SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG —Di tengah kecenderungan pendidikan yang kerap diukur dari capaian akademik semata, SD Negeri 189 Palembang memilih pendekatan berbeda. Melalui peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sekolah ini menanamkan nilai solidaritas sosial sejak dini dengan menghimpun donasi pakaian layak pakai dan uang tunai bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dari kegiatan tersebut, terkumpul sebanyak 48 dus pakaian layak pakai serta sejumlah uang tunai yang berasal dari siswa, orang tua, dan guru. Seluruh donasi kemudian disalurkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palembang agar pendistribusiannya berjalan terarah dan berkelanjutan.
Kepala SD Negeri 189 Palembang, Hj Rita Purnamasari, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda keagamaan tahunan, melainkan bagian dari upaya pembentukan karakter peserta didik. Ia menjelaskan, SDN 189 Palembang telah ditetapkan sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang bersinergi dengan Baznas dalam mengembangkan edukasi filantropi di lingkungan sekolah.
“UPZ SD Negeri 189 Palembang menyalurkan 48 dus pakaian layak pakai dan uang tunai. Yang terpenting bukan pada jumlahnya, tetapi pada proses pendidikan nilai yang ditanamkan kepada anak-anak,” ujarnya.
Menurut Rita, pengumpulan donasi telah dimulai sejak awal Januari. Selama proses tersebut, siswa dilibatkan secara aktif, mulai dari membawa pakaian layak pakai dari rumah hingga memahami tujuan dan manfaat penyalurannya. Pendekatan ini diharapkan mampu menumbuhkan empati dan kepedulian sosial sejak usia sekolah dasar.
“Anak-anak diajak memahami bahwa tidak semua orang hidup dalam kondisi yang sama. Ini menjadi latihan kepekaan sosial sekaligus pembelajaran rasa syukur,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan kepedulian sosial semacam ini rutin dilakukan, terutama menjelang bulan Ramadhan. Selain bekerja sama dengan Baznas, sekolah juga bersinergi dengan sejumlah lembaga sosial lainnya, seperti Yatim Mandiri, serta mengintegrasikannya dengan program internal sekolah.
Menurut Rita, pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan melalui teori di ruang kelas. Nilai empati, berbagi, dan tanggung jawab sosial perlu dihadirkan melalui pengalaman nyata yang dapat dirasakan langsung oleh siswa.
Selain program kencleng infak yang berjalan sepanjang tahun, SDN 189 Palembang juga konsisten mengembangkan kegiatan keagamaan dan pembinaan karakter lainnya, seperti ekstrakurikuler hadrah, Festival Anak Muslim, hingga Pesantren Ramadhan.
“Kami ingin sekolah menjadi ruang pembentukan manusia seutuhnya. Akademik penting, tetapi karakter dan kepedulian sosial adalah bekal jangka panjang bagi anak-anak,” pungkasnya.

Leave a Reply