Bina Mahasiswa Tak Hanya Cerdas Intelektual, Juga Berjiwa Pemimpin

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ajang pemilihan bujang gadis yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Raden Fatah Palembang menjadi salah satu bentuk komitmen dalam membina mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berbudaya, dan berjiwa pemimpin.

Sebanyak 12 pasang mahasiswa FTIK dari macam tingkatan semester saling berkompetisi, unjuk kebolehan didepan juri saat ajang pemilihan bujang gadis yang digelar di Hotel The Alts, Selasa malam 28 Oktober 2025.

Wakil Dekan III FITK UIN Raden Fatah Palembang, Dr Amalia Hasanah M Pd Ed D menuturkan, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan peserta.

Ia menekankan, bahwa ajang bujang gadis FITK bukan sekadar kompetisi penampilan, melainkan wadah pembentukan karakter, kecerdasan, dan kepribadian mahasiswa yang berakhlak tul karimah.

“Ajang grand final yang berlangsung tadi malam sangat semarak dengan berbagai penampilan istimewa dari para finalis. Para peserta menampilkan bakat terbaik mereka sekaligus menjawab pertanyaan dewan juri dengan penuh percaya diri dan wawasan yang luas,” katanya.

Acara tadi malam, lanjutnya, merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa minggu, meliputi tahap seleksi administrasi, wawancara, pembekalan, hingga talent show.

“Setelah melalui proses penilaian ketat, akhirnya terpilih bujang FITK 2025 dan gadis FITK 2025, yang dinobatkan langsung oleh juri kehormatan. Selain itu diumumkan pula kategori lain seperti bujang gadis berbakat, favorit, dan persahabatan, intelengensi, dan photogenik,” ujarnya.

“Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan penampilan musik akustik dari mahasiswa, yang menambah kehangatan malam puncak tersebut,” tambahnya.

Sementara ditambahkan, Wakil Dekan I FTIK Dr Alimron M Ag ajang bujang gadis merupakan duta pendidikan dan budaya yang berada di naungan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan sudah ada sejak tahun 2014.

“Tetapi memang sempat terhenti disebabkan karena adanya pergantian kepengurusan dari organisasi di kampus yang menyebabkan terjadinya tidak ada pemilihan duta fakultas. Sejak tahun 2017 kemarin setelah perbaikan struktur organisasi di kampus UIN Raden Fatah, pemilihan duta kampus, khususnya FITK terselenggara kembali berkat Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FITK, di bawah Devisi Seni dan Budaya,” katanya.

“Sekarang kepengurusan bujang gadis tarbiyah telah ada surat kepengurusannya secara resmi, sudah ada SK dan pembina bahkan telah menjalankan program kerja,” tutupnya menambahkan. (ANA)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *