PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID –Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terus memperkuat peran sektor pendidikan dalam mendorong perubahan budaya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.Upaya ini menjadi langkah strategis untuk mendukung target nasional Indonesia Bebas Sampah sekaligus membangun generasi yang memiliki kesadaran ekologis sejak dini.
Melalui berbagai program yang bermitra dengan pemerintah daerah, KLH/BPLH menekankan pentingnya sekolah sebagai pusat pembentukan karakter lingkungan. Salah satunya adalah dorongan agar sekolah mampu bertransformasi menjadi Sekolah Adiwiyata, yaitu sekolah yang menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam seluruh aktivitas pembelajaran maupun pengelolaan fasilitas.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang, Kapiatul Ahlia, S.E.,menegaskan bahwa Program Adiwiyata merupakan bagian dari perubahan budaya yang harus dijalankan secara konsisten,bukan sebatas kegiatan seremonial. Menurutnya, peran warga sekolah khususnya para guru sangat menentukan arah perubahan tersebut.
“Melalui pendidikan di semua jenjang, kita berharap lahir simpul-simpul transformasi budaya penanganan sampah.Baik sampah organik maupun anorganik harus dikelola di lingkungan sekolah masing-masing melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle),tanpa dibuang ke luar,” ujarnya.
Kapiatul menilai bahwa kebiasaan pengelolaan sampah yang benar harus dimulai dari ruang terkecil di sekolah, kelas, kantin, taman, hingga lingkungan halaman. Ketika siswa terbiasa memilah, mengolah,dan memanfaatkan kembali sampah, nilai-nilai keberlanjutan itu akan terbawa hingga ke rumah dan masyarakat.
“Program lingkungan sektor pendidikan,mengajak seluruh pihak untuk menjadikan sekolah sebagai pusat pembelajaran lingkungan yang nyata. Ia menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang bagi setiap individu baik siswa, guru, maupun tenaga kependidikan untuk belajar, bertanggung jawab, dan berkontribusi bagi masa depan Indonesia yang bersih, lestari, dan berkelanjutan,”katanya.
Ia menambahkan,sekolah adalah tempat karakter dibentuk.Ketika nilai peduli lingkungan tumbuh kuat, kita tidak hanya menciptakan siswa yang cerdas,tetapi juga generasi yang sanggup menjaga bumi.
Dengan komitmen tersebut, sekolah diharapkan tidak sekadar menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga tumbuh sebagai pusat praktik baik pengelolaan lingkungan, sehingga budaya peduli lingkungan dapat mengakar kuat dalam perilaku generasi masa depan,”pungkasnya.

Leave a Reply