“Belanting River Tubing Ayakh Ugan” Desa Kelumpang Sumsel Leburkan Ekowisata,Lingkungan dan Berdayakan Masyarakat

SUARAPUBLIK.ID, OKU – “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” yang merupakan program binaan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area Lumut Balai meleburkan kegiatan ekowisata,pengelolaan lingkungan dan memberdayakan masyarakat di sekitar Desa Kelumpang Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kegiatan meleburkan ekowisata mencakup berbagai bentuk perjalanan yang bertujuan untuk melestarikan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Dengan mengadopsi konsep ekowisata, destinasi wisata tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat setempat.

Ekowisata di Indonesia juga berkontribusi pada pelestarian habitat alami, menjaga kesehatan fisik dan mental serta menumbuhkan kepedulian sosial. Seperti halnya ekowisata “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga sarana untuk berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat Desa Kelumpang Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten OKU Provinsi Sumsel.

Seperti yang diceritakan Ketua Kelompok “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“, Darul Kutni SPd bahwa keberadaan “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” yang merupakan mitra binaan dari PGE sangat membantu pemberdayaan masyarakat Desa Kelumpang. Berdiri sejak tahun 2021 yang diinisiasi oleh PGE masuk ke dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan menjadi wadah bagi para pemuda Desa Kelumpang untuk memiliki kegiatan positif dengan memanfaatkan alam dan lingkungan yang ada.

Dijelaskan pria yang juga berprofesi sebagai guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 128 OKU ini bantuan yang diberikan PGE pertama kali tahun 2021 adalah membawa para pemuda Desa Kelumpang ke Kabupaten Pangandaran Jawa Barat untuk mengikuti pelatihan dan pembekalan menjadi pemandu wisata atau tour guide yang handal. Sekitar tujuh pemuda Desa Kelumpang diajak langsung melihat aktivitas pengarungan di sungai.

Ketua Kelompok “Belanting River Tubing Ayakh Ugan”, Darul Kutni SPd dan anggota PKK Desa Kelumpang, Samsimar.

“Pembekalan tersebut berlangsung selama satu sampai dua minggu meliputi materi teknik dasar river tubing dan manejemen risiko untuk memastikan keselamatan river tubing. Melihat para pemuda Desa Kelumpang antusias untuk menjadi tour guide, akhirnya pihak PGE mendatangkan langsung pelatih dari Pangandaran ke Desa Kelumpang serta untuk melihat kondisi langsung arus Sungai Ogan Kanan yang akan dipakai untuk pengarungan,”jelas pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepsek SDN 128 OKU ini saat ditemui di area river tubing,Jumat (24/10/2025).

Saat ini dijelaskannya, jumlah anggota Kelompok “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” sekitar 45 orang yang direkrut dari pemuda-pemuda yang berada di sekitar Desa Kelumpang. Para pemuda yang direkrut dari pemuda yang tidak memiliki pekerjaan, pemuda putus sekolah hingga mereka yang masih berstatus pelajar dan mahasiswa.

Sejak bergabung di Kelompok “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” dikatakan Darul, para pemuda yang dulunya pengangguran kini berprofesi sebagai tour guide bahkan para pemuda yang dulunya bertindak kriminal sekarang dapat diarahkan dengan kegiatan positif. Kondisi Desa Kelumpang juga mengalami perubahan, dimana tingkat kriminalitas menurun serta ekonomi masyarakat meningkat.

Dituturkan pria yang berusia 49 tahun ini, untuk operasional “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” dibuka dari hari Senin-Kamis mulai pukul 09.00-16.00 WIB kemudian Sabtu dan Minggu, sedangkan hari Jumat libur tidak ada pengarungan mengikuti tradisi masyarakat Desa Kelumpang bahwa saat hari Jumat aktivitas difokuskan untuk kegiatan ibadah masyarakat serta untuk kegiatan bersih-bersih sungai.

Untuk tarif dijelaskan Darul, bagi pengunjung yang ingin mengarungi sungai dengan jarak tempuh sekitar 2 kilo meter dengan durasi waktu 1 hingga 1,5 jam dikenakan tarif 50 ribu/orang/ban dengan pembagian komisi 35 ribu untuk tour guide dari dua orang yang dikawal dan 65 ribu masuk kas komunitas. Bagi pengunjung yang ingin snack dikenakan tambahan biaya Rp 25 ribu/orang sudah mendapatkan makanan ringan kopi dan teh. Untuk pengadaan snack, pengelola melibatkan ibu-ibu setempat, ada sekitar 10 kelompok ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang ikut berpartisipasi mengelola “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“.

Sedangkan untuk penginapan dikatakannya, pengelola mempersiapkan tenda dengan tarif Rp 80/tenda, satu tenda untuk 2 orang. Biaya Rp 80 ribu juga dibagi masuk ke kas kelompok Rp 50 ribu dan 30 ribu diberikan kepada tour guide untuk biaya pemeliharaan seperti untuk membeli kopi, gula dan mei instans saat mereka menjaga seputar area tenda.

Fasilitas tenda yang digunakan pengunjung untuk menginap di seputar area “Belanting River Tubing Ayakh Ugan”.

Dituturkannya, bukan hanya pemuda dan ibu-ibu yang dilibatkan tetapi masyarakat setempat juga dilibatkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“. Karena untuk penginapan sering memakai rumah penduduk dengan tarif diserahkan kepada kesepakatan si pemilik rumah dengan pengunjung yang akan menginap,selain pengelola juga  menyediakan 2 homestay dan 23 tenda. Untuk parkir,pengelola juga memberikan kompensasi ke masyarakat dengan aturan satu kendaraan Rp 5 ribu dibayar oleh pengelola tidak dibebankan kepada pengunjung karena sudah include dari tarif yang dibayarkan.

Untuk pengunjung dikatakannya, mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Saat ini jika weekday sekitar 500-700 pengunjung/bulan sedangkan weekend atau musim liburan sekitar 900 sampai seribu pengunjung/bulan. Rata-rata pengunjung berasal dari Kabupaten Muara Enim, Kabupaten OKU, Kota Prabumulih, Kabupaten OKU Timur dan Kota Palembang didominasi kawula muda dan mahasiswa.

Kata-kata “Belanting” menurut Darul memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Desa Kelumpang yaitu mengandung pengertian menghanyutkan tubuh dengan menggunakan alat bambu dan “gedebong” pisang, namun saat ini pengarungan diganti dengan mengunakan ban sehingga nama program tersebut dinamai “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” sesuai dengan makna warga setempat. Dipilihnya sungai yang berada di Desa Kelumpang karena letak sungainya paling ulu atau paling ujung sebelum dilewati desa-desa lain. Sehingga kondisi air sepanjang sungai yang airnya bersumber dari Bukit Lumut Balai masih bersih belum banyak tercemar limbah-limbah penduduk.

“Untuk menjaga kebersihan sungai,kita selalu menekankan jargon “Jangan Buang Sampah dan BAB di sungai.Karena yang kita jual ke pengunjung adalah potensi alam, jika alam tercemar dan tidak bersih maka pengunjung akan enggan untuk datang ke desa. Dengan jargon tersebut kesadaran masyarakat terus tumbuh untuk menjaga dan melestarikan lingkungan,”tuturnya.

Sementara itu Chandra (25 tahun), Apriadi (36 tahun) dan Nizar (22 tahun) yang berprofesi sebagai tour guide mengungkapkan,banyak dampak positif yang dirasakan pemuda Desa Kelumpang sejak adanya “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“. Jumlah penganguran berkurang,tingkat kriminalitas menurun dan perekonomian keluarga sangat terbantu.

“Saya dari pertama “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” berdiri sudah bergabung bahkan kami bertiga ikut pelatihan di Pangandaran untuk menjadi tour guide. Kami dulu tidak memiliki pekerjaan tetap alias menganggur hanya membantu keluarga di kebun dan sawah. Tetapi sejak direkrut sebagai tour guide banyak pengalaman yang kami dapat,”tutur Chandra saat dijumpai ketika hendak mengawal pengunjung, Sabtu (25/10/2025).

Sejak menjadi tour guide dituturkan Chandra, wawasan bertambah,teman bertambah bahkan belajar memahami berbagai karakter dari setiap pengunjung yang datang. Selain itu bisa membantu perekonomian keluarga dari komisi yang didapat,minimal bisa mencukupi kebutuhan untuk diri sendiri.

Hal senada diungkapkan Apriadi,keberadaan “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar sungai. Selain itu Desa Kelumpang semakin dikenal masyarakat luas bukan hanya sekitar Kecamatan Ulu Ogan tetapi luar Kabupaten OKU juga sudah tidak asing lagi jika nama Desa Kelumpang disebut.

“Sebelum adanya “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“, desa kami kurang terkenal tetapi sejak “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” beroperasi desa kami semakin dikenal masyarakat luas. Karena para pengunjung yang datang juga secara tidak langsung ikut berperan untuk mempromosikan desa kami lewat media sosial mereka masing-masing,”ujarnya.

Sedangkan tour guide lainya bernama Rangga Saputra (23 tahun) mengungkapkan, banyak suka dan duka yang dijumpai ketika mengawal pengunjung atau saat melakukan pengarungan. Sukanya ketika bisa mengawal pengunjung dengan selamat tanpa hambatan apapun dan penjunjung menunjukkan kepuasannya dengan pelayanan yang diberikan saat mengarungi sungai. Dukanya ketika kondisi cuaca tidak bersahabat seperti musim hujan dan arus deras yang tidak mungkin melakukan pengarungan.

“Melihat pengunjung tidak jadi melakukan pengarungan membuat kita sedih, karena mereka sudah jauh-jauh datang tetapi batal mengarungi sungai. Kami selalu tekankan keselamatan nomor satu,keladasan nomor dua dan itu sesuai dengan standar keselamatan,”tuturnya sembari menambahkan selama hampir 5 tahun menjadi tour guide “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” tidak ada insiden besar yang dialami pengunjung,hanya lecet-lecet karena kena benturan batu atau ban pengunjung terbalik,”ujar alumni SMAN 12 OKU ini

Sementara itu salah warga Desa Kelumpang, Samsimar (69 tahun) mengungkapkan, merasakan dampak langsung dari kehadiran “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“. Apalagi bagi dirinya yang membuka toko kelontong dengan menjual berbagai kebutuhan yang diperlukan pengunjung saat datang ke desanya.

“Terkadang pengunjung tidak membawa perlengkapan mandi seperti sabun,shampo,sikat gigi, odol hingga sandal. Dengan adanya toko kami, pengunjung bisa berbelanja kebutuhan yang diperlukan selama menginap di Desa Kelumpang. Selain itu,ketika hendak pulang pengunjung juga tidak lupa membeli oleh-oleh khas Desa Kelumpang mulai dari kopi hingga aneka kerajinan yang dibuat oleh ibu-ibu anggota PKK,”ujar Wanita yang juga menjadi anggota TP PKK Desa Kelumpang ini.

Semakin banyak kunjungan menurut Wanita yang lahir di desa tersebut, akan semakin menambah penghasilan keluarga. Selain barang-barang di tokonya dibeli, ia juga merasa gembira bisa bertemu dengan beragam karakter orang dari luar desanya.

“Masyarakat desa sini, mulai terbuka untuk menerima kedatangan orang luar dari desanya. Karena kehadiran “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” membawa pengaruh dan dampak positif bagi masyarakat desa sekitar. Terutama bagi para pemuda yang selama ini suka sabung ayam sudah tidak lagi karena direkrut menjadi tour guide bahkan tingkat kriminalitas menurun,”tutur ibu dari tiga anak ini.

Sementara itu Community Development Officer PGE Lumut Balai, Daffa Hilmi Putra menjelaskan bagi PGE “Belanting” merupakan kepanjangan dari Bersama Lindungi Alam Hutan dan Lingkungan (Belanting), program inisiasi dari PGE untuk masyarakat Desa Kelumpang. Hadir sejak 2021 “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” bermula dari temen-temen kelompok di Desa Kelumpang yang ingin memanfaatkan potensi alam sungai untuk sesuai kegiatan yang bermanfaat.

Para pengunjung menikmati keindahan Sungai Ogan Kanan usai melakukan pengarungan, Sabtu (25/10/2025).

Hal tersebut menurutnya sejalan dengan program CSR perusahaan, sehingga ide tersebut langsung disambut baik oleh pihak perusahaan dengan melibatkan karang taruna dan masyarakat desa setempat untuk mengelolanya. Awal mulai bantuan yang diberikan PGE adalah dengan memberangkatkan sekitar 7 pemuda Desa Kelumpang untuk mengikuti pelatihan di Pangandaran selanjutnya PGE mendatangkan langsung pelatih ke Desa Kelumpang untuk melatih para pemuda yang ada di desa tersebut.

Berbekal pengetahuan dan pelatihan dikatakannya, “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” mulai beroperasi di tahun 2021 dibantu oleh sekitar 10 tour guide. Peminat saat itu masih sedikit sekitar puluhan pengunjung,hal tersebut juga disebabkan awal-awal covid sehingga cukup susah untuk berkembang. Namun, setelah covid sekitar tahun 2023 peminat mulai banyak hingga anggota kelompok mencapai 45 orang.

Selain pelatihan dikatakan alumni Universitas Gajah Mada ini, bantuan yang diberikan PGE juga berupa peralatan seperti helm, ban hingga rompi yang digunakan untuk pengarungan. Sedangkan untuk fasilitas yang dibantu berupa tenda,alat-alat camping, pembangunan homestay, pembuatan MCK hingga pembangunan aula.

“Dengan fasilitas tersebut,operasional “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” hingga sampai saat ini mengalami kemajuan. Bahkan untuk biaya operasional tidak tergantung lagi dengan bantuan yang diberikan. Selain itu masyarakat di sekitar desa tersebut merasakan langsung dampak dari kehadiran “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” baik dari segi ekonomi,sosial maupun infrastruktur yang dibangun,”jelas pria berusia 24 tahun ini.

Sedangkan Asisten Manager GOV. & PR PGE Area Lumut Balai, Anshoruddin menambahkan,bantuan yang diberikan untuk operasional “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” secara bertahap. Tahun 2021 bantuan dalam bentuk pelatihan dan pembekalan, tahun 2022 pembangunan fasilitas aula, tahun 2023 bantuan tenda, tahun 2024 bantuan ban, starlink internet dan kamera. Kemudian tahun 2025 bantuan yang sedang berjalan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), karena dengan jumlah pengunjung yang semakin meningkat kebutuhan listrik sangat diperlukan sementara kondisi listrik di desa tersebut sering padam. Dengan pembangunan PLTS tersebut diharapkan dapat memback up ketika terjadi pemadaman listrik.

Dengan keberadaan “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” menurutnya memberikan dampak multi efek banyak pemuda yang dapat diakomodir berkaitan dengan memerangi narkoba, menurunkan tingkat kriminalitas dan mengurangi jumlah penganguran. Selain itu juga perputaran uang di desa tersebut berjalan karena para pengunjung yang datang bukan hanya sekedar untuk bermain air atau menginap saja tetapi ketika mau pulang mereka membeli oleh-oleh yang dijual oleh penduduk setempat.

“Sehingga secara tidak langsung,masyarakat desa juga merasakan dampak dari hadirnya “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“. Karena ekonomi berkelanjutan berkembang,kemudian pola pikir masyarakat mulai maju.Sebelum adanya “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” masyarakat desa kurang bisa menerima masyarakat dari luar desa. Namun, setelah adanya “Belanting River Tubing Ayakh Ugan“, mereka sudah terbiasa dengan kehadiran masyarakat dari luar desa mereka,”tuturnya.

Sementara itu Operational Manager PT PGE Tbk Area Lumut Balai, Aris Kurniawan ST MT menambahkan,“Belanting River Tubing Ayakh Ugan” merupakan program yang mengintegrasikan pariwisata berkelanjutan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal dalam suatu ekosistem hijau di Desa Kelumpang Kecamatan Ulu Ogan Kabupaten OKU Provinsi Sumsel. Program tersebut berhasil meningkatkan pendapatan masyarakat lokal hingga 30%, mengelola hingga 250 kilogram limbah/bulan, dan mengurangi emisi hingga 0,822 ton CO2eq/tahun. Sejak tahun 2021, PGE Area Lumut Balai telah menginisiasi berbagai program pariwisata yang secara langsung melibatkan pemuda, perempuan lokal, dan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di area tersebut, serta memberikan program peningkatan kapasitas dan bantuan infrastruktur, hingga manajemen sampah.

Jajaran manajemen PGE Lumut Balai foto bersama dengan salah satu penghargaan yang diterima yaitu Penghargaan di Asia Power Awards 2024 yaitu di kategori ESG Programme of the Year.

Sehingga menurutnya, tidak salah jika PGE Lumut Balai diganjar beberapa penghargaan bergengsi dengan menjadikan “Belanting River Tubing Ayakh Ugan” sebagai mitra binaan. Penghargaan tersebut diantaranya Juara Pertama Kategori Daya Tarik Pengunjung Anugerah Pesona Desa Wisata Sumsel 2023 dari Gubernur Sumsel,Herman Deru. Kemudian mendapatkan sertifikat dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)atas partisipasinya sebagai peserta Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 “Desa Wisata Menuju Pariwisata Hijau Berkelas Dunia” yang diberikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Hariyanto.

“Penghargaan bergengsi lainnya adalah Penghargaan di Asia Power Awards 2024 yaitu di kategori ESG Programme of the Year. Kemudian penghargaan Local Hero, Darul Kutni sebagai kader lingkungan-KLHK. Kami berharap Kami harap capaian ini mampu menjadi pendorong bagi seluruh pekerja PGE Area Lumut Balai untuk terus memberikan dampak bagi lingkungan maupun kehidupan sosial,”harapnya. (Soimah)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *