Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Rumah Scrunchie Sulap Limbah Tekstil Menjadi Produk Bernilai

SUARAPUBLIK.ID,  PALEMBANG – Dari keterpurukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjelang kelahiran anak pertama, kini Ipa Puji Astuti berdiri tegak dengan sederet prestasi membanggakan. Rumah Scrunchie, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), adalah kisah tentang bangkit dari keterpurukan, mengubah limbah tekstil menjadi produk bernilai, dan memberdayakan sesama.

Ipa bangkit dari PHK akhir 2019 dengan merintis usaha _handmade_ pada 2022, yang berkembang setelah bergabung dengan komunitas crafters, mengikuti pameran Islamic Fest Ramadhan 2022, dan lolos Program Inkubasi Bisnis Nasional Beli Kreatif Sumatera Selatan 2022 sebagai awal pertumbuhan Rumah Scrunchie.

Rumah Scrunchie adalah rumah produksi ikat rambut handmade berbahan limbah tekstil dari penjahit rumahan. Kain perca dikumpulkan, disortir, dipotong, dan dijahit di rumah produksi Talang Jambe serta oleh mitra penjahit. Produk yang lolos kontrol kualitas kemudian dipasarkan di Plaza UMKM Palembang Square Mall dan LG Palembang Indah Mall.

Tahun 2024 menjadi titik balik Rumah Scrunchie melalui keikutsertaannya dalam Program Pertamina UMK Academy. Selama lebih dari enam bulan, Ipa mengikuti pendampingan bisnis dan inovasi produk, berpartisipasi dalam pameran nasional SMEXPO Palembang dan Bandar Lampung 2024, serta berhasil masuk 100 besar nominator Pertamina UMK Academy 2024.

“Dukungan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sangat berarti, tidak hanya lewat bantuan alat produksi, tetapi juga pendampingan yang mendorong kami terus berkembang,” ujar Neneng dengan penuh syukur.

Rumah Scrunchie memberdayakan empat pegawai _tenant_ dan tiga tim produksi dari kalangan keluarga kurang mampu, termasuk ibu rumah tangga, serta melibatkan tiga pemasok kain perca dari kelompok yang sama. Salah satu tim produksi, Neneng Kurnia, seorang yatim, berhasil menyelesaikan pendidikan S1 berkat penghasilan tambahan dari usaha ini.

“Dukungan dan kesempatan bekerja di Rumah Scrunchie sangat berarti bagi saya. Penghasilan yang diperoleh menjadi penopang utama hingga saya dapat menyelesaikan pendidikan sarjana,” ungkap Neneng.

Rumah Scrunchie menghasilkan omzet rata-rata Rp24 juta per bulan yang meningkat pada musim ramai, Rumah Scrunchie memasarkan ikat rambut kain, aksesori handmade, serta menggelar workshop DIY. Berbagai prestasi berhasil diraih, antara lain Juara 1 Karya Nyata Festival Vol. 11 kategori Business Plan BUMN 2024, 10 Besar Nasional Anugerah Bangga Buatan Indonesia 2024 perwakilan Sumatera Selatan, serta aktif menjadi narasumber di berbagai workshop dan seminar.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa Rumah Scrunchie menjadi bukti keberhasilan pendampingan berkelanjutan dalam mendorong UMKM lokal naik kelas dan berdaya saing nasional.

“Pendampingan berkelanjutan mendorong UMKM tumbuh kompetitif secara nasional. Dari keterpurukan akibat PHK, Ipa kini meraih berbagai penghargaan dan memberdayakan banyak orang. Inilah komitmen Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel dalam membuka akses peluang usaha sekaligus mendorong penerapan ekonomi sirkular yang bernilai dan ramah lingkungan,” ujar Rusminto.

Sebagai bagian dari implementasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pemberdayaan Rumah Scrunchie turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berkomitmen untuk terus mendampingi UMKM binaan agar semakin mandiri dan berdaya saing.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *