Akhiri Krisis Transportasi Mahasiswa, Unsri Operasikan 12 Bus Kampus Mulai 2026

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Universitas Sriwijaya (Unsri) akhirnya menjawab persoalan keterbatasan transportasi yang selama ini membebani mobilitas ribuan mahasiswanya. Mulai 2026, Unsri akan mengoperasikan 12 unit bus kampus yang melayani rute Palembang–Indralaya sebagai upaya memperkuat konektivitas antarkampus dan meningkatkan layanan pendidikan tinggi di Sumatera Selatan.

Selama ini, mahasiswa Unsri masih bergantung pada bus Damri dan angkutan swasta dengan jumlah armada terbatas. Kondisi tersebut kerap menyulitkan mahasiswa menyesuaikan jadwal perkuliahan, praktikum, hingga aktivitas akademik lain yang membutuhkan mobilitas lintas kampus.

Sekretaris Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Alfitri, M.Si., mengatakan pengadaan bus kampus tersebut telah diputuskan oleh Rektor Unsri, Taufiq Marwa, dan dialokasikan dalam anggaran tahun 2025. Saat ini, pihak universitas tengah mempersiapkan armada dan sistem operasional agar dapat beroperasi secara terjadwal pada 2026.

“Bus kampus ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang agar mahasiswa dapat beraktivitas antara Kampus Bukit Besar Palembang dan Kampus Indralaya dengan lebih aman, nyaman, dan terjangkau,” ujar Alfitri.

Menurutnya, jarak tempuh yang cukup jauh antara dua kampus utama Unsri selama ini menjadi tantangan serius, terutama bagi mahasiswa yang tidak memiliki kendaraan pribadi. Ketergantungan pada transportasi umum membuat sebagian mahasiswa harus berangkat lebih awal dan pulang lebih larut, bahkan berdampak pada efektivitas kegiatan akademik.

Dengan pengoperasian bus kampus, Unsri menargetkan terbangunnya sistem transportasi internal yang lebih terintegrasi. Selain meningkatkan efisiensi waktu, kebijakan ini diharapkan mampu menekan biaya transportasi mahasiswa serta meningkatkan keselamatan perjalanan.

Alfitri menambahkan, pengadaan bus kampus merupakan bagian dari pembenahan menyeluruh yang dilakukan Unsri setelah berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) pada akhir 2023. Status tersebut memberikan ruang otonomi lebih luas bagi universitas dalam memperkuat tata kelola, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana pendidikan.

“Pembenahan dilakukan dari hulu ke hilir, mulai dari struktur organisasi, peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan, fasilitas perkuliahan, hingga mutu lulusan,” jelasnya.

Ia menegaskan, seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya saing Universitas Sriwijaya di tingkat nasional dan internasional. Penyediaan bus kampus dinilai bukan sekadar fasilitas pendukung, melainkan bagian dari ekosistem akademik yang menunjang proses belajar-mengajar secara berkelanjutan.

Bagi mahasiswa, kebijakan ini menjadi angin segar setelah lama menghadapi keterbatasan transportasi. Lebih dari sekadar sarana angkut, bus kampus Unsri diproyeksikan menjadi wujud komitmen universitas dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif, aman, dan berorientasi pada kebutuhan nyata sivitas akademika.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *