BBWSS VIII Sumsel Jelaskan Asal Usul Sampah di Sungai Musi

- Redaksi

Kamis, 1 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sampah enceng gondok juga lumayan banyak ditemukan di sepanjang Sungai Musi

Sampah enceng gondok juga lumayan banyak ditemukan di sepanjang Sungai Musi

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Meskipun Pemerintah Kota Palembang selalu bergotong royong untuk membersihkan aliran Sungai Musi Palembang, namun masih saja terlihat sampah.

Pantauan di lapangan, Kamis (1/7/2021) terlihat sampah mengalir di Sungai Musi. Bukan hanya sampah eceng gondok, sampah limbah dari rumah tangga juga mengalir dari hulu ke hilir.

Sampah-sampah tersebut mengalir di sisi kanan maupun kiri Sungai Musi. Meski tak mengganggu transportasi sungai yang melintas. Namun sampah tersebut merusak keindahan pemandangan Sungai Musi.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWSS) VIII, Birendrajana, menjelaskan sampah yang berada di Sungai yang memiliki panjang 750 kilometer tersebut sekitar 50 persen lebih, berasal dari sampah limbah rumah tangga.

Sampah tersebut berasal dari Subdas 21 anak Sungai Musi yang berada di wilayah Palembang dan sekitarnya.

“Untuk detail jumlah sampah perhari kita tidak tahu berapa, yang jelas limbah rumah tangga ini sumbernya dari subdas anak Sungai Musi,” katanya.

Ia menjelaskan, tak hanya limbah rumah tangga, banyaknya sampah di Sungai Musi juga berkat sumbangsih tanaman air eceng gondok yang mengalir dari Hulu Sungai Musi.

Birendrajana mengklaim, sampah-sampah yang berserakan di sepanjang Sungai Musi kerap kali dibersihkan BBWSS VIII menggunakan kapal khusus pengangkut sampah.

Namun demikian, sampah-sampah tersebut selalu kembali mengalir di Sungai Musi.

“Kita selalu rutin lakukan pembersihan menggunakan kapal penangkap eceng gondok. Kami imbau masyarakat agar bekerjasama menjaga kebersihan, karena Sungai Musi ini merupakan sumber air kita,” jelasnya.

Kepala DLHK Palembang, Alex Fernandus, menerangkan dengan jumlah tonase sampah sebanyak 1.200 ton perhari. Rata-rata setiap penduduk Palembang menghasilkan 0,7 kilogram sampah setiap hari.

Dengan mengangkut sampah perhari mencapai 1.200 ton, Alex mengaku perlu dilakukan tambahan banyak armada untuk mengakomodir sampah tersebut.

Untuk mengantisipasi penumpukan sampah di kota pempek, Alex mengaku paling tidak dibutuhkan sekitar 240 unit armada truk sampah.

“Saat ini kami hanya ada armada 121 unit. Meski sudah ada setengah dari yang dibutuhkan, namun 60 persen armada itu sudah tidak layak,” tegasnya saat dikonfirmasi. (Nat)

Berita Terkait

Wali Kota Ratu Dewa Pimpin Rapat Persiapan Kunjungan Menteri PKP ke Palembang
Sekda Aprizal Dorong Kerjasama Tim Sukseskan Program Strategis Nasional
Sekda Palembang Terima Audiensi Pelaku Usaha, Bahas Rencana Wahana Bianglala dan Taman Bermain Anak
Buka Pintu Selebar-lebarnya untuk Masyarakat, Prima Salam dan Istri Ajak Warga Rayakan Hari Kemenangan Bersama
Malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Palembang berlangsung penuh khidmat sekaligus penuh kewaspadaan.
Safari Ramadhan Walikota Palembang: Edukasi Kemakmuran Masjid dan Kebersihan Kota
Dewi Sastarani Gencarkan Program Kesehatan Demi Wujudkan Palembang Sehat
TP PKK Palembang dan RA Group Wujudkan Kepedulian Sosial Ramadan Lewat Takjil Gratis

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 12:43 WIB

Wali Kota Ratu Dewa Pimpin Rapat Persiapan Kunjungan Menteri PKP ke Palembang

Senin, 30 Maret 2026 - 13:22 WIB

Sekda Aprizal Dorong Kerjasama Tim Sukseskan Program Strategis Nasional

Rabu, 25 Maret 2026 - 13:32 WIB

Sekda Palembang Terima Audiensi Pelaku Usaha, Bahas Rencana Wahana Bianglala dan Taman Bermain Anak

Sabtu, 21 Maret 2026 - 13:40 WIB

Buka Pintu Selebar-lebarnya untuk Masyarakat, Prima Salam dan Istri Ajak Warga Rayakan Hari Kemenangan Bersama

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:43 WIB

Malam takbiran Idul Fitri 1447 H di Palembang berlangsung penuh khidmat sekaligus penuh kewaspadaan.

Berita Terbaru