Category: Peristiwa

  • Pamit Pergi Bekerja, Tiga Hari Desty Tak Kunjung Pulang

    Pamit Pergi Bekerja, Tiga Hari Desty Tak Kunjung Pulang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Desty Ariani (25) dikabarkan menghilang sudah tiga hari sejak Senin (11/8/2025), sekitar pukul 07.00 WIB panik dengan keberadaan anak perempuannya membuat Sarimpi Sri Lestari (51), mendatangi pengaduan Polrestabes Palembang, Jumat (15/8/2025).

    Maksud kedatangan Sarimpi tidak lain hendak melaporkan orang hilang. Kepada petugas piket pengaduan Warga Jalan Sultan Mansyur Kelurahan Bukit Lama Kacamatan IB I, Palembang ini menuturkan anaknya terkahir berada di rumah pada Senin (11/8/2025), sekitar pukul 07.00 WIB.

    “Seperti biasa, saat itu anak saya pamit hendak bekerja. Dan berangkat dari rumah jam 7 pagi,” ungkapnya.

    Namun, setelah ditunggu -tunggu hilang larut malam, Desty pun tidak kunjung pulang ke rumah. “Saya tunggu hingga larut malam anak saya ini tidak kunjung pulang ke rumah. Lalu saat telepon teman kerjanya. Kata sudah pulang,” ungkapnya.

    Panik dengan keberadaan Desty, lanjut Sarimpi, dirinya lalu mencoba menelepon ponsel anaknya, ketika ditelepon nomor Desty pun sudah tidak aktif lagi. “Saya coba telepon pak nomor nya sudah tidak aktif lagi. Lalu saya cari di rumah temannya dan keluar tetapi mereka tidak mengetahui keberadaan anak saya,” ungkapnya.

    Saat meninggalkan rumah, Desty mengenakan baju kerja, mengenakan jilbab, tinggi 160 cm, berat 56 kg, kulit sawo Mateng. “Saya berharap kepada masyarakat Palembang yang mengetahui keberadaan anak saya untuk memberikan informasi ke nomor 082377535793,” harapnya.

    Sementara, KA SPK Polrestabes Palembang Ipda Yudi membernarkan adanya laporan ibu korban yang melaporkan orang hilang. “Laporan sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti,” tuturnya. (ANA)

  • Rumah Dua Lantai di Rusun Palembang Terbakar

    Rumah Dua Lantai di Rusun Palembang Terbakar

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Rumah dua lantai di Jalan Radial, atau tepatnya di Rusun Blok 46, Kecamatan Ilir Barat I Palembang terbakar, Kamis (14/8/2025) sekitar pukul 18.15 WIB.

    Di lokasi kejadian terlihat belasan mobil pemadam dari Damkar Palembang berjejer dipinggir Jalan Brigjen Dani Effendi untuk memadamkan api agar tidak menjalar ke kawasan Rusun.

    Lokasi rumah yang terbakar juga bisa diakses dari Lorong Limburgan, Gang Family, Jalan Radial Kelurahan 26 Ilir Kecamatan Bukit Kecil, Palembang.

    Aria (37) saksi mata mengungkapkan bahwa dirinya melihat api sudah besar saat pas selesai salat maghrib.

    “Selesai salat maghrib saya melihat api sudah membesar merah dari kejauhan rupanya ada rumah yang terbakar,” ungkap Aria.

    Sebelum pemadam kebakaran tiba warga terlihat panik karena banyak rumah yang terbuat dari kayu ditambah berdekatan dengan pemukiman Rusun (kawasan padat penduduk).

    Sekitar satu jam petugas  Damkar akhirnya bisa menjinakkan si jago merah. Dalam kejadian ini ada satu rumah yang ludes terbakar dan tidak berhasil merembet ke kawasan Rusun. Rumah dua lantai yang terbakar lantai atas terbuat dari kayu.

    Kondisi itu membuat api yang dipadamkan menjadi sulit dan kembali hidup lagi berkali-kali disemprot air. Setelah unit mobil pemadam kebakaran banyak diturunkan si jago merah akhirnya menyerah.

    Untuk penyebab kebakaran sampai sekarang belum diketahui apakah dari korslet aliran listrik atau kompor. Lokasi pun masih sangat ramai dari padatnya warga yang terus mendatangi TKP. (ANA)

  • Innalillahi, Bocah 11 Tahun Tenggelam di Sungai Musi

    Innalillahi, Bocah 11 Tahun Tenggelam di Sungai Musi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Warga Jalan Sultan Agung, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang dihebohkan oleh kabar hilangnya Sakila Oktavia seorang bocah perempuan berusia 11 tahun yang terseret derasnya arus Sungai Musi, Rabu (13/8/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

    Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat korban sedang berenang bersama dua orang temannya, yakni Fino (8) dan Riski (8) di pinggiran Sungai Musi Palembang.

    Namun, tiba-tiba korban bersama Fino berenang menuju ke tengah sungai dikarenakan arus sungai yang deras seketika korban dan Fino terseret arus.

    Seorang warga yang melihat kejadian tersebut langsung terjun ke sungai untuk melakukan pertolongan. Namun, hanya Fino yang berhasil diselamatkan sedangkan naas dialami korban tubuhnya seketika tenggelam.

    “Pencarian sudah kami lakukan sejak kemarin sore bersama Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polair Polda Sumsel, Polair Polrestabes Palembang, PMI dan masyarakat,” ungkap Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, Jumat (14/8/2025).

    Pencarian sendiri kata Raymond, sudah dilakukan dengan cara penyisiran dan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.

    “Namun, korban belum berhasil kami temukan dan pencarian kita lanjutkan kembali pagi ini dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi Dua (2) Search And Rescue Unit (SRU),” kata Raymond.

    SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran sungai musi dengan menggunakan Kapal RIB dan perahu karet sejauh 3,5 km ke arah barat.

    “Sedangkan SRU 2 melakukan penyisiran menggunakan speedboat dan perahu masyarakat sejauh 3,5 km ke arah timur serta melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada disepanjang pesisir aliran sungai, semoga dengan berbagai upaya ini korban dapat segera ditemukan,” tutur Raymond. (ANA)

  • Balita yang Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia

    Balita yang Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Balita bernama Razan (2) yang tenggelam di Sungai Musi saat sedang bermain mobil-mobilan akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan.

    “Korban pertama kali ditemukan oleh warga yang ikut melakukan pencarian, Kamis (14/8/2025) sekitar pukul 00.30 WIB,” ungkap Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin.

    Posisi korban saat ditemukan mengapung di tengah sungai dalam kondisi meninggal dunia tepatnya di desa Prabumulih, Kecamatan Muara lakitan atau sekitar radius 3 kilometer dari lokasi awal kejadian.

    “Dengan telah ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” ucap Raymond.

    Selanjutnya korban dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa ke rumah duka guna dilakukan proses pemakaman.

    Diberitakan sebelumnya kejadian berawal Selasa (12/08/25) sekitar pukul 11.00 WIB, korban terlihat bermain mobil-mobilan di dekat sungai yang berada di belakang rumahnya.

    Kemudian sekitar pukul 11.30 WIB ibu korban mencari korban di lokasi tempat anaknya bermain tersebut. Namun, anaknya sudah tidak ada lagi di lokasi dan hanya ditemukan mobil-mobilan milik korban, diduga korban terjatuh dan tenggelam di Sungai Musi. (ANA)

  • Lengah dari Penjagaan Ortu, Balita Tenggelam di Sungai Musi saat Main Mobil-Mobilan

    Lengah dari Penjagaan Ortu, Balita Tenggelam di Sungai Musi saat Main Mobil-Mobilan

    SUARAPUBLIK.ID, MUSI RAWAS – Seorang balita atas nama Razan (2), warga RT. 10, Kelurahan Muara Lakitan, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas, dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Musi.

    Menurut informasi, kejadian berawal saat korban

    bermain mobil-mobilan di dekat sungai yang berada di belakang rumahnya, pada Selasa (12/8/2025) sekitar pukul 11.00 WIB. Kemudian sekitar pukul 11.30 WIB, ibu korban mencari keberadaan anaknya di lokasi tempat bermain tersebut.

    Namun, anaknya sudah tidak ada lagi di pokasi dan hanya ditemukan mobil-mobilan milik korban, diduga korban terjatuh dan tenggelam di Sungai Musi.

    “Pencarian sudah kami lakukan sejak kemarin sore bersama Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang Pos SAR Lubuk Linggau, TNI/Polri, Perangkat Desa, Relawan, BPBD dan Masyarakat. Namun, korban masih belum ditemukan, pagi ini pencarian kembali kita lanjutkan,” ujar Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, Rabu (13/8/2025).

    Untuk metode pencarian dilakukan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi Dua  Search And Rescue Unit (SRU).

    “SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran sungai musi dengan menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat sejauh 20 kilometer ke arah timur laut serta melakukan manuver perahu karet di lokasi-lokasi yang dicurigai,” kata Raymond.

    Manuver ini dimaksudkan untuk menciptakan gelombang air yang dapat mengangkat benda-benda yang berada didalam air termasuk korban yang kemungkinan ada didalamnya.

    “Sedangkan SRU 2 jika dimungkinkan akan melakukan pencarian dengan cara penyelaman serta melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada disepanjang pesisir aliran sungai, semoga dengan berbagai upaya ini korban dapat segera ditemukan,” kata Raymond. (ANA)

  • Diduga Korsleting Listrik, Tiga Rumah di 5 Hangus Ludes Terbakar

    Diduga Korsleting Listrik, Tiga Rumah di 5 Hangus Ludes Terbakar

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kembali terjadi kebakaran di kota palembang, yang menghanguskan 3 rumah di pemukiman padat penduduk. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

    Peristiwa ini terjadi di Lorong Keramat 2, Jalan KH Azhari, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, pada Sabtu (9/8/2025). Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Palembang Rika Trisna mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 07.40 WIB.

    “Ya benar, sementara 3 rumah semi-permanen hangus terbakar di TKP. Ada 1 rumah lagi yang terdampak,” ungkapnya.

    Rika mengaku, pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran tersebut. Namun diduga akibat korsleting listrik dari rumah milik Abdullah.

    “Belum tahu penyebab kebarannya, dugaan sementara korsleting listrik,” katanya.

    Dia mengatakan, pemadaman berlangsung sekitar 1-1,5 jam. Ia merinci, sebanyak 11 unit mobil PBK dari Pos SU I, SU II, Merdeka, dan Kertapati diterjunkan demi menjinakkan si jago merah.

    “Ada 11 unit mobil PBK yang kami terjunkan. Kami khawatir karena daerah ini merupakan daerah padat penduduk, jadi unit yang kami terjunkan agak banyak,” jelasnya.

    “Lorongnya sempit sehingga tak terjangkau mobil pemadam. Banyak masyarakat yang memenuhi jalanan karena ingin tahu juga, jadi akses agak sulit,” ucap Rika.

    Sementara itu, korban Abdullah (50) mengatakan, dirinya sedang mengantar anak ke sekolah saat kejadian. Kemudian, pengemudi bentor itu berencana kembali ke Lorong Keramat untuk mencari penumpang.

    “Saya dari mengantar anak saya yang SMA. Lalu pulang rencananya mau nyari penumpang bentor,” ujarnya.

    Sesampainya di depan lorong, ia malah mendapat kabar bahwa rumahnya hangus terbakar. Abdullah kemudian kembali ke rumah dan memastikan anaknya selamat.

    “Aku langsung buru-buru datang, api sudah besar sekali. Tidak ada yang bisa ditolong lagi,” keluhnya.

    “Di rumah ada anak dan keponakan yang masih kelas 1 SD. Alhamdulillah sempat diselamatkan,” lanjut Abdullah.

    Rumah warisan orang tua yang telah ia tinggal sejak lahir itu kini sudah tak bersisa lagi. Abdullah pun hanya dapat menggantungkan harapannya pada pemerintah.

    “Kemungkinan kami akan tinggal di rumah keluarga sementara waktu. Berharap dari pemerintah ada bantuan, setidaknya rumah kecil tidak apa-apa yang penting punya kami sendiri,” pintanya. (ANA)

  • Pamit ke Pasar dan Ambil Uang Bantuan Sekolah, Rosdiana Bersama Anak tidak Kunjung Pulang

    Pamit ke Pasar dan Ambil Uang Bantuan Sekolah, Rosdiana Bersama Anak tidak Kunjung Pulang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Masih terlihat panik lantaran istri dan anaknya tidak kunjung pulang, membuat Darwin (48), warga Lorong Karang Anyar, Kelurahan Plaju Darat, Kecamatan Plaju, mendatangi pengaduan Polrestabes Palembang, guna melaporkan orang hilang, Rabu (6/8/2025).

    Diketahui, Istrinya yakni Rosdiana (42) dan anaknya bernama Kagenda Tri Abyasa (10), meninggalkan rumah pada Senin (4/8/2025), sekitar pukul 08.30 WIB. “Saat Pamit istri saya ini hendak pergi ke Pasar. Lalu usai dari pasar mau ke sekolah anak untuk ambil uang bantuan sekolah,” ungkapnya.

    Namun, setelah ditunggu-tunggu hingga larut malam, istri dan anaknya pun tidak kunjung pulang ke rumah. “Saat meninggalkan rumah sempat telepon lewat WhatsApp. Namun selang setengah jam, WhatsApp pun sudah tidak aktif lagi,” katanya.

    Panik, dengan keberadaan istri dan anaknya, Darwin pun langsung mencari keberadaan mereka ke rumah keluarga dan teman-teman istrinya. Namun tidak satu pun tahu di mana istri dan anaknya berada.

    “Saya cari ke rumah keluarga dan teman-temannya. Tetapi mereka tidak mengetahui keberadaan istri dan anak saya,” ucapnya.

    Darwin juga mengatakan, istrinya memiliki ciri-ciri tinggi 160 cm, berat 70 kg, rambut lurus panjang sebahu. Sedangkan anaknya tinggi 120 cm, berat 35 kg, rambut pendek.

    “Istri saya pergi terakhir memakai baju pink dan celana Jens hitam. Sedangkan anak saya memakai baju orange dan celana pendek,” bebernya.

    Darwin berharap kepada masyarakat Palembang yang mengetahui keberadaan istri dan anaknya untuk memberitahukan informasi tersebut.

    “Saya berharap kepada seluruh masyarakat Palembang dan luar Palembang yang mengetahui keberadaan istri dan anak saya untuk beritahukan keberadaan ke nomor handphone 082179580911,” harapnya.

    Sementara, KA SPK Polrestabes Palembang, Ipda Erwin, membenarkan adanya laporan korban yang melaporkan orang hilang istri dan anaknya. “Laporan sudah kita terima dan segera ditindaklanjuti segera,” tuturnya. (ANA)

  • Lansia yang Tenggelam di Sungai Lematang Ditemukan Tersangkut di Tepi Sungai

    Lansia yang Tenggelam di Sungai Lematang Ditemukan Tersangkut di Tepi Sungai

    SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Bingsing (60) lansia yang tenggelam di Sungai Lematang Desa Tanjung Telang, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan.

    Korban ditemukan oleh warga yang  beraktivitas memancing ikan dipinggir sungai, Selasa (29/7/2025) sekitar pukul 12.10 WIB.

    “Posisi korban saat ditemukan mengapung dan tersangkut di tepian sungai dalam kondisi meninggal dunia, atau tepatnya di Desa Negri Agung, Kecamatan Merapi Barat atau sekitar radius 10 kilometer dari lokasi awal kejadian,” ungkap Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin.

    Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka guna dilakukan proses pemakaman.

    “Dengan telah ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, semua unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” ucap Raymond.

    Diberitakan sebelumnya kejadian berawal pada Minggu (27/7/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

    Korban atas nama Bingsing (60) bersama satu orang temannya sedang memancing dipinggir Sungai Lematang Desa Tanjung Telang, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.

    Saat sedang asyik memancing tiba-tiba korban jatuh dan terseret derasnya arus sungai hingga membuatnya tenggelam. (ANA)

  • Lansia Tenggelam usai Terjatuh di Sungai Lematang saat Tengah Mancing

    Lansia Tenggelam usai Terjatuh di Sungai Lematang saat Tengah Mancing

    SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Bingsing (60), warga Kota Baru, Kelurahan Pasar Lama,  Kabupaten Lahat dilaporkan hilang saat memancing di Sungai Lematang Desa Tanjung Telang, Minggu (27/07/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

    Kejadian bermula saat korban bersama satu orang temannya sedang memancing di pinggir Sungai Lematang. Saat sedang asyik memancing, tiba-tiba korban jatuh dan terseret derasnya arus sungai hingga membuatnya tenggelam.

    Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin menerangkan, pihaknya mendapatkan informasi kejadian tersebut sekitar pukul 19.30 WIB dan langsung memerintahkan Tim Rescue nya yang berada di Pos SAR Pagaralam untuk berangkat ke lokasi dengan membawa peralatan SAR air guna melakukan pencarian terhadap korban.

    “Saat ini kami masih melakukan pencarian bersama Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang Pos SAR Pagaralam , TNI/Polri, Perangkat Desa, Relawan,  BPBD dan Masyarakat,” terang Raymond, Senin (28/7/2025).

    Untuk metode pencarian dilakukan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi Dua  Search And Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran sungai lematang dengan menggunakan perahu karet serta melakukan manuver perahu karet di lokasi-lokasi yang dicurigai.

    “Manuver ini dimaksudkan untuk menciptakan gelombang air yang dapat mengangkat benda-benda yang berada di dalam air, termasuk korban yang kemungkinan ada didalamnya,” kata Raymond.

    Sedangkan SRU ke 2 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran Sungai Lematang dengan menggunakan perahu rafting.

    “Jika dimungkinkan akan melakukan pencarian dengan cara penyelaman serta melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada disepanjang pesisir aliran sungai, semoga dengan berbagai upaya ini korban dapat segera ditemukan,” tutur Raymond. (ANA)

  • Jasad Pemancing yang Tenggelam di Sungai Kelekar Desa Burai Ditemukan Tim SAR Gabungan

    Jasad Pemancing yang Tenggelam di Sungai Kelekar Desa Burai Ditemukan Tim SAR Gabungan

    SUARAPUBLIK.ID, OGAN ILIR – Angga (43), seorang warga Tanjung Barangan kota Palembang, yang memiliki hobi memancing, dilaporkan tenggelam di Sungai Kelekar Desa Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel). Jasad korban kini sudah ditemukan.

    Pada pencarian hari ini, Minggu (27/7/2025), Kantor SAR Palembang selaku Koordinator dalam pelaksanaan Operasi SAR membagi Tim SAR Gabungan menjadi dua Search And Rescue Unit (SRU).

    Tim pertama melakukan pencarian dengan cara penyisiran menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat. Sedangkan SRU kedua melakukan pencarian dengan penyelaman dan menyebarkan informasi kepada masyarakat yang berada di pesisir Sungai Kelekar.

    Kepala Basarnas Palembang, Raymond Konstantin, selaku SMC (SAR Mission Coordinator), mengungkapkan, dengan berbagai upaya pencarian yang telah dilakukan, serta dibantu masyarakat dan pihak keluarga, akhirnya sekitar pukul 09.25 WIB, korban ditemukan dengan metode penyelaman.

    Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar radius 10 meter dari lokasi awal kejadian, tepatnya di Desa Burai. Selanjutnya korban dievakuasi Tim SAR gabungan dan dibawa ke RSUD Ogan Ilir, guna dilakukan proses lebih lanjut.

    “Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, semua unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” tutur Raymond.

    Diberitakan sebelumnya, menurut informasi kejadian, berawal pada Sabtu (26/7/2025) sekitar pukul 18.00 WIB, korban atas nama Angga bersama empat orang rekannya pergi memancing, menyewa perahu getek.

    Namun saat berada di tengah sungai, perahu getek yang mereka tumpangi berpapasan dengan perahu getek lain yang melaju kencang, sehingga menciptakan ombak yang besar.

    Akibat ombak besar, perahu getek yang ditumpangi korban dan keempat rekannya seketika tenggelam. Sehingga membuat seluruh penumpang jatuh ke sungai. Empat orang rekan korban dan satu orang serang getek berhasil selamat, dengan cara berenang ketepian sungai.

    Sedangkan nahas dialami korban. Dikarenakan tidak bisa berenang, korban terseret arus. Rekan korban mencoba menolong dengan memberikan derigen kepada korban, namun derigen tersebut bocor sehingga membuat korban tenggelam.

    Selama berlangsungnya operasi SAR, turut melibatkan unsur SAR dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, BPBD Ogan Ilir dan Masyarakat. (ANA)

  • Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Bocah yang Tenggelam di Sungai Lematang

    Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Bocah yang Tenggelam di Sungai Lematang

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Tim SAR Gabungan menemukan jasad Aziz Alfatih (6), bocah kelas 1 SD yang tenggelam Sungai Lematang, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim, Kamis (24/07/2025) sekitar pukul 15.25 WIB.

    Korban pertama kali ditemukan oleh Tim SAR Gabungan yang sedang melakukan Penyisiran menggunakan LCR (Landing Crab Rubber) dan perahu masyarakat.

    “Posisi korban saat ditemukan mengapung di tengah sungai dalam kondisi meninggal dunia atau tepatnya di Desa Suka Cinta, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim atau sekitar radius 1 kilometer dari lokasi awal kejadian,” ujar Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, Jumat (25/7/2025).

    Selanjutnya, korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka guna dilakukan proses pemakaman.

    “Dengan telah ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, semua unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” ucap Raymond.

    Diberitakan sebelumnya kejadian berawal berawal pada Rabu (23/7/2025) sekita pukul 17.00 WIB.

    Korban bersama satu orang temannya main dan mandi di pinggir Sungai Lematang Desa Sukacinta. Saat sedang asyik mandi tiba-tiba tubuh korban terseret derasnya arus sungai hingga membuatnya tenggelam. (ANA)

  • Amukan Si Jago Merah Hanguskan 6 Rumah di Kawasan I Ulu

    Amukan Si Jago Merah Hanguskan 6 Rumah di Kawasan I Ulu

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Musibah kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk di Jalan H Faqih Usman tepi Sungai Ogan, Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (22/7/2025) dini hari.

    Si Jago Merah menghanguskan sedikitnya enam unit rumah warga. Tak kurang 10 unit mobil damkar Pemkot Palembang dan Kecamatan SU I diturunkan, untuk membantu memadamkan kobaran api.

    Api mulai terlihat sekitar pukul 03.30 WIB dari rumah salah seorang warga. Tempat Kejadian Perkara (TKP) kebakaran terjadi persis di seberang Kompleks Asrama Polisi (Aspol) I Ulu.

    Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh terjadinya korsleting listrik dari salah satu rumah warga yang ikut terbakar.

    Pantauan di lapangan, warga yang rumahnya ikut terbakar berupaya menyelamatkan harta benda yang masih tersisa. Sementara, sempitnya akses masuk ke dalam lokasi kebakaran menyulitkan petugas Damkar melakukan upaya pemadaman.

    Ditambah lagi kerumunan warga yang hendak melihat dari dekat kebakaran membuat situasi bertambah crowded. Kebakaran baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB.

    Hingga ini belum ada konfirmasi dari pihak terkait dalam insiden tersebut. Namun kebakaran ini ditaksir mengakibatkan kerugian mencapai hingga ratusan juta rupiah. (ANA)

  • Pelaku Begal Beraksi di Siang Hari, Ibu-ibu di Talang Jambe Jadi Korban

    Pelaku Begal Beraksi di Siang Hari, Ibu-ibu di Talang Jambe Jadi Korban

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pelaku begal kembali beraksi. Tidak mengenal waktu dan tempat, jika ada kesempatan pelaku tetap melancarkan aksinya. Kali ini terjadi kawasan Talang Jambe, Sabtu (19/7/2025). Peristiwa itu terjadi di siang hari.

    Seperti video yang di-posting di media sosial (Medsos) Instagram di kota Palembang berdurasi kurang lebih 60 detik, terlihat lokasi kejadian yang disebutkan pemosting.

    “Asalamualaikum pada jamaah, hari-hari barusan disini, didekat pagar kuning itu terjadi pembegalan,” katanya, pria dalam video tersebut.

    “Ibu-ibu dibegal oleh dua orang membawa pistol, hingga kini sudah melapor ke Ketua RT 32, Takim,” sebut pria itu kembali.

    Terlihat juga di lokasi kejadian ibu-ibu yang mengetahui kejadian yang menjadi saksi dalam peristiwa ini.

    “Artinya daerah kita ini rawan nian, terus kemarin ketika solat Jumat, ada dua orang yang dicurigai, ketika ditanyai didekat parkiran motor masjid, kedua orang tersebut malah lari, memang daerah ini rawan nian,” katanya lagi.

    Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan melalui Kanit Ranmor Iptu Jhoni Palapa, ketika dikonfirmasi sudah memonitor adanya peristiwa ini.

    “Untuk peristiwa ini saya sudah memonitor, dan  terkait aksi pelaku begal ini segera kita akan melakukan penyelidikan,” katanya.

    Jhoni juga berharap kepada korban untuk segera melaporkan kejadian ini ke Polsek atau Polrestabes Palembang. “Kepada korban agar cepat melaporkan kejadian ini Polsek atau Polrestabes Palembang, supaya dapat ditindaklanjuti segera, sembari anggota cek TKP,” tuturnya. (ANA)

  • Nelayan Hilang di Perairan Muara Sungsang saat Cari Ikan

    Nelayan Hilang di Perairan Muara Sungsang saat Cari Ikan

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Seorang nelayan bernama Aditya Wijaya (21) dilaporkan hilang tenggelam di Bagan Kilung Ujung Alang Genteng Perairan Muara Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Jumat (18/7/2025).

    Informasi yang dihimpun, kejadian berawal para Rabu (16/07/2025) korban bersama satu orang rekannya berangkat melaut mencari Ikan di bagan kilung milik H. Hasan Bos dengan menggunakan kapal pompong.

    Setelah dua hari mencari ikan, pada hari ini sekitar pukul 04.00 WIB tiba-tiba korban tidak ada di kapal, rekan korban berusaha mencari keberadaan korban di sekitaran bagan. Namun, tidak ditemukan diduga korban hilang tenggelam.

    Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan informasi kejadian tersebut sekitar pukul 09.25 WIB.

    Berdasarkan informasi tersebut, Raymond langsung memerintahkan dua tim rescuenya berangkat ke lokasi kejadian melalui jalur darat dan jalur air menggunakan Kapal Rigid inflatable Boat (RIB) guna melakukan pencarian terhadap korban.

    “Saat ini kami masih melakukan pencarian bersama Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL sungsang, Polairud Sungsang, masyarakat nelayan dan pihak keluarga korban,” ungkap Raymond.

    Untuk metode pencarian dilakukan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi 2 SRU.

    “SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran sungai ke arah hilir menggunakan perahu karet dan kapal patroli, sedangkan SRU 2 melakukan pencarian kearah hulu menggunakan Kapal RIB serta penyebaran informasi kepada masyarakat nelayan yang berada di sepanjang pesisir perairan Muara Sungsang,” kata Raymond. (ANA)

  • Si Jago Merah Hanguskan RM Putri Minang

    Si Jago Merah Hanguskan RM Putri Minang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Diduga terjadi kebocoran dari selang kompor masak di dapur Rumah makan Putri Minang, Si Jago Merah hanguskan RM Putri Minang di Pasar Lemabang Jalan Laksamana Yos Sudarso Kelurahan 03 Ilir Kecamatan IT II Palembang, milik Rudi Hartono (43), Kamis (17/7/2025).

    Api awalnya bermula dari diduga kompor masak yang berada di RM Putri Minang menjalar ke dapur dan kebangunan sekitar mengenai Salon Lan-Lan yang berada di sebelah Rm. Putri Minang.

    Melihat api yang membesar, sontak pagi itu pegawai RM Putri Minang yang sedang melakukan aktivitas memasak langsung berhamburan keluar dan ada juga berjibaku memadamkan kobaran api. “Tolong, tolong, kebakaran, kebakaran,” ucap salah satu pegawai saat api mulai membesar.

    Namun, meski sudah berjibaku memadamkan kobaran api dengan alat seadanya, api pun cepat melalap RM Putri Minang dan Salon Salon Lan-Lan. “Panik pak. Memang tidak ada ledakan. Namun karena api yang cepat membesar, api pun langsung menyambar salon lan-lan,” kata Rudi Hartono (43), pemilik rumah makan kepada petugas.

    Beruntung, peristiwa ini langsung dilaporkan ke petugas damkar, api pun berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.30 WIB, setelah 7 unit mobil damkar dan petugas PBK mendatangi lokasi kejadian bersama anggota Polsek IT II.

    Sementara, Kapolsek IT II, Kompol Ismail membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut yang menghanguskan RM Putri Minang dan Salon Lan-Lan. “Total yang terbakar sebanyak 2 Rumah toko yakni RM Putri Minang dan Salon Lan-lan,” ungkapnya.

    Lanjut Ismail, api diduga terjadi adanya kebocoran dari selang kompor masak di dapur Rumah makan Putri Minang. “Karena tidak diketahui oleh pegawai. Api yang langsung membesar melalap RM Putri Minang dan Salon lan-lan,” ungkapnya.

    Tidak da korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, ditambakan Ismail, hanya saja pemilik RM, Rudi mengalami luka bakar ringan terkena api dan Rosmalida (37), mengalami luka bakar ringan terkena api. “Untuk kerugian hingga kini belum bisa ditaksirkan,” tuturnya. (ANA)

  • Karyawan Tambang Batubara yang Hilang di Hutan Ditemukan, Begini Kondisinya

    Karyawan Tambang Batubara yang Hilang di Hutan Ditemukan, Begini Kondisinya

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Indra Winarko (26), karyawan PT. UMKJP tambang Batubara yang dilaporkan hilang di hutan Desa Taja Indah, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, ditemukan TIM SAR Gabungan, Senin (14/07/2025), sekitar pukul 07.45 WIB.

    Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. “Benar, korban atas nama Indra Winarko sudah kami temukan dalam keadaan selamat,” ungkap Raymond, Selasa (15/7/2025).

    “Posisi korban ditemukan oleh SRU 2 dengan menggunakan drone berada pada koordinat 2°57’25.52″S 104°10’55.61″E atau sekitar 5 kilometer kearah selatan dari lokasi awal kejadian,” sambung Raymond.

    Selanjutnya SRU 1 melalui jalur darat bergerak menuju ke lokasi korban untuk melakukan evakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan lemas dan sedikit linglung,” jelas Raymond.

    Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. “Semua unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” ucap Raymond.

    Sebelumnya kejadian berawal pada Senin (14/07) sekitar pukul 16.10 WIB, korban pada saat itu bertugas di pos ceker mencatat keluar masuk kendaraan (ritasi unit ADT) di lokasi tambang wilayah desa Taja Indah, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin.

    Namun, tiba-tiba korban melompat dari tempat duduk di pos ceker langsung berlari menuju hutan dan di saksikan oleh pengawas, operator dan karyawan lainnya.

    Melihat kejadian tersebut pengawas langsung mengejar korban dengan tujuan menanyakan permasalahan apa yang sedang terjadi. Namun, korban tidak menjawab dan terus berlari ke dalam hutan sehingga menyebabkan korban hilang. (ANA)

  • Jasad Lansia yang Tengelam di Sungai Komeng Ditemukan

    Jasad Lansia yang Tengelam di Sungai Komeng Ditemukan

    SUARAPUBLIK.ID, OKU SELATAN – Jasad Sahrial (55), korban tenggelam di Sungai Komering, Desa Tekana, Kecamatan Buana Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, berhasil ditemukan. Pria lanjut usia (Lansia) itu, ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa, pada Jum’at (11/7/2025).

    Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, mengatakan, jasad korban telah ditemukan sekitar pukul 11.20 WIB. Korban pertama kali ditemukan warga sekitar yang sedang beraktivitas dipinggir sungai.

    “Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, akhirnya korban berhasil ditemukan,” kata Raymond, selaku SAR Mission Coordinator (SMC) dalam pelaksanaan operasi SAR ini.

    Raymond mengungkapkan, posisi korban saat ditemukan mengapung ditengah Sungai dalam kondisi meninggal dunia, tepatnya di Desa Talang Surau, Kecamatan Buana Pemaca, atau sekitar radius 15 kilometer dari lokasi awal kejadian. Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka guna dilakukan proses pemakaman.

    Selama proses pencarian, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang Unit Siaga SAR OKU Timur, TNI/Polri, BPBD OKU Selatan, Tagana OKU Selatan, perangkat desa dan masyarakat, dibagi menjadi 2 SRU.

    Di mana, SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran Sungai Komering, dan melakukan manuver-manuver menggunakan perahu karet. Sedangkan SRU 2 melakukan pencarian dengan menggunakan perahu masyarakat, serta penyebaran informasi kepada warga yang berada disepanjang pesisir aliran sungai.

    “Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Semua unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing,” tutur Raymond.

    Untuk diketahui, peristiwa ini tenggelamnya korban Sahrial, berawal pada Rabu (9/7/2025), sekitar pukul 10.00 WIB, korban pergi ke Sungai Komering untuk mandi. Setibanya di Sungai, korban langsung loncat dan berenang menuju ke Pulau yang ada di tengah sungai, tepatnya di Dusun 1 Desa Tekana.

    Setelah sampai di Pulau tersebut, korban kembali berenang menuju hilir sungai. Namun tiba-tiba korban terseret derasnya arus sungai dan tenggelam. (ANA)

  • Berenang Menuju Pulau di Tengah Sungai Komering, Sahrial Tenggelam Terbawa Arus

    Berenang Menuju Pulau di Tengah Sungai Komering, Sahrial Tenggelam Terbawa Arus

    SUARAPUBLIK.ID, OKU SELATAN – Sahrial (55), warga Desa Tekana, Kecamatan Buana Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, dilaporkan hanyut dan tenggelam di Sungai Komering. Korban terbawa derasnya arus sungai saat tengah mandi berenang, pada Rabu (9/7/2025).

    Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, mengatakan pihaknya mendapatkan informasi kejadian tersebut sekitar pukul 12.00 WIB.

    Berdasarkan informasi itu, Raymond langsung memerintahkan satu tim Rescue yang berada di Unit Siaga SAR OKU Timur untuk berangkat menuju lokasi kejadian guna melakukan pencarian terhadap korban.

    Menurut informasi, kejadian berawal pada Rabu sekitar pukul 10.00 WIB, korban pergi ke Sungai untuk mandi. Setibanya di Sungai, korban langsung loncat dan berenang menuju ke Pulau yang ada di tengah sungai, tepatnya di Dusun 1 Desa Tekana.

    Setelah sampai di Pulau tersebut, korban kembali berenang menuju hilir sungai. Namun tiba-tiba korban terseret derasnya arus sungai dan tenggelam. “Saat ini kita masih melakukan pencarian bersama Tim SAR Gabungan,” ungkap Raymond.

    Untuk metode pencarian, kata Raymond, dilakukan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi 2 SRU. Tim SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran Sungai Saka Selabung sejauh 5 kilometer dengan menggunakan perahu karet, serta melakukan manuver perahu karet di lokasi-lokasi yang dicurigai.

    Manuver ini dimaksudkan untuk menciptakan gelombang yang dapat mengangkat benda-benda yang berada di dalam air, termasuk korban yang ada di dalamnya.

    Sedangkan SRU 2 melakukan pencarian dengan jalur darat serta melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada di sepanjang pesisir aliran sungai.

    “Hingga saat ini, korban masih belum kita temukan. Namun akan terus kita upayakan agar korban secepatnya dapat kita temukan,” tutur Raymond.

    Selama berlangsungnya operasi pencarian, turut melibatkan unsur SAR dari Basarnas Kantor SAR Palembang Unit Siaga SAR OKU Timur, TNI/Polri, pemerintah desa, BPBD, Tagana dan Masyarakat. (ANA)

  • Kantin SMP Negeri 4 Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

    Kantin SMP Negeri 4 Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kebakaran terjadi di SMP N 4 di Jalan Letjen Bambang Utoyo Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang, Minggu (6/7/2025) sekitar pukul 21.49 WIB. Akibat dari peristiwa tersebut, lima bangunan kantin beserta sejumlah peralatan elektronik yang berada di dalamnya ludes terbakar.

    Beruntung dari peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Staf Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palembang Iskandar menerangkan bawa dugaan awal penyebab kebakaran karena korsleting listrik di salah satu ruangan kantin.

    Banyaknya peralatan elektronik seperti kulkas, freezer, kompor, dan tabung gas membuat api dengan cepat membesar.

    “Api menyebar dengan cepat karena di dalam bangunan banyak material yang mudah terbakar. Kami mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Dibantu warga sekitar, api berhasil dipadamkan sekitar satu jam setelah kejadian,” ungkap Iskandar, Senin (7/7/2025).

    Kata Iskandar pihak kepolisian dan sekolah saat ini tengah melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut untuk menghitung total kerugian yang ditimbulkan.

    Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang Kapiatul Ahlia mengungkapkan bahwa kebakaran menghanguskan lima ruang kantin. Dirinya memastikan tidak ada ruang kelas atau area pembelajaran lain yang terdampak dari kebakaran tersebut.

    “Api tidak sampai merembet ke ruangan lain karena kesigapan petugas damkar dan warga sekitar yang langsung membantu memadamkan api. Sekitar setengah jam lebih, api berhasil dijinakkan,” ungkap Kapiatul.

    Menurut Kapiatul, pihak sekolah akan segera melakukan renovasi terhadap area kantin yang terbakar agar kegiatan pelayanan siswa bisa kembali berjalan normal.

    “Kami bersyukur tidak ada korban jiwa dan ruang belajar tidak terdampak. Ke depan, kami juga akan memperketat pengawasan instalasi listrik agar kejadian serupa tidak terulang,” tutur Kapiatul. (ANA)

  • Gedung Serbaguna RM Sri Melayu Terbakar, Kobaran Api Merambat ke Panggung Pernikahan

    Gedung Serbaguna RM Sri Melayu Terbakar, Kobaran Api Merambat ke Panggung Pernikahan

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gedung serbaguna Ar Rahman Center di Jalan Kapten A Anwar Rasyad belakang RM Sri Melayu Palembang terbakar, Jumat (4/7/2025) sekitar pukul 14.00 WIB. Bahkan, api merambat ke panggung acara pernikahan yang sudah dibooking untuk besok hari.

    Pantauan di lokasi, setidaknya ada 8 unit mobil pemadam kebakaran Kota Palembang dikerahkan untuk memadamkan api.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palembang Kemas Haikal menerangkan bahwa peristiwa tersebut terjadi ketika ada karyawan yang sedang melakukan dekorasi.

    “Kami mendapat laporan dari karyawan jam 2 siang, saat kejadian karyawan sedang mendekor untuk acara besok,” terang Kemas.

    Adapun penyebab kebakaran diduga akibat dari korsleting listrik. “Dugaan sementara penyebab kebakaran karena korsleting listrik, tetapi untuk lebih jelasnya polisi yang akan melakukan pemeriksaan,” kata Kemas. (ANA)

  • 3 Truk yang Terperosok di Jembatan Desa Muara Lawai Sudah Dievakusi

    3 Truk yang Terperosok di Jembatan Desa Muara Lawai Sudah Dievakusi

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Tiga truk yang terperosok di jembatan di Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat sudah dilakukan evakuasi.

    “Alhamdulillah, 3 truk yang terperosok sudah dilakukan evakuasi kemarin. Insya Allah hari ini akan dilakukan evakuasi semua,” ungkap  Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo, Selasa (1/7/2025).

    Saat ini kata Maesa, pihaknya sudah melakukan arus lalu lintas (buka tutup) di jembatan tersebut. “Untuk sementara memakai rekayasa lalu lintas khususnya buka tutup, kecuali kendaraan pribadi, kendaraan bermuatan sembako dan BBM masih bisa lewat jembatan,” kata Maesa.

    Namun, untuk kendaraan bermuatan batubara dilarang melintas di jembatan tersebut. “Kendaraan bermuatan batubara kami parkirkan terlebih dahulu,” jelas Maesa.

    Hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memintai keterangan-keterangan dari para saksi penyebab ambruknya jembatan milik BBPJN tersebut.

    “Kami masih memintai keterangan-keterangan dari para saksi dan melakukan penyelidikan penyebab jembatan ambruk karena apa,” terang Maesa.

    Diketahui, jembatan penghubung Lahat dan Muara Enim tersebut ambruk pada Minggu (28/6/2025) sekitar pukul 23.10 WIB.

    Akibat dari peristiwa tersebut menyebabkan 4 truk (DT) bermuatan batubara terperosok ke dalam jembatan, serta menyebabkan 2 sopir truk, 1 mengalami berat dan 1 mengalami luka ringan. (ANA)

  • Si Jago Merah Berkobar di Seberang Ulu I, Satu Rumah Panggung Hangus Terbakar

    Si Jago Merah Berkobar di Seberang Ulu I, Satu Rumah Panggung Hangus Terbakar

    SIARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Satu unit rumah panggung di Jalan Faqih Usman, Lorong Sungai Gerong, Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, ludes terbakar, Senin 23 Juni 2025. Rumah yang terbakar diketahui merupakan milik Nyayu Ermawati (57).

    Peristiwa kebakaran ini terjadi sekira pukul 13.15 WIB. Diduga kuat penyebab terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik. Peristiwa ini sendiri terjadi saat Ermawati sedang salat Dhuha di rumah.

    Kemudian seperti adanya bunyi korsleting listrik dari lantai atas rumah, setelah salat peristiwa kebakaran pun terjadi di lantai atas. Di mana ruangan kamar sudah terbakar, hingga membuat Ermawati meminta pertolongan kepada warga sekitar.

    Warga pun menghubungi pihak pemadam kebakaran serta pihak terkait lainnya, dengan dibantu deplapan mobil pemadam kebakaran.

    Warga sekitar bahu membahu memadamkan api bersama petugas pemadam kebakaran, hingga sekira pukul 13.30 WIB, api dapat dipadamkan.

    Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Andrie Setiawan melalui Kanit Identifikasi Iptu Agus Wijaya, membenarkan adanya kebakaran yang terjadi di wilayah hukum Polsek SU I tersebut.

    “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam insiden kebakaran ini, hanya saja mengalami kerugian materil yang belum diketahui,” kata Iptu Agus Wijaya.

    Asal api sendiri dari keterangan saksi dan korban di lapangan, berasal dari lantai 2 yang berada di kamar diduga terjadi korsleting listrik.

    Sementara itu, pemilik rumah Nyayu Ermawati menerangkan, bahwa saat itu ia sedang salat Dhuha di lantai bawah. “Peristiwa ini terjadi saat saya sedang shalat Dhuha dibawah, kemudian setelah shalat api di lantai atas membesar,” ungkapnya.

    Untuk itu, ia meminta pertolongan warga setempat dengan dibantu oleh petugas pemadam kebakaran yang dihubungi.

    “Alhamdulillah berkat bantuan warga bersama petugas pemadam kebakaran yang datang api dapat dipadamkan,” tuturnya. (ANA)

  • Pemerintah akan Santuni Korban Kebakaran di Seberang Ulu II

    Pemerintah akan Santuni Korban Kebakaran di Seberang Ulu II

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pasca Peristiwa kebakaran yang terjadi di Lorong Sriguna seberang eks-Giant Plaju, Palembang, Camat Seberang Ulu II sebut akan berikan bantuan kepada keluarga yang terdampak.

    Camat Seberang Ulu (SU) II Arya Andriana menyebutkan, peristiwa ini terjadi di RT 27 Lorong Sriguna, Kelurahan Tangga Takat, Kecamatan SU II Palembang, pada Minggu malam (22/6/2025), sekitar pukul 18.15 WIB.

    “Benar, telah terjadi kebakaran di Lorong Sriguna, Kelurahan Tangga Takat,” ungkapnya, Senin (23/6/2025).

    Arya mengatakan, ada dua rumah yang dilahap Si Jago Merah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

    “Menurut informasi yang kami terima, terdapat dua rumah yang terbakar, yaitu atas nama Mardiah (67) dan satu lagi atas nama Tanzini (70),” jelasnya.

    “Belum ada informasi korban jiwa. Sampai saat ini pun, keluarga yang terdampak masih belum dapat dimintai keterangan,” ujar dia.

    Peristiwa saat terjadinya kebakaran. (Photo: Istimewa)

    Arya memastikan, pihaknya akan memberikan bantuan yang diberikan. “Insya Allah kami akan ke sini lagi untuk memberikan bantuan. Namun untuk saat ini, fokus kami adalah api padam dan keluarga yang terkena musibah dapat dievakuasi,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua RT 27 Rahmawati menambahkan, keluarga Mardiah sedang tak berpenghuni saat kebakaran terjadi. Meski begitu, salah satu penghuni rumah mengalami shock dan sesak napas.

    “Kebetulan hanya ada 1 orang saat kejadian. Baru selesai mandi (di lantai 1), tau-tau sudah ada api di lantai atas,” tambahnya.

    Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek SU II Iptu Deddy Heriansyah menyebut pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut. Namun, diduga akibat korsleting listrik dari rumah Mardiah.

    “Penyebab kebakaran masih dilakukan pendalaman. Namun, diduga api karena korsleting listrik dari rumah Mardiah,” jelasnya.

    Menurutnya, pihak PBK menurunkan sebanyak 7 unit mobil, beberapa diantaranya dari Pos Komperta, SU II, dan Merdeka. “Ada 7 unit PBK yang turun dalam upaya pemadaman. Mereka dari Damkar Kota (Pos Merdeka) dan sekitarnya,” tuturnya. (ANA)

  • Diduga Korsleting Listrik, Tempat Pijat Refleksi di Palembang Terbakar

    Diduga Korsleting Listrik, Tempat Pijat Refleksi di Palembang Terbakar

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sebuah ruko tempat refleksi pijat di Jalan Letjen H Alamsyah Ratu Prawiranegara, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, terbakar, Jumat (20/6/2025), sekitar pukul 10.00 WIB.

    Informasi yang dihimpun, diduga api berasal dari korsleting listrik di ruangan tengah. Api yang berkobar membuat penghuni panik hingga tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga.

    Deca (35), salah satu penghuni tempat refleksi menerangkan, bahwa listrik tiba-tiba padam saat ia sedang sarapan di bagian depan bangunan. Tak lama kemudian, asap mulai mengepul dari ruangan belakang.

    “Saya lagi makan, terus lampu mati. Pas mau dicek ke belakang, udah penuh asap. Karena gelap, kami tidak berani masuk,” terang Deca.

    Kepanikan menyelimuti penghuni karena api mulai menyambar bagian bawah bangunan. Akibat dari peristiwa tersebut, sejumlah barang elektronik, dokumen penting seperti surat tanah, KTP, BPKB, hingga perhiasan dan jam tangan milik Deca yang diperkirakan seharga Rp 5 juta hangus terbakar.

    “Barang-barang penting semua ada di sana. Belum sempat diselamatkan,” ucap Deca.

    Kasi Operasi Pemadam Kebakaran Kota Palembang M. Hardiansyah saat dikonfirmasi mengatakan bahwa penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik. “Api berasal dari tengah bangunan,” kata Hardiansyah. (ANA)

  • Pamit Belanja ke Pasar Kuto, Mirah tidak Kunjung Kembali

    Pamit Belanja ke Pasar Kuto, Mirah tidak Kunjung Kembali

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Diduga memiliki pria idaman lain (PIL), membuat Mirah (17), malah pergi meninggalkan rumah. Hal inilah malah membuat Darmadi (48) sang suami gundah gulana memikirkan keberadaan si istri.

    Lantaran keberadaan Mirah tidak kunjung ditemukan, Darmadi pun memutuskan untuk mendatangi pengaduan Polrestabes Palembang, guna melaporkan orang hilang, Jumat (13/6/2025).

    Dihadapan petugas, Darmadi ditemani keluarga menuturkan, Mirah pamit saat itu pada Selasa (10/6/2025), sekitar pukul 08.00 WIB, hendak pergi ke Pasar Kuto bersama orangtuanya.

    “Awalnya pamit hendak ke Pasar Kuto bersama orangtuanya. Namun setelah ditunggu-tunggu dia pun tidak kunjung pulang,” katanya.

    Lantaran keberadaannya tidak kunjung pulang, Lanjut Darmadi, ia pun sempat mencari keberadaan sang istri ke rumah orangtua dan keluarganya. “Sudah saya cari. Namun mereka ketika saya tanya tidak mengetahui keberadaan istri saya,” ungkapnya.

    Diketahui, Mirah memiliki ciri-cirinya tinggi 158 cm, berat 55 Kg, kulit sawo Mateng, rambut lurus sebahu dan mengenakan jilbab. “Tidak ada ciri-ciri khusus,” ujar warga Jalan Angkatan 45 Dusun III Sumber Warga, Telang Banyuasin ini.

    Dirinya berharap kepada warga Palembang yang mengetahui keberadaan Mirah untuk memberitahukan informasi ke nomor HP 083155873905. “Saya berharap kepada warga Palembang yang mengetahui keberadaan Mirah untuk memberitahukan informasi ke nomor Hp tersebut,” harapnya.

    Sementara, KA SPK Polrestabes Palembang Ipda Yudi, membenarkan adanya laporan korban terkait orang hilang. “Laporan sudah kita terima dan akan ditindaklanjuti petugas Satreskrim Polrestabes Palembang,” tuturnya. (ANA)

  • Si Jago Merah Hanguskan Bedeng di Kertapati, Satu Motor Turut Terbakar

    Si Jago Merah Hanguskan Bedeng di Kertapati, Satu Motor Turut Terbakar

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Diduga api berasal dari korsleting listrik, Si Jago Merah kembali menghanguskan satu bedeng milik Zulkarnain (72), di Jalan Ki Marogan Lorong Bahagia I, RT 034/ 007, Kelurahan Kemang Agung, Kecamatan Kertapati Palembang, Rabu (11/6/2025), sekitar pukul 10.17 WIB.

    Peristiwa kebakaran ini berawal saat pemilik bedeng sedang berada di rumah, tiba-tiba mendengar suara ledakan dari arah belakang rumahnya. “Sedang berada di rumah. Lalu saya mendengar suara ledakan,” ungkap Zulkarnain.

    Lalu, karena panik, Zulkarnain kemudian langsung mengecek bedengnya yang di sewa Aprial. “Benar saja ketika di cek di belakang rumah. Tenyata api sudah membesar. Saya spontan berteriak meminta tolong kepada warga,” katanya.

    Mendengar teriakkan korban, warga sekitar pun langsung Berhamburan keluar rumah. Dengan alat seadanya langsung berjibaku memadamkan kobaran api.

    “Bedeng dalam keadaan kosong. Penyewa bedeng ini sedang bekerja,” ungkapnya.

    Dibantu oleh petugas PBK dan warga sekitar, api pun berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.50 WIB. Sementara, Plh Kapolsek Kertapati Iptu Zuned, membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut.

    “Benar adanya peristiwa kebakaran tersebut. Api diduga dari adanya korsleting listrik di bedeng tersebut yang tinggal penghuni bekerja,” ungkap Zuned.

    Lanjutnya, tidak adanya korban jiwa dalam kebakaran ini. Hanya saja korban harus mengalami kerugian materil 1 unit bedeng dan 1 unit sepeda motor. “Tidak ada korban jiwa. Namun bedeng dan motor korban terbakar,” tuturnya. (ANA)

  • Heboh, Sapi Kurban di Palembang Lepas ke Anak Sungai

    Heboh, Sapi Kurban di Palembang Lepas ke Anak Sungai

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Seekor sapi kurban yang hendak diturunkan dari mobil pick up lepas di Jalan Ki Gede Ing Suro, Lorong Pahlawan 32 Ilir Palembang, Kamis (5/6/2025). Sapi itu sampai masuk ke aliran anak Sungai Musi karena menolak diangkut ke tempatnya.

    Warga bahkan kewalahan menenangkan sapi kurban yang masuk ke dalam aliran sungai tersebut. Nurdin (46), salah satu warga yang ikut membantu evakuasi mengungkapkan, bahwa sapi tersebut lepas ketika diturunkan dari mobil.

    “Awalnya sapi kurban ini diturunkan dari mobil mau dibawa ke Lorong Pahlawan, tetapi tiba-tiba waktu sudah turun lepas. Kejadiannya setelah azan Zuhur tadi,” ungkap Nurdin.

    Warga berusaha mengejar dan mengambil tali sapi, tetapi karena panik, hewan kurban itu lompat ke aliran anak sungai. Sempat lari sekitar 40 meter dari titik awal sapi tercebur ke anak sungai untuk menghindari warga yang hendak menangkapnya kembali.

    “Selama ngamuk alhamdulillah tidak ada warga yang luka hanya dia (sapi) berontak bikin semua heboh. Ada 30 sampai 40 meter dia lari di aliran anak sungai,” ujar Nurdin.

    Evakuasi berlangsung selama satu setengah jam dengan bantuan 20 orang pria dewasa yang menarik sapi hingga berhasil dijinakkan.

    “Sekitar satu jam setengah sapi terperangkap di anak sungai, banyak tadi yang bantu sekitar 20 orang. Lalu dibawa ke atas, alhamdulillah sekarang sapi sudah dievakuasi,” kata Nurdin. (ANA)

  • Viral! Sapi Kurban Masuk Indomaret, Seruduk Motor Pegawai

    Viral! Sapi Kurban Masuk Indomaret, Seruduk Motor Pegawai

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Terkait adanya peristiwa seekor Sapi berukuran besar diduga hewan kurban, yang masuk di dalam sebuah mini market Indomaret di kawasan Jalan A Yani Kecamatan SU II Palembang, tadi malam, dibenarkan pegawai Indomaret yakni Destri Kurniawan (20).

    “Benar. Kejadian itu pada malam hari, pada Rabu (4/6/2025), sekitar pukul 22.20 WIN. Namun untuk persisnya saya tidak mengetahui karena bukan sift saya bekerja,” katanya.

    Kepada petugas Polsek SU II Palembang, Destri menuturkan, seperti CCTV yang ada dan video yang viral, saat itu Sapi tersebut masuk ke dalam Indomaret hanya hitungan menit.

    “Tidak ada barang barang yang rusak di dalam Indomaret tersebut, namun ada motor salah satu pegawai sini yang diseruduk sapi,” katanya

    Lanjutnya, motor tersebut milik Ahmad yang rusak mesin. “Motor diseruduk. Saat sapi itu keluar dari Indomaret. Nah ketika dihidupi motor rusak. Motor ketika dihidupkan suara tidak seperti biasa, suara jadi gember,” ungkapnya.

    Sementara, Polsek SU II Palembang, mengetahui adanya peristiwa tersebut langsung mendatangi TKP dan mengambil keterangan saksi-saksi di lokasinya.

    “Lokasi sudah kita datangi, dan saksi pegawai sudah kita ambil keterangan. Untuk laporan belum adanya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, hanya satu motor karyawan Indomaret rusak,” ungkap Kanit Res Polsek SU II Palembang, Iptu Deddy.

    Untuk pemilik Sapi, lanjut Deddy belum diketahui pemiliknya. “Kita masih menghimpun data dari TKP, diduga sapi itu untuk dikurbankan,” ungkapnya.

    Sebelumnya, Seekor sapi yang berukuran besar masuk disebuah mini market Indomaret di kawasan Plaju Banten, Rabu (4/6/2025).

    Peristiwa ini pun direkam oleh seorang warga dan viral di medsos (media sosial) Instagram di kita Palembang. Dalam video yang di posting berdurasi kurang lebih 22 detik ini, terlihat seorang warga mengenakan baju kaos warna merah hitam yang baru saja keluar Indomaret, ketakutan melihat ada seekor sapi hendak keluar dari Indomaret tersebut.

    Saat keluar dari Indomaret sapi tersebut terlihat langsung menyeruduk sebuah motor yang sedang terparkir di Indomaret.

    Seperti ucap seorang pria dalam video ini. “Aku tadi sedang santai disitu, lagi ngopi disitu Ado sapi. Nah Abis itu nabrak uwong, akh lagi lemak lemak duduk situ tadi ngamuk sapi belari,” ucapnya.

    Sementara, Kanit Res Polsek SU II, Iptu Deddy, ketika di konfirmasi terkait adanya sapi diduga untuk kurban lebaran Idul Adha lepas dan masuk salah satu Indomaret mengatakan belum ada laporan.

    “Belum ada laporan. Namun meski begitu kita akan mendatangi TKP, untuk mengambil keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian,” ungkapnya. (ANA)

  • Heboh, Penumpang Ditemukan Tewas di Dalam Bus

    Heboh, Penumpang Ditemukan Tewas di Dalam Bus

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Warga Jalan Soekarno Hatta tepatnya di pul Putra Pelangi Kelurahan Karya Baru Kecamatan Alang-Alang Lebar Palembang, mendadak heboh, pada Kamis (5/6/2025), sekitar pukul 01.00 WIB.

    Pasalnya, ada seorang penumpang yang meninggal dunia di dalam bus tersebut. Korban yakni Sadar Boang (30), warga Buluh Tellang, Kelurahan Buluh Tellang, Kecamatan Tinada Kabupaten Pak Pak Bharat, Sumatera Utara.

    Korban merupakan penumpang bus tersebut, yang diketahui tujuan hendak ke Jawa barat. Namun karena bus yang di tumpangginya berangkat pukul 12.00 WIB, sehingga korban menumpang beristirahat di pul tersebut.

    Kemudian kejadian tersebut berawal pada Rabu 4 Juni 2025 sekira pukul 20.30, korban saat itu pamit untuk beristirahat di dalam mobil bus, saat itu korban pamit dengan saksi-saksi. Selanjutnya di ketahui oleh saksi yakni M Tayeb (56), sopir tergeletak di lantai dalam bus.

    ” Korban ini tahu tahu ketika saya mengecek bus, sudah tergeletak dibawa lagi bus,” ungkapnya, kepada petugas.

    Ketika dicek, sambung Tayeb, korban diketahui sudah tidak bernyawa. Saat itu saksi berkoordinasi dengan atasan dan saksi mendatangi Polsek Sukarami Palembang, selanjutnya jenazah oleh tim identifikasi Polrestabes Palembang di evakuasi dan di bawa ke RS Bhayangkara palembang.

    “Saya lapor atasan pak. Darisana petugas Polsek Sukarami datang,  Polrestabes datang. Jenazah korban langsung di evaluasi ke rumah sakit,” ungkapnya.

    Sementara, Kapolsek Sukarami, Kompol Alex membenarkan adanya mayat penumpang Bus yang meninggal dunia. “Begitu kita mendapatkan informasi itu kita langsung mendatangi TKP, untuk melakukan olah TKP dan mengambil keterangan saksi-saksi,” kata Alex.

    Hingga kini, sambung Alex, jenazah korban sudah dievakuasi ke RS Bhayangkara Palembang. “Untuk penyebab kematian korban belum diketahui, namun korban meninggal dunia diduga karena sakit,” tuturnya. (ANA)