Ahli Mikrobiologi Ungkap Istilah Long Covid

- Redaksi

Sabtu, 24 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Yuwono

Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Yuwono

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ahli Mikrobiologi Sumsel, Prof Yuwono mengungkap gejala penyintas pasca seseorang dinyatakan sembuh dari Covid, tapi masih mengalami beberapa gejala, dikenal dengan istilah Long Covid.

Menurut Yuwono, istilah long Covid ini dimana orang atau mantan pasien pasca terinfeksi Covid, bisa mengalami gejala jangka panjang. Seperti sebulan atau berbulan-bulan sejak pasien itu dinyatakan sembuh.

“Gejala yang umumnya dirasakan yakni kelelahan kesulitan bernapas, nyeri sendi, nyeri dada, kelelahan, kehilangan bau atau rasa, gangguan memori dan ketidakmampuan untuk berkonsentrasi dengan baik atau sulit fokus hingga masalah tidur. Untuk keluhan subjektifnya rasa sesak juga kadang timbul,” katanya, Sabtu (24/7/2021).

Untuk mengetahui kondisi berbagai organ vital. Misalnya saja seperti CT scan paru untuk mengetahui dampak infeksi pada paru-paru.

Ia menyarankan orang yang pernah terinfeksi virus corona melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up) ke dokter. Upaya pengecekan ini bertujuan Hal ini karena paru-paru merupakan organ yang paling mengalami dampak besar akibat paparan virus.

Kemudian, pemeriksaan jantung dengan teknik Echocardiography untuk memeriksa fungsi jantung. Selanjutnya, pemeriksaan kekentalan darah (D-dimer) dan pemeriksaan organ lain seperti kulit saluran pencernaan.

“Sebaiknya setelah sembuh lakukan cek kesehatan untuk memastikan efek sisa terpapar Covid-19,” ujarnya.

Saat kembali beraktivitas normal setelah dinyatakan negatif dari virus, penyintas juga mesti menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Terlebih, potensi reinfeksi atau penularan ulang bisa kembali terjadi sampai beberapa kali.

Menurut Yuwono, gejala infeksi ulang Covid-19 ini akan lebih ringan dibandingkan infeksi pertama. “Mungkin saja bisa terinfeksi lagi tapi dengan gejala ringan,” jelasnya. (Nat)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru