Angka Kematian Ibu Hamil di Sumsel Tinggi

- Redaksi

Jumat, 20 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibu hamil memiliki resiko tinggi bila telah terpapar Covid-19. 
Foto: nata

Ibu hamil memiliki resiko tinggi bila telah terpapar Covid-19. Foto: nata

SUARAPUBLUK.ID, PALEMBANG – Angka Kematian ibu hamil di Sumatera Selatan sangat tinggi. Bahkan angkanya meningkat tiga kali lipat. Hal ini diperburuk oleh pandemik COVID-19 yang menurunkan imunitas tubuh mereka.

Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sumsel, Yusuf Effendi mengatakan, berdasarkan catatan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Mohammad Hoesin Palembang, 16 orang dari total 173 ibu hamil yang dirawat meninggal dunia.

Yusuf menilai, Pandemik Covid-19 masih menyebar dan mulai menjangkiti ibu hamil. Mereka pun masuk kategori orang yang rentan terpapar sehingga membahayakan keselamatannya.

“Angka kematian ibu hamil di Sumsel sangat tinggi. Bahkan naik tiga kali lipat,” katanya, Jumat (20/8/2021).

Dirinya berharap, dengan adanya vaksinasi ibu hamil bisa menyelamatkan dua nyawa. Karena vaksinasi ibu hamil untuk mencegah kematian akibat Covid-19. Bahkan ibu hamil sudah bisa mengikuti vaksinasi dengan berbagai ketentuan.

“Dengan menyelamatkan nyawa ibu hamil, kita menyelamatkan dua nyawa, yaitu nyawa ibu dan nyawa anak. Untuk syarat utama vaksin bagi ibu hamil yakni usia kandungan sekitar 13-33 minggu,” ujarnya.

Namun, Vaksinasi ibu hamil terkendala stok vaksin yang terbatas. Berdasarkan catatan dari POGI, jumlah ibu hamil di Sumsel saat ini sudah mencapai 173.513 orang.

“Mereka seharusnya mendapat suntikan. Akibat stok terbatas, baru sekitar 20 ribu orang yang vaksinasi pada Oktober 2021. Saat ini permasalahannya stok vaksin terbatas. Kelanjutannya pun tergantung ketersediaan vaksin,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ferry Yanuar mengakui, distribusi dosis vaksin yang masuk ke Sumsel masih terbatas.

“Ibu hamil saat ini menjadi prioritas, dan untuk rata-rata jumlah dosis yang diterima hanya 40.000 vial per bulan. Sedangkan kebutuhan Sumsel sekitar 150.000 vial,” ujarnya.

Ferry menuturkan, dari data Dinkes untuk dosis pertama, jumlah masyarakat penerima vaksin mencapai 1,05 juta orang. Jumlah tersebut masih jauh dari target Sumsel untuk mencapai kekebalan komunal di awal tahun 2022 nanti.

“Vaksinasi Covid-19 sudah tak lagi membatasi segmen masyarakat, namun jika tidak ada perubahan atau penambahan vaksin, kemungkinan target kekebalan komunal di Sumsel pun bisa mundur,” terangnya. (Nat)

Berita Terkait

CFN Kolonel Atmo Palembang Selalu Ramai, Warga Nikmati Barongsai hingga Parade Kostum Anime
Kebakaran Hebat di Kawasan PIM Palembang, Kepulan Asap Hitam Gegerkan Warga
Motor Hilang Saat Pemilik Asyik Bermain di Taman Polda
Saling Tatap Mata Berujung Pengeroyokan, Pria di Sukarami Alami Luka Memar
Jaga Kondusifitas Kamtibmas, Personel Polsek Buay Madang Timur Sambangi Pertashop
Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Buay Madang Timur Dampingi Warga Panen Jagung
BATIQA Hotel Palembang Salurkan 179 Bungkus Daging Kurban kepada Karyawan dan Warga
Iduladha 1447 H Bank Sumsel Babel distribusikan Bantuan Hewan Kurban ke Masyarakat Sumsel dan Babel

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:21 WIB

CFN Kolonel Atmo Palembang Selalu Ramai, Warga Nikmati Barongsai hingga Parade Kostum Anime

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:34 WIB

Kebakaran Hebat di Kawasan PIM Palembang, Kepulan Asap Hitam Gegerkan Warga

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:37 WIB

Motor Hilang Saat Pemilik Asyik Bermain di Taman Polda

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:06 WIB

Saling Tatap Mata Berujung Pengeroyokan, Pria di Sukarami Alami Luka Memar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:15 WIB

Jaga Kondusifitas Kamtibmas, Personel Polsek Buay Madang Timur Sambangi Pertashop

Berita Terbaru

Korban

Kota Palembang

Motor Hilang Saat Pemilik Asyik Bermain di Taman Polda

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:37 WIB