serta sarana pendukung lainnya sebagai bagian dari persiapan operasional SMA Taruna Nusantara di Kota Pagar Alam,” paparnya.

    Ia juga menyampaikan harapannya agar kehadiran SMA Taruna Nusantara dapat memberikan manfaat bersama dan menjadi multiplier effect bagi pembangunan dan perekonomian Kota Pagar Alam.

    Setelah melakukan pertemuan di rumah dinas Wali Kota, Rombongan langsung menuju lokasi pembangunan SMA Taruna Nusantara yang berada di Dusun Suka Cinta, Kelurahan Atung Bungsu Kecamatan Dempo Selatan.

    Ditargetkan pada Januari 2026, sejumlah bangunan dapat diselesaikan dan para siswa direncanakan sudah mulai masuk dan melaksanakan kegiatan belajar di kelas. (ANA)

  • Gandeng PT Citilink Indonesia, Pemkot Buka Rute Penerbangan Pagar Alam-Jakarta

    Gandeng PT Citilink Indonesia, Pemkot Buka Rute Penerbangan Pagar Alam-Jakarta

    SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Dalam rangka meningkatkan konektivitas udara melalui Bandara Atung Bungsu,Pemerintah Kota Pagar Alam kini menjalin kerjasama dengan meskapai penerbangan udara Citilink (PT Citilink ) Indonesia dengan rute penerbangan Pagar Alam-Jakarta, Jakarta -Pagar Alam.

    Hal ini dituangkan dalam Memoranduk Of Understanding (MoU) antara Pemkot Pagar Alam yang dilakukan oleh Walikota Pagar Alam Ludi Oliansyah dengan Direktur Utama PT Citilink Indonesia Kapten Warsito Hendroseputro, yang disaksikan oleh Ketua TP-PKK Hera Parianti Ludi dan Sekretaris Daerah Kota Pagar Alam Zaily Oktosab Fitri Abidin beserta OPD terkait, di Kantor Manajemen PT Citilink Indonesia, Kota Tangerang, Banten, Senin (15/12/2025).

    Kerja sama yang dilaksanakan antara Pemkot Pagar Alam dengan PT Citilink Indonesia ini difokuskan tentang penyediaan jasa layanan penerbangan, yang menandai dibukanya kembali rute Pagar Alam – Jakarta, dan rute Jakarta – Pagar Alam.

    Walikita Pagar Alam Ludi Oliansyah mengatakan, Kerja sama ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas transportasi udara, untuk mendukung mobilitas masyarakat dan peningkatan pelayanan pemerintahan serta pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat Kota Pagar Alam.

    “Dengan dibukanya rute penerbangan langsung ke Jakarta, diharapkan tidak hanya dinikmati oleh masyarakat Kota Pagar Alam, namun daerah tetangga seperti Kabupaten Lahat, Empat Lawang, Muara Enim serta Kabupaten Bengkulu Selatan, dapat juga ikut berpartisipasi menggunakan transportasi udara melalui Bandara Atung Bungsu,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan tersebut Ludi Oliansyah menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak maskapai Citilink, atas terjalinnya kerja sama ini.

    “Kita berharap sinergi yang terjalin ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong percepatan pembangunan daerah secara berkelanjutan,” jelasnya. (ANA)