Bulog Sumsel-Babel Sosialisasi Sistem Penyerapan Gabah Milik Petani di Banyuasin Jelang 10 Hari Panen

- Redaksi

Kamis, 20 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pengawas Perum Bulog bersama Pimpinan Perum Bulig Sumsel-Babel saat meninjau sawah milik petani di Desa Desa Margo Rukun, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin pada, Kamis (20/2/2025). (Foto: Tia)

Dewan Pengawas Perum Bulog bersama Pimpinan Perum Bulig Sumsel-Babel saat meninjau sawah milik petani di Desa Desa Margo Rukun, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin pada, Kamis (20/2/2025). (Foto: Tia)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dewan Pengawas Perum Bulog, Arifin Seman dan Verdianto Iskandar Bitticaca bersama Pimpinan Perum Bulog Sumsel Babel, Elis Nurhayati mensosialisasikan sistem penyerapan gabah milik petani, serta meninjau kesiapan menjelang 10 hari masa panen di Desa Margo Rukun, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin pada, Kamis (20/2/2025).

Dalam hal ini, Dewan Pengawas Perum Bulog, Arifin Seman menyebut bahwa kebijakan pemerintah pusat terkait penyerapan gabah petani sesuai HPP sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Kami datang kesini untuk memberikan kepastian terkait harga gabah yang telah ditetapkan pemerintah pusat, sekaligus mensosialisakan kepada petani di desa ini bahwa harga tersebut sudah termasuk semuanya,” ujar Arifin saat dibincangi langsung usai meninjau.

Ia mengatakan Bulog hanya akan menyerap gabah dari hasil panen tersebut sebanyak 20 persen saja.

“Kami sudah kami sampaikan kepada para petani bahwa hasil panen nanti tidak semuanya dibeli oleh Bulog, tetapi Bulog hanya akan membeli 20 persennya saja. Jadi, sisanya perani bisa menjual ke pihak lain,” katanya.

Ia menjelaskan harga pembelian tersebut sudah mencakup keseluruhan. Kemudian, itu juga sebagai salah satu bentuk bantuan kepada petani agar tidak lagi bergantung dengan tengkulak yang sering membeli dengan harga di bawah HPP.

“Jadi harga Rp6.500 itu sudah termasuk keseluruhan, termasuk bayaran jasa angkutnya juga, dan kami pun menerima semua bentuk gabah itu,” jelasnya.

Kendati demikian, ia meminta kepada petani untuk tetap menjaga kualitas gabah yang mereka hasilkan.

“Tapi jangan sampai gabah yang akan dibeli Bulog kurang baik kualitasnya, tetap harus dipanen sesuai masa panennya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata dia, Bulog akan terus melakukan monitoring terhadap proses penyerapan gabah di lapangan.

“Semoga program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi ketahanan pangan nasional. Kami akan terus berkoordinasi dengan para petani dan pelaku usaha di sektor ini untuk memastikan bahwa program ini berjalan sesuai harapan,” tegas dia.

Dalam hal ini, pihaknya juga berkunjung ke pabrik pengolahan gabah menjadi beras yang berada di wilayah Muara Sugihan.

Di lokasi tersebut, mereka berdiskusi dengan pemilik dan pekerja pabrik mengenai kesiapan mereka guna mendukung kebijakan pemerintah dalam penyerapan hasil panen petani.

Para pekerja di pabrik pengolahan gabah juga menyampaikan harapan mereka agar program ini berjalan lancar dan tidak menemui kendala di lapangan.

Sementara itu, salah seorang petani, Wahyu Hidayat, mengungkapkan jika saat ini posisi padi di sawah sudah memasuki masa panen.

“Kami sangat bersyukur dengan harga yang ditetapkan pemerintah saat ini, karena itu sangat membantu kami sebagai petani. Posisi padi kami sekitar 10 hari lagi akan panen, dan akan dibeli akan segera dibeli oleh Bulog dengan harga Rp 6.500 per kilogram,” ungkap Wahyu.

Menurutnya, kebijakan itu dapat meningkatkan kesejahteraan para petani di Sumsel, khususnya di Desa Margo Rukun, Kecamatan Muara Sugihan, Kabupaten Banyuasin.

“Kami sangat senang dengan adanya program ini, terima kasih Pak Prabowo yang akan mensejahterakan para petani. Kami jauh lebih tenang karena harga ini dapat mengurangi ketidakpastian harga jual hasil panen kami,” ucap dia. (Tia)

Berita Terkait

Gotong Royong Jaga Lingkungan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan Masyarakat Kota Negara Kumpulkan 280 Kg Sampah
Ajun Minta Maaf, Kuasa Hukum Berharap Restorative Justice Dikabulkan Polisi
Operasi Patuh Musi 2026 di Palembang Ditunda
BSB Sukseskan Walikota Cup Darussalam Minisoccer, Semarakkan HUT Palembang ke-1343
Universitas Muhammadiyah Palembang, PTS Pertama di Sumsel yang Buka Program Doktor (S3) Manajemen
Sidang Korupsi Kredit BRI, Dua Tersangka Dihadirkan Sebagai Saksi Ungkap Proses Analisis dan Persetujuan Kredit
Diduga Gegara Korsleting Listrik Satu Rumah Hangus Terbakar
Tega Cabuli Adik Ipar yang Masih Remaja hingga Hamil 5 Bulan, Pria di Ogan Ilir Diringkus Polisi

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 17:54 WIB

Gotong Royong Jaga Lingkungan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dan Masyarakat Kota Negara Kumpulkan 280 Kg Sampah

Senin, 8 Juni 2026 - 16:08 WIB

Ajun Minta Maaf, Kuasa Hukum Berharap Restorative Justice Dikabulkan Polisi

Senin, 8 Juni 2026 - 16:06 WIB

Operasi Patuh Musi 2026 di Palembang Ditunda

Senin, 8 Juni 2026 - 15:48 WIB

BSB Sukseskan Walikota Cup Darussalam Minisoccer, Semarakkan HUT Palembang ke-1343

Senin, 8 Juni 2026 - 14:43 WIB

Sidang Korupsi Kredit BRI, Dua Tersangka Dihadirkan Sebagai Saksi Ungkap Proses Analisis dan Persetujuan Kredit

Berita Terbaru

Foto kasat Lantas Polrestabes Palembang AKBP Hendyanto Panusunan Hutasoit

Kota Palembang

Operasi Patuh Musi 2026 di Palembang Ditunda

Senin, 8 Jun 2026 - 16:06 WIB