Category: Peristiwa

  • Tiga Orang Meninggal Dunia Akibat Ledakan Tabung Gas 12 Kg

    Tiga Orang Meninggal Dunia Akibat Ledakan Tabung Gas 12 Kg

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Jumlah korban meninggal dunia dalam insiden ledakan tabung gas 12 kilogram di Jalan Ratu Sianum, Kelurahan 3 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang kini bertambah menjadi tiga orang. Korban terakhir, Umi (54), dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

    Umi yang merupakan tetangga pemilik rumah, mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit (RS) Pelabuhan Boom Baru Palembang pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

    Sebelumnya, dua korban lain telah lebih dulu dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (31/1/2026) sore. Berdasarkan data yang dihimpun, ketiga korban jiwa mengalami luka bakar serius hingga mencapai 80 persen. Berikut adalah identitas korban meninggal:

    Dewi Rohayati (33) pemilik rumah, meninggal pada Sabtu (31/1/2026), Murni (40) Asisten Rumah Tangga (meninggal Sabtu (31/1/2026) dan Umi (54) tetangga pemilik rumah (meninggal Minggu (1/2/2026).

    “Ibu Umi semalam meninggal dunia,” ujar Lilis, salah satu tetangga korban, saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).

    “Ibu Dewi Rohayati sudah meninggal lebih dulu pada Sabtu sore, dan semalam sekitar pukul 20.00 WIB, Ibu Umi menyusul,” kata Lilis.

    Untuk diketahui, peristiwa maut tersebut terjadi pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, para korban tengah memasak bersama untuk persiapan acara sedekah menyambut bulan suci Ramadan.

    Secara tiba-tiba, tabung gas berukuran 12 kilogram di area dapur meledak hebat. Ledakan tersebut total melukai sembilan orang yang berada di lokasi, terdiri dari tujuh orang dewasa dan dua balita.

    Hingga saat ini, enam korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RS Pelabuhan Boom Baru. Para korban menderita luka bakar dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

    Pihak medis terus melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi fisik para penyintas ledakan tersebut. (ANA)

  • Mencekam! Persiapan Acara Ruwahan Berujung Tragedi Ledakan Gas, 9 Orang Jadi Korban

    Mencekam! Persiapan Acara Ruwahan Berujung Tragedi Ledakan Gas, 9 Orang Jadi Korban

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Suasana persiapan acara ruwahan di Jalan Ratu Sianum Palembang, seketika berubah menjadi kepanikan luar biasa pada Sabtu (31/1/2026). Sebanyak sembilan warga menjadi korban luka bakar serius setelah tabung gas LPG 12 kg meledak hebat di tengah aktivitas memasak.

    “Diduga, ada kebocoran pada tabung gas yang digunakan, sehingga memicu ledakan dan kobaran api yang membakar bagian rumah,” ungkap Kapolsek Ilir Timur II, Kompol M Ismail, Minggu (1/2/2026).

    Kata Ismail, korban mayoritas perempuan dan kini tengah menjalani perawatan intensif dj Rumah Sakit Pelabuhan Boom Baru Palembang.

    Adapun daftar korban yakni, Sahnum (10 bulan), Namira (2), Sumarni (63), Umi (54), Murni (40), Dewi Rohayati (33), Ria (40), Sri Rahayu (21) dan Weni Widia (40).

    Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, para korban mengalami presentase luka bakar yang bervariasi, mulai dari 20 persen hingga 80 persen.

    “Api yang sempat berkobar tidak merambat ke bangunan sekitar berkat aksi cepat warga,” kaa Ismail.

    Warga setempat bergotong royong memadamkan api dengan peralafan seadanya sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi.

    “Saat personel kami sampai di TKP, api sudah dipadamkan warga,” jelas Ismail.

    Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut serta pendataan saksi-saksi.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan rutin mengecek kondisi selang tabung serta regulator tabung gas, terutama saat digunakan untuk keperluan memasak dalam kapasitas besar,” pesan Ismail. (ANA)

  • 4 Siswa SMP 31 Alami Sakit Perut dan Mual, Diduga Keracunan usai Konsumsi MBG

    4 Siswa SMP 31 Alami Sakit Perut dan Mual, Diduga Keracunan usai Konsumsi MBG

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Diduga keracunan usai mengkonsumsi makan bergizi gratis (MBG), empat siswa SMP Negeri 31 Palembang, mengalami sakit perut, mual-mual dan pusing. Keempat siswa tersebut yakni, YP (13) kelas 8, NN (13) kelas 8, RI (13) kelas 8, dan BA (16) kelas 9.

    Peristiwa ini terjadi di lingkungan sekolah di Jalan Pajajaran, Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Jakabaring Palembang, pada Jum’at (30/1/2026), sekitar pukul 10.30 WIB. Akibat peristiwa ini, dua siswa di antaranya terpaksa harus dibawa ke Puskesmas Opi dan pulang ke rumah.

    Insiden tersebut terjadi berawal sekitar pukul 09.30 WIB, telah disalurkan menu makanan dari program MBG ke SMP Negeri 31 Palembang dari SPPG yang berlokasi di Jakabaring, berupa Roti dan Susu.

    Lalu Roti dan Susu itu dikonsumsi oleh semua siswa. Setelah 15 menit dikonsumsi siswa, kemudian siswa inisial NN dan YP, mengeluh sakit perut, mual dan pusing. Kemudian dibawa ke Puskesmas OPI Jakabaring.

    Untuk NN selanjutnya dibawa pulang oleh orangtuanya ke rumah. Atas kejadian ini, para guru mengecek makanan yang disalurkan SPPG tersebut. Hasil pengecekan guru mendapati bahwa ada beberapa roti yang telah kedaluwarsa.

    Sementara, mendapati adanya laporan tersebut, piket Polsek SU I, Res Polrestabes Palembang dan fungsi, langsung mendatangi SMP Negeri 31 untuk mengevakuasi siswa tesebut dan mengambil sample Roti dan Susu yang dikonsumsi.

    “Setelah kita mendapati laporan ini, kita langsung mendatangi TKP, melakukan cek, mengambil keterangan saksi-saksi di lokasi, serta mengamankan barang bukti berupa Roti dan Susu,” ungkap Kapolsek SU I, Kompol Heri, didampingi Pamapta Polrestabes Palembang, Ipda Adityan Ammar.

    Lanjutnya, untuk barang bukti dibawa anggota ke BPOM Palembang guna dilakukan pengecekan zat yang terkandung dalam makanan tersebut.

    “Hingga saat ini barang bukti sudah diamankan dan diserahkan ke BPOM untuk dicek zat apa yang terkandung di makanan tersebut, sehingga diduga empat siswa mengalami sakit perut, mual dan pusing,” tuturnya.

    Di lain sisi, ketika ditemui, salah orangtua siswa yakni Neti Herwati, mengatakan, dari keterangan anaknya, mengatakan saat itu anaknya sudah sempat menelan Roti itu. Saat kedua kalinya menelan tenggorokan langsung tidak enak dan merasakan mual disertai muntah.

    “Jadi Roti itu sudah ditelan (makan) anak saya satu kali. Nah pas mau nguyah kedua kali, anak saya merasakan sakit perut, mual dan pusing,” ungkapnya.

    Neti memaparkan, Roti yang dimakan anaknya merupakan salah satu makanan dari program MBG yang dibagikan di sekolah. “Informasinya Roti dan Susu itu didapatkan dalam program MBG yang dibagikan sekitar jam 10 pagi,” katanya.

    Lalu, lanjut Neti, setelah setengah jam merasakan mual dan muntah, sebelum dibawa ke Puskesmas OPI, keduanya sempat diberikan susu steril di ruangan guru.

    Akan tetapi bukannya membaik melainkan tambah kurang membaik, sehingga dibawalah ke Puskesmas OPI. “Saya harapkan anak saya bisa membaik dari kejadian yang menimpanya,” ungkapnya.

    Di tempat yang berbeda, keterangan dari pihak Puskesmas masih menunggu hasil Lab. “Uji Labnya belum keluar. Disini masih ada satu siswa yang dirawat dan yang satu lagi sudah pulang,” tutuplrnya.

    Sedangkan pihak SMP Negeri 31 Palembang, ketika dikonfirmasi awak media, enggan menjawab telepon dan pesan WhatsApp tidak aktif. (ANA)

  • Jasad Remaja Pemain Angklung Ditemukan 8,8 KM dari Titik Awal Tenggelam di Sungai Musi

    Jasad Remaja Pemain Angklung Ditemukan 8,8 KM dari Titik Awal Tenggelam di Sungai Musi

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Upaya pencarian intensif selama tiga hari terhadap Rizky Romadon (15), remaja pemain angklung yang hanyut di Sungai Musi membuahkan hasil, Senin (26/01/2026) sekitar pukul 19.40 WIB.

    Posisi korban saat ditemukan sedang mengapung di kawasan Desa Batu Raja Baru, Kecamatan Tebing Tinggi. Titik penemuan ini berjarak sekitar 8,8 kilometer dari lokasi awal korban dilaporkan hilang di Lorong Pompa, Kelurahan Tanjung Makmur.

    “Jasad korban tersangkut pada dahan pohon tumbang yang melintang di badan sungai,” ungkap Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, Selasa (27/1/2026).

    Kata Raymond, jasad korban dievakuasi ke RSUD Empat Lawang sebelum diserahkan kepada pihak keluarga di Palembang.

    “Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan berakhir dan ditutup,” kata Raymond.

    Sebelumnya, insiden tragis ini bermula pada Sabtu (24/01) pagi. Rizky bersama tiga rekannya sesama pengamen angklung hendak membersihkan diri dan mandi di sungai setelah bekerja.

    Namun, arus sungai yang deras mendadak menyeret tubuh korban. Meski rekan-rekannya sempat berusaha memegang tangan korban, kuatnya arus membuat pegangan terlepas hingga korban tenggelam dan hilang terbawa arus. (ANA)

  • Mandi di Sungai Musi, Pemain Angklung Tenggelam Terseret Arus

    Mandi di Sungai Musi, Pemain Angklung Tenggelam Terseret Arus

    SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Seorang pemain angklung keliling asal Palembang bernama Rizky Romadon (15) dilaporkan tenggelam terseret arus Sungai Musi, Kelurahan Tanjung Makmur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sabtu (24/1/26) sekitar pukul 17.30 WIB.

    Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengungkapkan bahwa peristiwa berawal pada Sabtu (23/1/2026) sekitar pukul 10.15 WIB, korban bersama tiga orang rekannya yang sama-sama berasal dari Kota Palembang setelah melaksanakan aktivitas mengamen.

    Selanjutnya mereka pergi ke sungai untuk bersih-bersih dan sekalian mandi. Ketika sedang mandi tiba-tiba tubuh korban terseret arus, rekan korban yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dengan cara memegang tangan korban. Namun, dikarenakan derasnya arus sungai membuat pegangan tangan korban terlepas hingga membuatnya seketika tenggelam.

    Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin membenarkan tenggelamnya korban.

    “Ya benar, laporan yang kami terima seperti itu dan saat ini Tim Rescue kami sudah berada di lokasi untuk melakukan pencarian,” ungkap Raymond, Minggu (25/1/2026).

    Metode yang dilakukan yaitu dengan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi 2 SRU. SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran sungai musi sejauh 10 KM² ke arah timur laut dengan menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat.

    “Sedangkan SRU 2 jika dimungkinkan akan melakukan pencarian dengan cara penyelaman serta melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada di sepanjang pesisir aliran sungai,” tutur Raymond. (ANA)

  • Geger, Siti Khodijah Ditemukan Meninggal Dunia di Pinggir Jalan KH Azhari 5 Ulu

    Geger, Siti Khodijah Ditemukan Meninggal Dunia di Pinggir Jalan KH Azhari 5 Ulu

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Warga Jalan KH Azhari Kecamatan SU I Palembang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di pinggir jalan, tepatnya di depan Toko Nusantara Cell, Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

    Korban diketahui seorang perempuan Bernama Siti Khodijah berusia (60 tahun). Hingga saat ini, identitas korban masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian.

    Kapolsek SU I, Palembang Kompol Heri mengatakan berawal pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pada pukul 06.48 WIB.

    “Nah dari laporan tersebut, piket Polsek, Reskrim, Inafis dan SPKT Polrestabes Palembang, langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan pengamanan TKP (tempat kejadian perkara),” katanya.

    Lanjutnya, berdasarkan keterangan saksi Aminah (50), Ketua RT setempat, dirinya pertama kali mendapat informasi dari warga yang melihat korban sudah tergeletak di pinggir jalan.

    “Awalnya saya diberi tahu warga kalau ada ibu-ibu tergeletak di depan toko. Saya langsung cek ke lokasi dan segera menghubungi pihak kepolisian,” kata Aminah.

    Sementara dari hasil pemeriksaan awal di lokasi serta rekaman CCTV sekitar TKP, polisi menduga korban meninggal dunia akibat terjatuh.

    “Dari rekaman CCTV, terlihat korban berjalan kaki hendak menyeberang jalan, kemudian terjatuh di pinggir jalan dan tidak sadarkan diri,” jelas Heri.

    Sekitar pukul 07.30 WIB, tim Inafis Polrestabes Palembang tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Selanjutnya, korban dievakuasi ke RSUD Bari Palembang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Petugas menemukan adanya bekas memar di bagian wajah serta lecet di lutut kaki kiri korban. Namun demikian, polisi menegaskan bahwa penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

    “Dugaan sementara korban meninggal akibat terjatuh. Namun kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab kematian,” tuturnya. (ANA)

  • Bocah Berusia 3 Tahun Tenggelam di Sungai Lematang

    Bocah Berusia 3 Tahun Tenggelam di Sungai Lematang

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Ravael (3), dilaporkan hanyut dan tenggelam terseret arus Sungai Lematang Desa Muara Lawai KP 3, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Selasa (13/1/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

    Kejadian bermula saat korban bersama satu orang temannya pergi bermain ditepian sungai. Saat sedang asik main, tiba-tiba korban terpeleset dan jatuh dari tangga tempat pemandian yang ada ditepi sungai, akibat kejadian tersebut seketika tubuh korban terseret derasnya arus sungai hingga membuatnya tenggelam.

    “Saat ini Tim Rescue Basarnas Kantor SAR Palembang sudah berada di lokasi untuk melakukan pencarian,” ujar Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, Raymond, Rabu (14/1/2026).

    Selain Tim Rescue Basarnas, pencarian juga dibantu dari TNI-Polri, Damkar, BPBD, Relawan dan masyarakat.

    “Metode yang kami lakukan yaitu dengan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi 2 SRU. SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran Sungai Lematang sejauh 10 KM² ke arah timur laut dengan menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat,” kata Raymond.

    Sedangkan SRU 2 jika dimungkinkan akan melakukan pencarian dengan cara penyelaman serta melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada di sepanjang pesisir aliran sungai.

    “Semoga dengan berbagai upaya ini korban dapat segera ditemukan,” tutur Raymond. (ANA)

  • Viral! Wanita di Palembang Melahirkan di Teras Musala

    Viral! Wanita di Palembang Melahirkan di Teras Musala

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Viral di media sosial (Medsos) Instagram di kota Palembang, seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Nuraini (32), terpaksa melahirkan di teras Musala Al Ikhlas di Jalan KH Balqi Lorong Banten VI, Gang Surya 5, RT 61/16, Kelurahan 16 Ulu Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang. Peristiwa ini terjadi pada Senin (12/1/2025), sekitar 07.00 WIB.

    Dalam video yang beredar di Instagram berdurasi 53 detik ini, menunjukan proses melahirkan Nuraini yang diketahui merupakan warga Jalan Silaberanti KP Teladan NO 21, RT 007/002, Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring Palembang. Dia melahirkan hanya beralaskan sehelai kain dan dibantu warga sekitar bernama Kamsah.

    Proses melahirkan kurang lebih 15 menit dibantu empat orang warga. Nuraini melahirkan secara normal, meski ketubannya sudah pecah.

    “Awalnya Ibu Nur ini dibonceng suaminya mengunakan motor milik tetangga hendak ke Bidan. Namun di tengah perjalanan, Nur merasakan sakit perut. Sehingga diturunkan suaminya disekitar Musala. Saat itu suaminya pergi untuk mencari bantuan,” ungkap Kamsah.

    Melihat Nur kesakitan hendak melahirkan, Kamsah yang tengah berada di dalam rumah, langsung keluar untuk membantu.

    “Posisi saya saat itu berada di dalam rumah. Saya mengintip dari Jendela. Nah melihat dia (Nur) kesakitan dan memegang perut, saya spontan keluar rumah, memberikan pertolongan karena melihat tuban Nur sudah pecah,” katanya.

    Panik, saat itu Kamsah pun meminta pertolongan warga sekitar untuk memapahnya ke teras Musala Al Ikhlas. “Kami berempat memapah Nur untuk dibawa ke teras Musala, saya melihat ketuban Nur sudah pecah,” ungkapnya.

    Sesampai di teras Musala, Nur terlihat mau melahirkan. Dengan mengunakan daster, Kamsah dan sehelai kain yang diberikan warga, Nur pun akhirnya melahirkan anak kelimanya berjenis kelamin Perempuan.

    “Saya spontan ikut membantu proses melahirkan Nur ndengan kain sehelai diberi warga dan daster yang saya pakai, untuk menyambut bayi yang keluar. Alhamdulillah proses melahirkan bayi Nur selamat dan langsung keluar dipangkuan saya,” ucapnya.

    Tak lama berselang, seorang bidan bernama Rahayu, datang ke Musala untuk membantu proses pemotongan tali pusat. “Setelah tali pusat dipotong, bayi tersebut langsung dibawa bidan Rahayu ke tempat prakteknya yang tidak jauh dari Musala Al Ikhlas,” ungkapnya.

    Kamsah mengatakan, ini merupakan pengalaman pertama kali dalam hidupnya ikut membantu proses melahirkan salah satu warga. Bahkan dirinya pun tidak memiliki kemampuan medis, tetapi hanya mengingat pesan orangtua.

    “Jadi kata orangtua saya, untuk membantu mempermudah proses melahirkan ibu yang hendak melahirkan, diminumkan air garam. Saat itu saya meminta kepada warga. Alhamdulillah lancar dan bayinya sehat,” katanya.

    Terpisah, salah satu warga yang menyaksikan sekaligus turut membantu prose persalinan Nuraini, serta merekam dan memviralkannya ke Medsos, yakni Erlita Silvilliani mengatakan, sebelum Nuraini melahirkan di Musala, pada pukul 06.30 WIB, Nuraini bersama sang suami hendak pergi ke Bidan terdekat guna memeriksakan kandungan.

    Namun, saat itu diduga tidak memiliki KIS dan biaya hendak ke rumah sakit dan bidan, suami Nuraini yakni Sakimin (40), malah binggung. Di tengah jalan justru sang istri terjadi kontraksi. Hal ini membuat Sakimin hendak mencari pertolongan.

    “Saat itu sang istri di tinggal di tengah jalan. Lalu dilihat warga dan dibantulah menuju teras Musala untuk melahirkan. Saya niat memviralkan untuk membantu Ibu Nur, agar pemerintah kota Palembang dan masyarakat bisa membantunya,” ungkapnya.

    Hal ini, ditambahkan Erlita, karena suami Nur tidak memiliki pekerjaan dan tak ada uang. “Saya kasihan dengan mereka. Ini saya lakukan untuk membantu Ibu Nur. Tahu-tahu memang benar malah viral. Ketika saya kirim video tersebut ke sebuah salah satu akun Medsos. kami juga berharap kepada pemerintah Palembang untuk segera membantu Ibu Nur, Apalagi Ibu Nur tidak memiliki KIS,” harapnya. (ANA)

  • Pergi dari Rumah Bawa Motor, Ashadi Tak Kunjung Pulang

    Pergi dari Rumah Bawa Motor, Ashadi Tak Kunjung Pulang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Lantaran sang kakak yakni Ashadi Cahyadi (47), yang memiliki keterbelakangan mental tak kunjung pulang ke rumah, membuat Yuliarti (43) mendatangi pengaduan Polrestabes Palembang guna melaporkan orang hilang, Selasa (12/1/2026).

    Kepada petugas pengaduan warga jalan Soekarno Hatta DS Tanjung Duku Kecamatan Alang Alang Lebar, Palembang ini menuturkan sang kakak terkahir kali berada di rumah Minggu (11/1/2206) sekitar pukul 01.00 WIB.

    “Kakak nih baru 2 hari ada di Palembang di ajak adik saya tinggal di Palembang dari kota Pagar Alam. Lalu tadi malam dia keluar rumah dengan mengendarai sepeda motor tanpa pamit,” ungkapnya.

    Lalu, setelah ditunggu tunggu hingga malam korban pun tidak kunjung pulang ke rumah. “Kami tunggu tunggu pak hingga malam tapi tidak kunjung pulang ke rumah. Lalu kami cari tidak bertemu. Tapi pagi kami mendapatkan informasi bahwa kakak ada di kawasan Plaju. Ketika kamu kesana kakak saya sudah tidak ada lagi,” ungkapnya.

    Lanjut Ashadi, dirinya berharap kepada masyarakat Palembang yang mengetahui keberadaan kakaknya diharapkan untuk memberikan informasinya. “Kami berharap kepada Masyarakat Palembang yang mengetahui kakak saya memberikan informasi ke nomor 085809538646,” harapnya.

    Sementara, KA SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui Pamapta Ipda Ammar membenarkan adanya laporan adik korban terkuat orang hilang. “Laporan sudah kita terima dan akan segera ditindaklanjuti anggota Bhabinkamtibmas Polsek,” tuturnya. (ANA)

  • Bukan Overdosis, Pengunjung Club 41 Meninggal Dunia Akibat Penyakit Jantung

    Bukan Overdosis, Pengunjung Club 41 Meninggal Dunia Akibat Penyakit Jantung

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Terkait Viral di Medsos (media sosial) pesan berantai yang heboh dengan adanya seorang pria diduga meninggal dunia di Diskotek Darma Agung (DA) Club 41 Palembang, diduga overdosis, tenyata tidak benar.

    Pihak keluarga, memastikan korban meninggal dunia akibat riwayat penyakit jantung, sekaligus membantah rumor mengenai overdosis tersebut.

    Peristiwa itu berawal saat korban datang ke lokasi bersama seorang rekan wanitanya. Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, awalnya aktivitas berjalan normal.

    Namun, beberapa jam setelah berada di lokasi, korban tiba-tiba mengeluhkan sesak napas hebat dan nyeri di bagian dada. Melihat kondisi korban yang memburuk, tim keamanan (security) Club 41 dengan sigap memberikan pertolongan pertama.

    Petugas langsung mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit Myria. Setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

    Sanggahan mengenai dugaan overdosis diperkuat oleh pernyataan langsung dari istri korban yang mendampingi di rumah sakit. Pihak keluarga menyatakan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit jantung kronis.

    “Suami saya memang sudah lama menderita sakit jantung. Bahkan, jantungnya sudah dipasang ring,” ungkap istri korban, saat memberikan keterangan kepada petugas.

    Pihak keluarga menyayangkan adanya isu liar yang berkembang tanpa fakta medis yang jelas.

    Sementara, pihak Darma Agung Club 41 Yaperius menyatakan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan.

    Dirinya juga menegaskan bahwa mereka telah menjalankan prosedur keamanan dan keselamatan (K3) dengan membantu proses evakuasi secepat mungkin ke fasilitas kesehatan terdekat.

    “Saya harapkan masyarakat tidak lagi menyebarkan informasi yang tidak benar (hoax) yang dapat menambah duka bagi keluarga korban,” tutur Yaperius. (ANA)

  • Sosok Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa di Pekarangan Rumah Kosong

    Sosok Laki-laki Ditemukan Tak Bernyawa di Pekarangan Rumah Kosong

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sesosok mayat laki-laki gemparkan warga Jalan Putri Rambut Selako, RT 21/07, Kelurahan Bukit Lama Kecamatan IB 1 Palembang. Korban ditemukan sudah tidak bernyawa di pekarangan rumah kosong, pada Minggu (4/1/2025), sekitar pukul 21.00 WIB.

    Indentitas korban diketahui bernama Yus Efendi (60) , warga Jalan PDAM Lorong Alir, Gang Kenari, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan IB 1 Palembang.

    Menurut keterangan saksi Fendi (40), ada dua orang yang tidak diketahui datang ke rumahnya sekitar pukul 20.45 WIB, dan memberitahukan bahwa ada seorang laki-laki sedang tertidur di halaman rumah kosong samping rumahnya yang berlokasi di tempat kejadian perkara (TKP).

    Lalu, dua orang yang tidak dikenal tersebut mengatakan, bahwa pria itu telah tidur di halaman rumah kosong tersebut dari pukul 18.00 WIB. Panik, lalu saksi pun mengecek pria tersebut. Namun karena tidak berani, lalu saksi melaporkan kejadian itu ke Polsek IB I Palembang.

    Kemudian piket gabung mendatangi TKP dan menemukan seorang pria telah meninggal dunia di halaman rumah kosong. Menurut keterangan keluarga, almarhum meninggal dunia akibat sakit.

    Mendapati adanya penemuan mayat tersebut, piket Polsek, SPKT, piket fungsi dan Reskrim Polrestabes Palembang, langsung mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP dan mengambil keterangan saksi-saksi di TKP.

    “Jadi benar adanya penemuan mayat laki laki bernama Yus Efendi, yang meninggal dunia di rumah kosong,” ungkap Kapolsek IB I Palembang, Kompol Rivan Wijaya, Senin (5/1/2026).

    Ditambahkannya, dari keterangan keluarga korban, bahwa korban ada riwayat sakit darah tinggi dan dari pemeriksaan luar Unit Identifikasi Polrestabes Palembang tidak ditemukannya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

    “Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi dan membuat surat pernyataan untuk menolak dilakukan autopsi. Selanjutnya mayat langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” tuturnya. (ANA)

  • Bocah yang Tenggelam saat Liburan ke Rumah Nenek Ditemukan Meninggal Dunia

    Bocah yang Tenggelam saat Liburan ke Rumah Nenek Ditemukan Meninggal Dunia

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Hafiz Riski (7), bocah yang tenggelam saat liburan ke rumah neneknya di Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kayuagung OKI ditemukan, Kamis (01/1/2026) kemarin sekitar pukul 09.30 WIB.

    Korban ditemukan mengapung di Sungai Ogan dalam keadaan meninggal dunia atau tepatnya di Desa Talang Balai Lama, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir sekitar radius 24 KM dari lokasi awal kejadian.

    Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut. “Benar korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Raymond, Jumat (2/1/2026).

    Kata Raymond, korban pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang melaksanakan aktivitas di sungai yang selanjutnya menginformasikan kepada Tim SAR gabungan.

    Berdasarkan informasi tersebut Tim SAR gabungan bergerak ke lokasi guna melakukan proses evakuasi dan dibawa ke puskesmas Tanjung Raja untuk kemudian dibawa ke rumah duka guna diserahkan kepada pihak keluarga.

    “Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, semua unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” ucap Raymond.

    Sebelumnya, kejadian berawal ketika korban yang merupakan warga Talang Jambe Palembang sedang berlibur ke rumah neneknya di Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kayuagung OKI, Jumat (26/12/25).

    Sekitar pukul 16.00 WIB, korban pergi mandi di sungai bersama nenek dan tiga orang saudaranya, saat sedang asik mandi tiba-tiba korban bersama tiga orang saudaranya terseret arus sungai.

    Nenek korban yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan berhasil menyelamatkan ketiga saudara korban, sedangkan naas dialami korban tubuhnya hanyut dan tenggelam. (ANA)

  • Pria yang Tenggelam di Sungai Siguci OKI Ditemukan Meninggal Dunia

    Pria yang Tenggelam di Sungai Siguci OKI Ditemukan Meninggal Dunia

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Herman (32) warga Desa Gunung Jati, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur yang dilaporkan tenggelam akibat perahu getek yang ditumpanginya mengalami oleng akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan, Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.

    Korban ditemukan mengapung dipinggir sungai dalam keadaan meninggal dunia tepatnya di Desa Serapek, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir atau sekitar radius 40 KM dari lokasi awal kejadian oleh warga yang sedang melaksanakan aktivitas di sungai.

    “Benar dengan berbagai upaya korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” Kasi Operasi Kantor SAR Palembang, Mancarah Wanto.

    Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas Cempaka dan kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

    “Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, semua unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” ucap Manca.

    Diberitakan sebelumnya kejadian berawal pada Minggu (28/12/25) sekitar pukul 17.00 WIB, korban bersama dua orang rekannya hendak pulang ke desanya dengan menaiki perahu getek setelah selesai bekerja membersihkan lahan milik bapak Halim yang berada di seberang sungai.

    Ketika berada ditengah sungai tiba-tiba perahu getek yang mereka tumpangi mengalami mati mesin yang mengakibatkan perahu menjadi oleng dan mereka terjatuh ke sungai.

    Kedua rekan korban selamat dengan cara berenang ke tepi sungai. Namun, nahas dialami korban tubuhnya seketika terseret arus hingga membuatnya tenggelam. (ANA)

  • Perahu Getek Oleng Akibat Mati Mesin, Herman Tenggelam di Sungai Siguci

    Perahu Getek Oleng Akibat Mati Mesin, Herman Tenggelam di Sungai Siguci

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Nahas nasib yang dialami oleh Herman (32) warga Desa Gunung Jati, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur, ia dikabarkan tenggelam di Sungai Siguci, Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

    Kasi Operasi Kantor SAR Palembang Manca Rahwanto menerangkan bahwa kejadian berawal pada minggu sekitar pukul 17.00 WIB, korban bersama dua orang rekannya hendak pulang ke desanya dengan menaiki perahu getek.

    Setelah selesai bekerja membersihkan lahan milik bapak Halim yang berada di seberang sungai.

    “Ketika berada ditengah sungai tiba-tiba perahu getek yang mereka tumpangi mengalami mati mesin yang mengakibatkan perahu menjadi oleng dan mereka terjatuh ke sungai,” terang Manca, Selasa (30/12/2025).

    Kedua rekan korban selamat dengan cara berenang ketepi sungai. Namun, naas dialami korban tubuhnya seketika terseret arus hingga membuatnya tenggelam.

    “Pencarian juga sudah kami lakukan sejak kemarin dan untuk metode pencarian dilakukan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi dua Search And Rescue Unit (SRU) dan dua Sektor,” ujar Manca.

    SRU 1 melakukan pencarian dengan cara penyisiran di atas permukaan air secara visual menggunakan perahu karet dan perahu-perahu milik masyarakat hingga radius 20 Km² ke arah Timur laut serta melakukan manuver perahu karet di lokasi-lokasi yang dicurigai.

    Sedangkan SRU 2 jika dimungkinkan akan melakukan pencarian dengan cara penyelaman serta akan melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada disepanjang pesisir aliran sungai.

    “Semoga dengan berbagai upaya yang kami lakukan ini korban dapat segera ditemukan,” tutur Manca. (ANA)

  • Liburan ke Rumah Nenek, Siswa SD Dilaporkan Tenggelam saat Mandi di Sungai Komering

    Liburan ke Rumah Nenek, Siswa SD Dilaporkan Tenggelam saat Mandi di Sungai Komering

    SUARAPUBLIK.ID, OKI – Malang nasib dialami M. Hafiz Riski (7), niat hari ingin liburan ke rumah nenek, ia justru hilang tenggelam di Sungai Komering Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

    Informasi yang dihimpun, kejadian berawal saat

    korban pergi mandi bersama nenek dan tiga orang saudaranya di Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Kayuagung OKI, Jumat (26/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

    Saat sedang asik mandi tiba-tiba korban bersama tiga orang saudaranya terseret arus sungai.

    Nenek korban yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan menyelamatkan ketiga saudara korban, sedangkan nahas dialami korban tubuhnya hanyut dan tenggelam.

    “Pencarian sudah kami lakukan sejak tadi malam bersama Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, BPBD Perangkat Desa, Relawan dan masyarakat,” ungkap Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, Sabtu (27/12/2025).

    Untuk metode pencarian dilakukan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi Dua Search And Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran sungai dengan menggunakan perahu karet sejauh 8 KM² ke arah barat laut.

    Sedangkan SRU 2 jika dimungkinkan akan melakukan pencarian dengan cara penyelaman disekitar lokasi awal kejadian serta melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada disepanjang pesisir aliran sungai.

    “Semoga dengan berbagai upaya ini korban dapat segera ditemukan,” kata Raymond. (ANA)

  • Tim SAR Gabungan Temukan Pria yang Tenggelam di Sungai Lematang

    Tim SAR Gabungan Temukan Pria yang Tenggelam di Sungai Lematang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Reno Saputra (32) warga Dusun II Desa Teluk Lubuk, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim yang dilaporkan tenggelam saat terjadi pengejaran oleh pihak kepolisian akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan, Sabtu (20/12/2025) sekitar pukul 07.10 WIB.

    Korban ditemukan mengapung di pinggir sungai dalam keadaan meninggal dunia tepatnya di Desa Belimbing atau sekitar radius 3 KM dari lokasi awal kejadian.

    Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin membenarkan penemuan terhadap korban. “Benar sekitar pukul 07.10 WIB korban kami temukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Raymond.

    Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup.

    “Semua unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” ucap Raymond.

    Diberitakan sebelumnya kejadian berawal pada Kamis (18/12/25) sekitar pukul 16.00 WIB, korban bersama dua orang rekannya tiba-tiba panik terjun ke sungai saat terjadi pengejaran oleh pihak kepolisian terkait tindak kriminal.

    Dua orang rekan korban selamat sedangkan naas dialami korban tubuhnya terseret derasnya arus sungai hingga membuatnya tenggelam. (ANA)

  • Dikejar Polisi, Pria di Muara Enim Terjun ke Sungai Lematang

    Dikejar Polisi, Pria di Muara Enim Terjun ke Sungai Lematang

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Reno Saputera (32), warga Dusun II Desa Teluk Lubuk, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim tenggelam di Sungai Lematang, Kamis (18/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

    Kejadian berawal saat korban bersama dua orang rekannya tiba-tiba panik terjun ke sungai saat terjadi pengejaran oleh pihak kepolisian terkait tindak kriminal.

    Dua orang rekan korban selamat sedangkan naas dialami korban tubuhnya terseret derasnya arus sungai hingga membuatnya tenggelam.

    “Pencarian sudah kami lakukan sejak pagi tadi bersama Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, dan Masyarakat. Namun, hingga saat ini korban masih belum ditemukan,” ungkap Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, Jumat (19/12/2025).

    Untuk metode pencarian dilakukan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi Dua Search And Rescue Unit (SRU).

    SRU 1 melakukan pencarian dengan cara penyisiran diatas permukaan air secara visual menggunakan perahu karet dengan luas area pencarian 8 KM² kearah Tenggara.

    Sedangkan SRU 2 jika dimungkinkan akan melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian serta melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada disepanjang pesisir aliran sungai.

    “Semoga dengan berbagai upaya ini korban dapat segera ditemukan,” kata Raymond. (ANA)

  • Geger, Remaja Putri 17 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri

    Geger, Remaja Putri 17 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Warga Jalan Jaya 7 Lorong Lematang Serasan 2, RT 66/20 Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II, Palembang, mendadak ramai. Ini lantaran remaja berumur 17 tahun ini yakni Dahlia Handayani, ditemukan tergantung di kayu dinding kamar mandinya, Selasa (16/12/2025), sekitar pukul 14.00 WIB.

    Korban pertama kali ditemukan sang adik yakni Hani Ayu Anggraeni, saat hendak ke dalam kamar mandi buat air kecil. Melihat pintu tertutup rapat lalu Hani pun memanggil ada siapa didalam kamar mandi.

    “Mau ke kamar mandi, tetapi kamar mandi terkunci. Saya panggil panggil ada siapa namun. Tidak ada sahutan dari dalam kamar mandi,” ucapnya.

    Hal ini membuat Hani curiga dan mencoba mengintip ada siapa didalam kamar mandi tersebut. “Curiga pak kamar mandi terkunci lalu saya intip pak. Ternyata setelah dilihat dari sela sela kamar Andi, Ayuk sudah tergantung dengan tali sepatu,” ucapnya.

    Lalu, karena panik membuat Hani pun memanggil saudara nya dan membuka pintu kamar mandi serta menurunkan korban yang tergantung. “Saya panik saudara saya. Lalu kami turunkan,” katanya, sambil mengatakan memberitahukan peristiwa ke orang tua.

    Tidak berselang warga, Ketua RT dan Ketua RW datang ke lokasi kejadian bersama pihak kepolisian Polsek SU II dan piket SPKT, Inafis, Reskrim Polrestabes Palembang untuk melakukan olah TKP.

    Ketika ditemui dilokasi kejadian orang tua korban yakni Rudi Hartono (49), terkejut mengetahui anak perempuan ke 4 nya mengakhiri hidup dengan gantung diri.

    “Tidak ada masalah, baik saya dan adik adiknya dengan korban. Hanya memang korban ini dulu sering kali kesurupan dan pernah diobati,” katanya.

    Lanjut Rudi, dari keterangan adiknya akhir akhir ini korban sering mencari pisau. “Kata adiknya akhir akhir ini korban mencari pisau untuk mengakhir hidup dan pernah hendak menusuk adiknya,” ungkapnya.

    Sementara, Kapolsek SU II, Palembang Kompol Dedy Ardiansyah didampingi Pamapta Ipda Ammar membenarkan adanya peristiwa seorang remaja perempuan yang nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri.

    “TKP sudah kami datang. Dan saksi saksi sudah kita ambil keterangan. Namun pihak keluarga menolak untuk dibawa ke RS Bhayangkara Palembang, untuk divisum,” tuturnya. (ANA)

  • Balita yang Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia

    Balita yang Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia

    SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Gani (4), balita yang dilaporkan tenggelam saat mandi di Sungai Musi, Desa Bunga Karang, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, ditemukan Tim SAR Gabungan, Jumat (5/12/2025), sekitar pukul 12.30 WIB.

    Korban pertama kali ditemukan masyarakat yang sedang menjala ikan di sungai. Posisi korban saat ditemukan mengapung di tengah sungai dalam keadaan meninggal dunia, atau sekitar radius 3 Km dari lokasi awal kejadian.

    “Benar, korban sudah kami temukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin.

    Selanjutnya korban dievakuasi untuk kemudian dibawa ke rumah duka menggunakan ambulance guna diserahkan kepada pihak keluarga.

    “Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, semua unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” ucap Raymond.

    Diberitakan sebelumnya kejadian berawal pada Kamis (4/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB korban sedang mandi dipinggir sungai bersama ibunya.

    Kemudian ibunya naik ke atas untuk mengambil perlengkapan mandi yang tertinggal di rumah. Saat sedang mandi sendirian dan lepas dari pantauan tiba-tiba korban terseret arus sungai, warga yang melihat kejadian tersebut mencoba memberikan pertolongan. Namun, tubuh korban keburu tenggelam.

    Selama berlangsungnya operasi SAR turut melibatkan unsur SAR dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, Relawan, Perangkat Desa, dan Masyarakat. (ANA)

  • Bocah Perempuan Berusia 5 Tahun Hilang saat Bermain di Pinggir Sungai

    Bocah Perempuan Berusia 5 Tahun Hilang saat Bermain di Pinggir Sungai

    SUAAPUBLIK.ID, PRABUMULIH – Seorang anak dilaporkan hilang saat bermain dipinggir Sungai Lematang, Kelurahan Payu Putat, Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Rabu (3/12/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

    Menurut informasi, kejadian berawal saat korban atas nama Nabila Cantika (5) bermain bersama temannya dipinggir Sungai Lematang. Namun, hingga malam hari korban tak kunjung pulang ke rumah.

    Keluarga yang khawatir lalu pergi mencari keberadaan korban, tetapi hanya ditemukan pakaian korban berada di pinggir sungai dan diduga kuat korban hanyut dan tenggelam.

    “Pencarian sudah kami lakukan sejak kemarin bersama dengan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, Damkar, Tagana, Faji, BPBD dan Masyarakat namun hingga saat ini korban masih belum ditemukan,” ujar Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, Jumat (5/12/2025).

    Untuk metode pencarian dilakukan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi Dua Search And Rescue Unit (SRU).

    SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran Sungai Lematang dengan menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat sejauh 15 Km kearah timur serta melakukan manuver perahu karet di lokasi-lokasi yang dicurigai.

    “Manuver ini dimaksudkan untuk menciptakan gelombang air yang dapat mengangkat benda-benda yang berada didalam air termasuk korban yang kemungkinan ada di dalamnya,” kata Raymond.

    Sedangkan SRU 2 melakukan pencarian melalui jalur darat dengan cara menyisir pinggiran sungai serta juga melakukan penyeberangan informasi kepada masyarakat yang berada disepanjang aliran Sungai Lematang.

    “Semoga dengan berbagai upaya yang dilakukan korban dapat segera ditemukan,” jelas Raymond. (ANA)

  • Pria yang Tenggelam di Sungai Lematang Ditemukan Meninggal Dunia

    Pria yang Tenggelam di Sungai Lematang Ditemukan Meninggal Dunia

    SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Erwinsyah (46) warga Desa Muara Maung yang merupakan korban laka lantas di jalan lintas Sumatera Merapi tepatnya di jembatan Desa Kebur, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan, Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 08.00 WIB.

    Posisi korban saat ditemukan berada di tengah sungai mengapung dalam keadaan meninggal dunia sekitar radius 500 M dari lokasi awal kejadian.

    “Benar korban atas nama Erwinsyah sudah kami temukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin.

    “Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, semua unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” ucap Raymond.

    Diberitakan sebelumnya, kejadian berawal pada Selasa (25/11/25) sekitar pukul 23.30 WIB kendaraan R4 Kijang Innova warna hitam Nopol BG 1044 WC melaju dari arah Kabupaten Muara Enim menuju Kabupaten Lahat.

    Ketika melintas di jembatan Desa Kebur kendaraan R4 Kijang Innova mencoba untuk mendahului kendaraan tronton didepannya dengan mengambil lajur sebelah kanan.

    Namun, dari arah yang berlawanan melaju kendaraan R2 Honda Scoopy BG 3758 DAR yang dikendarai oleh Erwinsyah sehingga menyebabkan terjadi kejadian laka lantas tersebut yang mengakibatkan pengendara sepeda motor terpental dan diduga terjatuh dari jembatan ke aliran Sungai Lematang. (ANA)

  • Ditabrak Mobil di Jembatan Desa Kebur, Pemotor Terjatuh dan Tenggelam di Sungai Lematang

    Ditabrak Mobil di Jembatan Desa Kebur, Pemotor Terjatuh dan Tenggelam di Sungai Lematang

    SUARAPUBLIK.ID, LAHAT – Seorang pengendara motor bernama Erwinsyah (46), warga Desa Muara Maung, tenggelam di Sungai Lematang seusai terlibat tabrakan dengan mobil Kijang Innova, Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 23.30 WIB.

    Menurut informasi kejadian berawal saat kendaraan R4 Kijang Innova warna hitam Nopol BG 1044 WC melaju dari arah Kabupaten Muara Enim menuju Kabupaten Lahat.

    Ketika melintas di Jembatan Desa Kebur, mobil mencoba untuk mendahului kendaraan tronton di depannya dengan mengambil lajur sebelah kanan. Namun, dari arah yang berlawanan melaju kendaraan R2 Honda Scoopy BG 3758 DAR yang dikendarai korban.

    Akibat insiden tersebut, mengakibatkan pengendara sepeda motor terpental dan diduga terjatuh dari jembatan ke aliran Sungai Lematang.

    “Pencarian sudah kami lakukan sejak siang tadi bersama Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, BPBD Lahat, Relawan dan Masyarakat namun hingga saat ini korban masih belum ditemukan,” ungkap Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, Rabu (26/11/2025).

    Untuk metode pencarian dilakukan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi Dua Search And Rescue Unit (SRU).

    SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran Sungai Lematang dengan menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat sejauh 2 Km serta melakukan manuver perahu karet di lokasi-lokasi yang dicurigai.

    “Manuver ini dimaksudkan untuk menciptakan gelombang air yang dapat mengangkat benda-benda yang berada di dalam air termasuk korban yang kemungkinan ada didalamnya,” kata Raymond.

    Sedangkan SRU 2 melakukan pencarian melalui jalur darat dengan menyisir area di sekitar lokasi kejadian. “Mudah-mudahan korban dapat segera ditemukan,” kata Raymond. (ANA)

  • Diduga Sakit, Mulyadi Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa

    Diduga Sakit, Mulyadi Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Sesosok mayat laki-laki yang sudah membusuk menggemparkan warga Jalan Lebak Murni Perum Lembah Hijau blok x no.4 rt.12 Kelurahan Sako Kecamatan Sako, Palembang, Kamis (20/11/2025), sekitar pukul 20.00 WIB.

    Indetitas mayat laki-laki tersebut yakni Mulyadi (54), ditemukan sudah membusuk di dapur rumahnya, dengan posisi telungkup, memakai celana pendek dan tidak mengenakan baju.

    Penemuan mayat korban berawal, pada Senin 17 November 2025, sekita pukul 08.00, saat korban keluar rumah mengantar istrinya bernama EMI dan keluarganya kerumah orang tuanya di komplek kedamaian Kelurahan Bukit sangkal, Kalidoni.

    Setelah itu korban menjemput saksi HS dirumahnya sekitar pukul 13.00 WIB, lalu korban dan HS membersihkan rumah korban sampai pukul 16.00 WIB. Setelah itu HS menginap dirumah korban sampai esok harinya Selasa 18 November 2025. lalu sekitar pukul 15.00 WIB, korban mengantar HS pulang ke rumahnya.

    Kemudian korban langsung pulang lagi, lalu sekitar 17.00 istri korban menelpon HS menanyakan keberadaan korban, HS mengatakan korban sudah pulang kerumahnya. Namun istrinya terus menelpon korban tidak ada respon sampai hari Rabu.

    Pada kamis ditelpon masih tidak ada respon, lalu pada hari Kamis, 20 november 2025 sekitar jam 20.00 WIB, istri korban bernama EMI, saksi Zubaidah dan Hariyanto pulang kerumah melihat pintu depan rumah tidak terkunci.

    Kemudian istri korban dan saksi saksi masuk ke dalam rumah melihat keadaan korban yang sudah meninggal dalam keadaan tengkurap dilantai dapur dan ditemukan balsem hot in cream didekat korban.

    “Jadi benar setelah kita mendapati adanya laporan penemuan mayat kita langsung mendatangi TKP,” ungkap Kapolsek Sako, AKP Makmun Nartawinata, Jumat (21/11/2025).

    Lanjutnya, menurut keterangan istri korban bernama Emi dan saksi HS, bahwa korban sering sakit sesak nafas dan sering minta dikerok oleh saksi HS. “Jadi dari keterangan istri korban bahwa korban ini sering mengalami sesak nafas,” katanya.

    Ditambahkannya, atas kejadian tersebut istri korban bernama Emi tidak bersedia dilakukan visum luar dan dalam serta sudah membuat surat pernyataan dan untuk mayat korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dimandikan.

    “Saat ini jenazah sudah dikembalikan ke keluarganya,” tuturnya. (ANA)

  • Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Pria yang Tenggelam di Sungai Musi

    Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Pria yang Tenggelam di Sungai Musi

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Junaidi (30), warga Pulokerto yang dilaporkan tenggelam di Sungai Musi, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim, ditemukan Tim SAR Gabungan, Selasa (11/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB.

    Korban ditemukan dengan posisi mengapung di tengah sungai dalam keadaan meninggal dunia, atau sekitar radius 1 kilometer dari lokasi awal kejadian.

    “Benar korban atas nama Junaidi sudah  ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ungkap Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin, Rabu (12/11/2025).

    Selanjutnya, tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap korban untuk kemudian dibawa ke rumah Sakit Bari guna dilakukan proses lebih lanjut.

    “Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, semua unsur SAR yang terlibat dalam proses pencarian dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” ucap Raymond.

    Diberitakan sebelumnya, kejadian berawal pada Senin sekitar pukul 15.00 WIB korban bersama 2 orang rekannya datang untuk menjual motor di desa Tanjung Baru.

    Saat sedang mengecek kondisi mesin kendaraan dengan cara menyalakan kendaraan, korban dan kedua rekannya didatangi oleh warga sekitar yang merasa terganggu dengan suara bising knalpot dari kendaraan tersebut.

    Sempat terjadi perkelahian antara korban bersama 2 orang temannya dengan warga setempat, dikarenakan kalah jumlah korban dan kedua temannya melarikan diri dengan cara melompat ke sungai.

    Kedua rekan korban selamat, sedangkan naas dialami korban tubuhnya hanyut dan tenggelam terbawa arus sungai. (ANA)

  • Pria Asal Palembang Tenggelam di Sungai Musi Muara Belida

    Pria Asal Palembang Tenggelam di Sungai Musi Muara Belida

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Seorang pria bernama Junaidi (30) warga Pulokerto Kota Palembang dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Musi, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Muara Belida, Kabupaten Muara Enim, Senin (10/11/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.

    Informasi yang didapat, peristiwa bermula saat korban bersama 2 orang rekannya datang untuk menjual motor di desa Tanjung Baru, saat sedang mengecek kondisi mesin kendaraan dengan cara menyalakan kendaraan.

    Korban dan kedua rekannya didatangi oleh warga sekitar yang merasa terganggu dengan suara bising knalpot dari kendaraan tersebut.

    Sempat terjadi perkelahian antara korban bersama 2 orang temannya dengan warga setempat, dikarenakan kalah jumlah korban dan kedua temannya melarikan diri dengan cara melompat ke sungai.

    Kedua rekan korban berhasil selamat sedangkan naas dialami korban tubuhnya hanyut dan tenggelam terbawa arus sungai

    Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memerintahkan Tim Rescue Kantor SAR Palembang untuk berangkat ke lokasi dengan membawa peralatan SAR air guna melakukan pencarian terhadap korban.

    “Pencarian sudah dilakukan bersama Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, BPBD Muara Enim, Perangkat Desa, Relawan dan masyarakat. Namun, hingga saat ini korban masih belum ditemukan,” ungkap Raymond, Selasa (11/11/2025).

    Untuk metode pencarian dilakukan dengan membagi Tim SAR Gabungan menjadi Dua (2) Search And Rescue Unit (SRU).

    SRU 1 melakukan pencarian dengan cara menyisir aliran sungai musi dengan menggunakan perahu karet dan perahu masyarakat sejauh 2 kilometer ke arah timur serta melakukan manuver perahu karet di lokasi-lokasi yang dicurigai.

    “Manuver ini dimaksudkan untuk menciptakan gelombang air yang dapat mengangkat benda-benda yang berada didalam air termasuk korban yang kemungkinan ada di dalamnya,” kata Raymond.

    Sedangkan SRU 2 jika dimungkinkan akan melakukan pencarian dengan cara penyelaman serta melakukan penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada disepanjang pesisir aliran sungai.

    “Semoga dengan berbagai upaya ini korban dapat segera ditemukan” tutur Raymond. (ANA)

  • Palembang di Guyur Hujan, Pohon Tumbang Menutupi Jalan di Panca Usaha

    Palembang di Guyur Hujan, Pohon Tumbang Menutupi Jalan di Panca Usaha

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Telah terjadi sebuah pohon tumbang yang menutupi jalan dan menimpa sebuah rumah di Jalan Panca usaha Kelurahan 5 Ulu Palembang  yang terjadi pada Senin, (10/11/2025) sekitar pukul 02.00 WIB.

    Pohon yang tumbang ini berjenis Tembesi, sudah berusia lebih dari dua puluh tahun yang ditanam di sepanjang jalan Panca Usaha. Akibat tumbangnya pohon tersebut sehingga menutupi jalan membuat masyarakat tidak dapat melintas dan harus mencari  jalan alternatif lain.

    Selain menutupi jalan, juga menimpa rumah warga Yatman (68)  warga RT 48 Kelurahan 5 Ulu, dimana pohon tersebut menghancurkan atap rumah dan warung miliknya.

    Yatman menyampaikan kejadian tersebut terjadi ketika ia bersama istri dan cucunya tertidur lelap, tiba-tiba  terdengar suara Brak yang cukup keras, yatman langsung keluar rumah dan melihat sebuah pohon tumbang  yang menimpa rumahnya.

    “Karena cuaca masih hujan deras dan malam hari sehingga saya tidak bisa berbuat apa-apa. Lalu saya membangunkan istri dan cucu untuk bangun dan menanti bantuan hingga pagi hari. Alhamdulillah kami sekeluarga selamat,” tuturnya.

    Evakuasi baru dilakukan sekitar pukul. 06.00 WIB oleh Disperkimtan kota Palembang, Kecamatan SU I, Kelurahan 5 Ulu dan masyarakat.

    Sekcam SU 1 Palembang, Azli Febiansyah menyampaikan mendapatkan laporan adanya pohon tumbang  dari masyarakat, kami langsung menghubungi Disperkimtan Palembang untuk melakukan pembersihan pohon tumbang karena pohon tersebut berukuran cukup besar, jadi harus menggunakan peralatan  Sinso untuk memotong pohon tersebut.

    Lanjut Azli, kami juga langsung mendatangi lokasi untuk ikut membantu pembersihan pohon tumbang, alhamdulillah akibat pohon tumbang tidak menimbulkan korban jiwa yang menutupi jalan dan merusak sebuah rumah warga yang tertimpa dan mengalami kerusakan pada bagian atapnya saja.

    Selain itu,  petugas Disperkimtan juga melakukan pemangkasan beberapa pohon lain di sekitar kawasan tersebut yang menjuntai ke jalan dan diperkirakan nyaris roboh.

    Kami juga menghimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila melihat pohon yang sudah tua dan tampak akan roboh kepada kami, agar kita dapat melakukan pemangkasan sehingga tidak menimbulkan peristiwa seperti hari ini. (ANA)

  • Bank Sumsel Babel Rayakan HUT ke-68 dengan Semarak dan Kebersamaan

    Bank Sumsel Babel Rayakan HUT ke-68 dengan Semarak dan Kebersamaan

    SUARAPUBLIK.id, Palembang- Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Bank Sumsel Babel berlangsung meriah di Kantor Pusat Bank Sumsel Babel, Jakabaring, Palembang. Minggu (9/11/2025).

    Rangkaian kegiatan yang digelar sepanjang hari ini diikuti oleh seluruh pegawai, jajaran direksi, dan komisaris dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat kekeluargaan.

    Kemeriahan perayaan HUT ke-68 ini menjadi puncak dari berbagai rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya, baik di lingkungan kantor pusat maupun cabang. Acara puncak diwarnai dengan beragam kegiatan seru, termasuk “Amazing Race” yang melibatkan partisipasi aktif para pegawai. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan keseruan, tetapi juga mempererat kerja sama tim dan semangat sportivitas di antara insan Bank Sumsel Babel.

    Sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan, acara puncak ditutup dengan pemotongan kue ulang tahun terbesar yang dilakukan bersama oleh jajaran Direksi dan Dewan Komisaris Bank Sumsel Babel. Momen ini menjadi lambang sinergi dan komitmen seluruh insan Bank Sumsel Babel untuk terus tumbuh, melayani, dan memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

  • Dikejar Polisi, Remaja di Tanjung Raja Tewas usai Terjun ke Sungai Ogan

    Dikejar Polisi, Remaja di Tanjung Raja Tewas usai Terjun ke Sungai Ogan

    SUARAPUBLIK.ID, OGAN ILIR – Tim SAR Gabungan menemukan jasad remaja bernama Yandre Septian (24) yang dilaporkan tenggelam di Sungai Ogan, Kelurahan Tanjung Raja Selatan, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (04/11/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.

    Korban ditemukan berada di pinggir sungai dengan jarak lebih kurang 2 kilometer dari lokasi kejadian dalam keadaan meninggal dunia.

    “Korban selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Tanjung Raja Selatan, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga guna dilakukan proses pemakaman,” ujar Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin.

    Selama proses pencarian Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BASARNAS Kantor SAR Palembang, TNI/Polri, BPBD Kab. Ogan Ilir, Perangkat desa, dan Masyarakat dibagi menjadi dua Search And Rescue Unit.

    Pencarian dilakukan dengan cara penyisiran pada sisi kiri dan kanan sungai menggunakan perahu karet sejauh 2 KM² serta penyebaran informasi kepada masyarakat yang berada disepanjang pesisir aliran sungai.

    “Dengan telah ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, semua unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih,” ucap Raymond.

    Sebelumnya kejadian berawal pada Senin (03/11/2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Menurut informasi korban terjun ke sungai dikarenakan terjadi pengejaran oleh pihak kepolisian terkait tindak kriminal dan korban sempat berteriak minta tolong sebelum tubuhnya terseret derasnya arus sungai hingga membuatnya tenggelam. (ANA)

  • Pamit Pergi Kerja, Debt Collector FIF Dilaporkan Hilang

    Pamit Pergi Kerja, Debt Collector FIF Dilaporkan Hilang

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Hati istri mana yang tak risau memikirkan keberadaan sang suami. Setelah pagi pamit pergi untuk bekerja, saat waktu pulang, ditunggu-tunggu tak kunjung kembali ke rumah. Hal inilah dirasakan Fitriyanti (33).

    Merasa kehilangan suaminya yakni Ade Candra (35), membuat Fitri pin mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Polrestabes Palembang, guna melaporkan orang hilang, Kamis (30/10/2025).

    Dihadapan petugas piket pengaduan, warga Jalan Mega Mendung, Kecamatan SU II Palembang ini menuturkan, terakhir kali suaminya berada di rumah yakni pada Selasa (28/10/2025), sekitar pukul 08.00 WIB.

    “Saat itu dirinya pamit untuk pergi bekerja pak seperti biasa. Lalu pergi ke kantor untuk mengabsen di Jalan A Yani, Kantor FIF Group,” ungkap Fitriyani kepada petugas.

    Namun, setelah meninggalkan rumah, saat pulang kerja ditunggu hingga malam hari suaminya pun tidak kunjung pulang ke rumah. “Biasa sore sudah pulang ke rumah. Tetapi setelah saya tunggu hingga malam suami saya ini tidak kunjung pulang ke rumah,” katanya.

    Risau dengan keberadaan sang suami, lanjut Fitriyani, dirinya sempat mencari keberadaan suami di tempat keluarga, bahkan di kantor suami. “Saya cari pak ke rumah keluarga namun mereka tidak mengetahui keberadaan suami saya,” ungkapnya.

    Lalu, saat Fitriyani mendatangi kantor suami, pihak kantor mengatakan suaminya sempat mengabsen datang ke kantor. “Sempat absen pak kata orang kantornya. Namun setelah itu suami saya pergi berkerja sebagai deff colector, namun setelah itu tidak pulang kembali ke kantor,” ungkapnya.

    “Oleh itulah saya melapor kesini pak. Karena saya merasa kehilangan. Dan berharap kepada warga Palembang yang melihat atau mengetahui keberadaan suaminya diharapkan memberikan informasi ke nomor 0895324207383,” harapnya.

    Sementara, KA SPK Polrestabes Palembang Ipda Erwinsyah didampingi Pamapta Ipda Ammar  membenarkan adanya laporan istri korban yang melaporkan orang hilang. “Laporan sudah diterima dan akan segera ditindaklanjuti. Kepada warga Palembang yang mengetahui keberadaan korban diharap memberikan informasi,” tuturnya. (ANA)